2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Random Note #3 – Dan… Lalu… Rabu Wage Dungulan Terlewati

Lanang Taji by Lanang Taji
December 27, 2018
in Esai
Random Note #3 – Dan… Lalu… Rabu Wage Dungulan Terlewati

Foto: L Taji

Senja turun, kunci masuk, sebuah kantung  plastik menggantung, kolam yang keruh, mendung yang menggantung, tas punggung, tongkat.

Dan… lalu…?

Jalan menurun, daun-daun membusuk, lumut melapisi beton, roda berputar — dan berputar dan berputar, mesin menderu, jeruk bergelantungan.

Dan… lalu…?

Tenda dibongkar, kerumunan bubar, keriuhan sepi, senja turun mendung mengantung, raksasa terpaku, lelaki tua membersihkan sisa keriuhan. Bulu-bulu ayam berhamburan, benang-benang putus, berserakan, noda darah membekas, ke mana aroma dupa tadi pagi?

Dan… lalu…?

Beringin menatap, dahan kering teronggok, sisa doa berserakan. Sapu berisik, obrolan berbisik, roda melaju, mesin menderu. Dan… lalu…

Keranjang bercahaya, menyala, bocah beriringan, lampu menyala terpal biru, coklat, oranye kusam. Bocah memilih permainan, memilah mainan, pakaian, santapan di antara rumput, kelapa, senja, aroma parfum murahan Abege di gerbang puber. Milisi tradisi bersiaga, motor berjejer, di mana destar putih tadi pagi? Dan… lalu.. tong belum edan, masih sore, belum ramai.

Roda berputar, mesin menderu, dua buah benang berwarna putih melingkar di pergelangan tangan kanan, dipasang dalam dua hari yang berbeda, aku tak berubah, demikian juga mereka, mungkin juga kalian. Sebuah gelang kuning hitam melingkar di pergelangan kiri.

Senja mulai turun, serangga petang bersenandung nyaring. Serangga kecil melintas memburu lampu-lampu yang kian jelas, bersinar. Roda berputar, mendung menggantung, mesin menderu, dan… lalu… lalu… roda berputar, mesin menderu, senja menurun.

Garis putus-putus tergurat, menuntun menuju garis berliku tak berjeda, sebuah papan reklame berdiri, kosong, memuat karat, kosong, siapa di sana kemarin? Ke mana dia sekarang? Dan.. lalu… roda berputar,jalan bergelombang, mesin menderu, senja menurun, dan.. lalu…

Sebuah tanda dipasang, mengalihkan, melarang. Jalur baru harus dilalui, sebuah petunjuk, hari ini tak ada jalur biasa,tak ada ruas yang sama. Lampu kian jelas datang dari hadapan, tepat menyasar mata, menusuk. Serangga senja menyusup di antara benderang dan silau, menusuk, seolah mengingatkan betapa berbahayanya melihat. Dan lalu… mesin menderu, roda berputar, senja menurun.

Sebuah tugu memuat kata merdeka berwarna merah dan putih kusam berdebu, menandai, mengingatkan, menyakinkan bahwa kemerdekaan sudah di genggaman, sudah dirasakan, sudah dinikmati. Dan… lalu… roda menderu, mesin berputar, senja menurun.

Reklame berbaris, besar, “ayo ke sungai” mengajak bermain, tidak gratis, tidak, “ayo ke sungai, bermain,” tidak gratis, tidak. Saku diraba, tak cukup untuk masuk ke sungai, bermain. Dan… lalu…, mesin menderu, roda berputar, sungai mengalir, seja menurun.

Sebuah plat nama dipajang di atas, di bawah sungai mengalir tak peduli nama yang disematkan. Seoarang lelaki telanjang membasuh air sakral yang dipercikkan pagi tadi, sementara lelaki lain memuat sebuah jerigen penuh air ke dalam motornya. Plat nama berdiri, air mengalir, dua pria larut dalam lakunya. Dan.. lalu.. roda berputar, lampu menyala, mesin menderu, klakson berbunyi melintasi jembatan.

Berkas sinar kian jelas, kian cepat melintas. Sebuah pick-up putih memuat peralatan, berjejal, pemandu terselip diataranya. Air mengalir ke hilir tak cukup, tak cukup aman, tak cukup nyaman, bermain di sungai harus aman, harus nyaman. Mengalir ke hilir halus mengikuti panduan. Dan.. lalu.., roda berputar, sebuah pick-up berplat merah dihadapan, menyusuri garis yang enggan terjeda.

Dari depan seorang perempuan duduk di balik lelaki yang dipercayai untuk membawanya melaju. Sementara sebuah tangan mungil muncul dari hoodie belang pink, berusaha memeluk pinggang ibunya yang duduk di belakang sang ayah, pelan berjalan di hadapan, di belakang sebuah mobil SUV hitam mengkilap. Dan..lalu…, senja menurun, roda berputar, mesin menderu.

Perempuan muda duduk di depan gapura, menemani dua perempuan tua  yang ada  di hadapannnya, menunggu senja kian gelap, menunggu entah apa yang akan datang, lalu seorang lelaki duduk termangu di depan gapura yang lainnnya, memandang senja melintas begitu saja. Dan.lalu..senja turun, semakin  turun, roda berputar, semakin kencang, mesin semakin  menderu.

Asap terbang memotong jalan, menyeruak dari janur sisa-sisa doa yang membekap api. Asap,doa,terbang,samar,hilang dan api membakar kemudian. Dan…lalu… kerangka reklame berkarat, pohon perindang terkelupas, roda menderu, mesin berputar.

Merpati bergerombol, tanpa surat, merenggangkan otot, melemaskan sayap. Berputar di atas rumah empunya. Gemericik lonceng ditelan deru mesin, laju kendaraan, musik dari speaker di posko dengan pemuda telanjang dada merayakan harinya. merayakan hari di mana doa telah dikirim, (mungkin) sampai di langit bingung. Dan..lalu..musik semakin kencang, tubuh bergoyang, merpati semakin rendah.

Baliho-baliho caleg menjajakan diri di sepanjang jalan, gambar tampang mereka mendominasi, apa yang hendak mereka lakukan? Mereka bahkan tidak mengetahuinya. Sebuah pick-up hitam datang dari depan, memuat dua wanita tua berkebaya putih, berkulit gelap seperti senja yang kian pekat, berbincang setelah lelah menyiapkan segala sarana untuk hari yang telah ditunggu. Dan..lalu.. sorang gadis berkebaya kuning dengan kain hijau, berkulit putih berwajah bulat sebulat kaca mata yang dikenakannya menempelkan tubuhnya pada seorang lelaki yang hendak memboncengnya. Si lelaki sumbringah, dan..lalu.. mesin menderu, roda berputar, selamat petang, kau tak terselamatkan..

Awal malam, sebuah tanda mengawali sebuah tikungan, motor, mobil, berbaris, pria, wanita, berjejer, menatap kerlip dikejauhan. Restoran, tukang parkir, Baliho caleg, logo partai berserakan, menjijikkan. warung gedek dan gerobak berjajar, bakso, mangkok, es, 5000, sedotan, anak-anak, semak, remang, bangku kayu, spanduk kusam, pemandanan lampu kota bukan milik mereka. dan…lalu.. sebuah tugu bicara “Good Bye-thank you-see you” compang-camping. Kalimat untuk penikmat kerlip bukan untuk pengunjung gerobak bakso.

Jalan berliku,garis tengah tak putus-putus. Meliuk, menikung, menelikung, sebuah tugu raksasa di kiri, menanda batas yang tak dipedulikan gagak. Pertanda meninggalkan kota lalu masuk kota kemudian. Di kanan warung kosong, penjualnya sedang melanjutkan doa (mungkin) atau beristirahat setelah lelah berdoa sedari subuh.  Dan.. lalu.. Pohon nangka berkondom kantung plastik, kemana buah durian pergi?

Dan..lalu… terlewati, mesin berputar,roda menderu, garis putus-putus memberi tanda, menuntun, saatnya mendahului. Dan..lalu.. mesin menderu, roda berputar,pasar kosong, bangku teronggok di atas meja, semua sedang di ruang keluarga, melahap isi pasar, sisa doa.

Kerlip kendaraan semakin padat, medahului, melintasi, menunggalkan, menghadapi. Melambat, menyusul, klakson, lampu sign. Warung cepat saji, barisan orang menunggu, ngantri, sebuah paha, sebuah dada, sebuah sayap berbalut tepung dalam wajan, minyak mendidih, air membeku, sekepal nasi, sebotol teh, berbaris, menunggu, menanti, pesanan tiba. Dan… lalu… sisa doa tak laku, mesin menderu, roda berputar, gelap memekat, cahaya tegas.

Berkelit, menyelinap, menyusup, berhenti, lampu merah menyala. Menikung, kiri, kanan, lurus melaju, klakson, teriakan, cekikikan, baliho, markah jalan, dan.. lalu.. ruas mengecil, garis hilang, lampu merenggang, berhenti. Dan.. lalu.. sebuah kursi menunggu, sebuah meja kosong, sebotol air ditegak.

Sebuah layar ditatap, ucapan tindih menindih di dinding, tertumpuk, doa, harapan, jualan. “selamat Galungan & Kuningan”, “selamat Natal”, “Marry Christmas”, “jokowi”, “prabowo”, “ijin lokasi reklamasi” “susi puji astuti” dan.. lalu… Gubernur Bali ke mana? Dan.. lalu.. Gubernur Bali ke mana?

Ahhh… selamat hari raya; Galungan dan Natal 2018.

Tags: gaya hiduphari raya galunganNatal
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Waktu –Orasi Jun pada Peluncuran Buku Puisi “Saron” di Jatijagat Kampung Puisi

Next Post

Kama, Pencipta Waktu

Lanang Taji

Lanang Taji

Part time citizen, full time netizen. tukang tulis di I NI timpalkopi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kama, Pencipta Waktu

Kama, Pencipta Waktu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co