2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cinta dalam Sebungkus Tempe – [Ngobrol Kreatif Bersama Pak Nur di Bulfest 2019]

Jaswanto by Jaswanto
August 9, 2019
in Khas
Cinta dalam Sebungkus Tempe  – [Ngobrol Kreatif Bersama Pak Nur di Bulfest 2019]

Pak Nur sedang memberi workshop pembuatan tempe di stand Buleleng Kreatif Hub di Bulfest 2019

Buleleng Festival (Bulfest) 2019 masih berlangsung. Maka berkunjunglah ke stand bernama “Buleleng Creative Hub” dan bahagiakan diri Anda dengan nuansa legendaris, kolosal (masa lalu), seni tutur para penjaganya, kemewahan arsitektur tradisinya. Siapa pun yang datang, akan dibuat terheran-heran dengan konsepnya yang, out of the box.

Lihatlah sini, agak mendekat. Jangan jauh-jauh. Ya, di situ saja, cukup. Silakan duduk, atau berdiri juga boleh. Bagaimana, sudah lihat? Nah, perhatikan sekarang, bangunan terop yang terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari daun kelapa—dan ada apa saja di atas keranjang yang berdiameter sekitar satu meter itu. Ya, tersaji sejumlah produk kerajinan tradisional perabotan rumah tangga yang kian langka ditemui saat ini. Perhatikan lagi, bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan itu masih alami, bukan. Dari bambu? Ya, Anda benar, sebagian besar terbuat dari bambu. Yang jelas bebas dari plastik.

Sampai di sini biar saya jelaskan. Yang berduri itu nama kikian (Bali)—atau dalam bahasa Jawa namanya parutan—kalau tidak salah. Benda ini memang berfungsi untuk memarut kelapa. Sedangkan duri-durinya itu diambil dari pohon yang, saya belum tahu namanya. Nanti saya tanyakan, tak usah risau.

Selain itu, ada pula ganjreng, gayung, kile, kerombokan, tas keranjang yang terbuat dari anyaman bambu, dll. Dengar-dengar kabar angin, kerajinan tradisional perabotan ini, sebagian besar, diproduksi oleh pengrajin Desa Pedawa. Saya jamin, produk ini sangat ramah lingkungan. Cocok bagi Anda yang mempunyai idealisme perihal lingkungan.

Hanya itu? Tenang. Lihat apa yang ada di atas keranjang sebelah, buku-buku sastra terbitan Mahima-Tatkala, penerbit pilih tanding di Kota Singaraja. Lihat keranjang sebelahnya lagi: tas-tas berkualitas tergantung di tempatnya, tempe bungkus daun pisang, dan itu, kain-kain Bali berkualitas dengan motif yang beragam, sangat indah dipandang. Sekarang edarkan pandangan Anda ke barat.

Lihat apa yang tercantel di bedeg (bahasa Bali) (atau gedek, dalam bahasa Jawa), dinding yang terbuat dari bambu itu. Ya, lukisan itu semua terbuat dari olahan sampah. Sampah plastik warna-warni yang sulit terurai itu, disulap menjadi lukisan wajah, peta, hingga karakter hewan, dan masih banyak lagi, tentu saja. Ah, capek saya menjelaskan, mendingan Anda berkunjung ke sini saja.

Namun, dari semua itu, yang paling menarik dari stand ini adalah workshop-workshop yang diberikan. Seperti workshop pengolahan tempe, misalnya. Workshop ini berlangsung dari pukul sepuluh siang, sampai hampir pukul dua belas siang, Kamis 8 Agustus 2019. Tampaknya, ini cukup menarik antusias ibu-ibu rumah tangga.

Sependek pengetahuan saya tentang stand-stand yang ada di Bulfest 2019, tak ada satu pun stand yang menggelar workshop kecuali stand Buleleng Creative Hub—atau mungkin saya tidak tahu, mohon dikoreksi jika ada.

Workshop pengolahan tempe yang digelar kemarin (Kamis, 8 Agustus 2019) ini, cukup unik. Sebab, cara peragiannya yang masih melibatkan daun waru, dan kemasannya yang masih menggunakan daun pisang, tidak menggunakan plastik.

Dengan dipandu langsung oleh ahlinya pertempean, Pak Nur Hakim (34), pengusaha tempe asal Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru itu, workshop menjadi sangat cair. Seni bertutur Pak Nur yang lembut, menciptakan atmosfir yang sugestif.

Pada momen ini, yang terekspresi dari seorang Pak Nur, bukanlah status formalnya sebagai pengusaha tempe, melainkan kualitas performanya sebagai seorang penutur. Dengan kata lain, seorang Pak Nur menjelma menjadi seorang penutur kreatif yang tangguh untuk bisa menyajikan sebuah pertunjukan ritual yang memukau: membuat tempe. Memang dasar ahlinya ahli.

 Kelihaian tangan Pak Nur dalam mencampur aduk ragi yang sudah menempel di selembar daun waru, membuat peserta workshop tak berkedip. Pak Nur begitu lihai membuat tempe, menghasilkan metode yang tidak saya tahu, terkesan sesukanya, seenaknya, ugal-ugalan, tetapi emosional dan jenius! Ibu-ibu itu seperti tersihir, terhipnotis, mengikuti gerak tangan Sang Maestro.

Melihat perlakuan Pak Nur terhadap tempe-tempenya, saya melihat kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Perlakuannya lembut, penuh cinta, tulus, ikhlas. Keseriusannya bukan main-main. Saya pikir, dalam setiap bungkus yang dihasilkannya, terselip cinta di dalamnya.

Tetapi marilah kita ringkas saja. Pak Nur dengan bakatnya itu adalah mandat besar. Ia tak boleh dipahami hanya sebagai seseorang yang iseng. Pak Nur, dengan kemampuannya itu, adalah titipan mandat besar dari Tuhan.

Mandat yang harus dijalankannya dengan sepenuh hati—menaburkan cinta bersama ragi yang bercampur aduk dengan kedelai, menumbuhkan bakteri, membungkusnya, kemudian pasrah, menyerahkan nasib-nasib anaknya yang bernama tempe ini kepada para pembelinya. Begitulah, tampaknya, dalam sebungkus tempe yang dibuat oleh Pak Nur, terdapat cinta di dalamnya—cinta seorang ayah, kepada buah hatinya. [T]

Tags: bulelengbuleleng festivalBuleleng Festival 2019bulfestKoperasi Pangan Bali Utarakulinerpangan
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Jiwa, “Bebainan”, dan Hal-hal Lain yang Tak Usah Disembunyikan

Next Post

Biaya Kesehatan Mahal, Siapa yang Harus Menanggung?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Menawar Harga-harga di Pasar Tradisional

Biaya Kesehatan Mahal, Siapa yang Harus Menanggung?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co