23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Random Note #3 – Dan… Lalu… Rabu Wage Dungulan Terlewati

Lanang Taji by Lanang Taji
December 27, 2018
in Esai
Random Note #3 – Dan… Lalu… Rabu Wage Dungulan Terlewati

Foto: L Taji

Senja turun, kunci masuk, sebuah kantung  plastik menggantung, kolam yang keruh, mendung yang menggantung, tas punggung, tongkat.

Dan… lalu…?

Jalan menurun, daun-daun membusuk, lumut melapisi beton, roda berputar — dan berputar dan berputar, mesin menderu, jeruk bergelantungan.

Dan… lalu…?

Tenda dibongkar, kerumunan bubar, keriuhan sepi, senja turun mendung mengantung, raksasa terpaku, lelaki tua membersihkan sisa keriuhan. Bulu-bulu ayam berhamburan, benang-benang putus, berserakan, noda darah membekas, ke mana aroma dupa tadi pagi?

Dan… lalu…?

Beringin menatap, dahan kering teronggok, sisa doa berserakan. Sapu berisik, obrolan berbisik, roda melaju, mesin menderu. Dan… lalu…

Keranjang bercahaya, menyala, bocah beriringan, lampu menyala terpal biru, coklat, oranye kusam. Bocah memilih permainan, memilah mainan, pakaian, santapan di antara rumput, kelapa, senja, aroma parfum murahan Abege di gerbang puber. Milisi tradisi bersiaga, motor berjejer, di mana destar putih tadi pagi? Dan… lalu.. tong belum edan, masih sore, belum ramai.

Roda berputar, mesin menderu, dua buah benang berwarna putih melingkar di pergelangan tangan kanan, dipasang dalam dua hari yang berbeda, aku tak berubah, demikian juga mereka, mungkin juga kalian. Sebuah gelang kuning hitam melingkar di pergelangan kiri.

Senja mulai turun, serangga petang bersenandung nyaring. Serangga kecil melintas memburu lampu-lampu yang kian jelas, bersinar. Roda berputar, mendung menggantung, mesin menderu, dan… lalu… lalu… roda berputar, mesin menderu, senja menurun.

Garis putus-putus tergurat, menuntun menuju garis berliku tak berjeda, sebuah papan reklame berdiri, kosong, memuat karat, kosong, siapa di sana kemarin? Ke mana dia sekarang? Dan.. lalu… roda berputar,jalan bergelombang, mesin menderu, senja menurun, dan.. lalu…

Sebuah tanda dipasang, mengalihkan, melarang. Jalur baru harus dilalui, sebuah petunjuk, hari ini tak ada jalur biasa,tak ada ruas yang sama. Lampu kian jelas datang dari hadapan, tepat menyasar mata, menusuk. Serangga senja menyusup di antara benderang dan silau, menusuk, seolah mengingatkan betapa berbahayanya melihat. Dan lalu… mesin menderu, roda berputar, senja menurun.

Sebuah tugu memuat kata merdeka berwarna merah dan putih kusam berdebu, menandai, mengingatkan, menyakinkan bahwa kemerdekaan sudah di genggaman, sudah dirasakan, sudah dinikmati. Dan… lalu… roda menderu, mesin berputar, senja menurun.

Reklame berbaris, besar, “ayo ke sungai” mengajak bermain, tidak gratis, tidak, “ayo ke sungai, bermain,” tidak gratis, tidak. Saku diraba, tak cukup untuk masuk ke sungai, bermain. Dan… lalu…, mesin menderu, roda berputar, sungai mengalir, seja menurun.

Sebuah plat nama dipajang di atas, di bawah sungai mengalir tak peduli nama yang disematkan. Seoarang lelaki telanjang membasuh air sakral yang dipercikkan pagi tadi, sementara lelaki lain memuat sebuah jerigen penuh air ke dalam motornya. Plat nama berdiri, air mengalir, dua pria larut dalam lakunya. Dan.. lalu.. roda berputar, lampu menyala, mesin menderu, klakson berbunyi melintasi jembatan.

Berkas sinar kian jelas, kian cepat melintas. Sebuah pick-up putih memuat peralatan, berjejal, pemandu terselip diataranya. Air mengalir ke hilir tak cukup, tak cukup aman, tak cukup nyaman, bermain di sungai harus aman, harus nyaman. Mengalir ke hilir halus mengikuti panduan. Dan.. lalu.., roda berputar, sebuah pick-up berplat merah dihadapan, menyusuri garis yang enggan terjeda.

Dari depan seorang perempuan duduk di balik lelaki yang dipercayai untuk membawanya melaju. Sementara sebuah tangan mungil muncul dari hoodie belang pink, berusaha memeluk pinggang ibunya yang duduk di belakang sang ayah, pelan berjalan di hadapan, di belakang sebuah mobil SUV hitam mengkilap. Dan..lalu…, senja menurun, roda berputar, mesin menderu.

Perempuan muda duduk di depan gapura, menemani dua perempuan tua  yang ada  di hadapannnya, menunggu senja kian gelap, menunggu entah apa yang akan datang, lalu seorang lelaki duduk termangu di depan gapura yang lainnnya, memandang senja melintas begitu saja. Dan.lalu..senja turun, semakin  turun, roda berputar, semakin kencang, mesin semakin  menderu.

Asap terbang memotong jalan, menyeruak dari janur sisa-sisa doa yang membekap api. Asap,doa,terbang,samar,hilang dan api membakar kemudian. Dan…lalu… kerangka reklame berkarat, pohon perindang terkelupas, roda menderu, mesin berputar.

Merpati bergerombol, tanpa surat, merenggangkan otot, melemaskan sayap. Berputar di atas rumah empunya. Gemericik lonceng ditelan deru mesin, laju kendaraan, musik dari speaker di posko dengan pemuda telanjang dada merayakan harinya. merayakan hari di mana doa telah dikirim, (mungkin) sampai di langit bingung. Dan..lalu..musik semakin kencang, tubuh bergoyang, merpati semakin rendah.

Baliho-baliho caleg menjajakan diri di sepanjang jalan, gambar tampang mereka mendominasi, apa yang hendak mereka lakukan? Mereka bahkan tidak mengetahuinya. Sebuah pick-up hitam datang dari depan, memuat dua wanita tua berkebaya putih, berkulit gelap seperti senja yang kian pekat, berbincang setelah lelah menyiapkan segala sarana untuk hari yang telah ditunggu. Dan..lalu.. sorang gadis berkebaya kuning dengan kain hijau, berkulit putih berwajah bulat sebulat kaca mata yang dikenakannya menempelkan tubuhnya pada seorang lelaki yang hendak memboncengnya. Si lelaki sumbringah, dan..lalu.. mesin menderu, roda berputar, selamat petang, kau tak terselamatkan..

Awal malam, sebuah tanda mengawali sebuah tikungan, motor, mobil, berbaris, pria, wanita, berjejer, menatap kerlip dikejauhan. Restoran, tukang parkir, Baliho caleg, logo partai berserakan, menjijikkan. warung gedek dan gerobak berjajar, bakso, mangkok, es, 5000, sedotan, anak-anak, semak, remang, bangku kayu, spanduk kusam, pemandanan lampu kota bukan milik mereka. dan…lalu.. sebuah tugu bicara “Good Bye-thank you-see you” compang-camping. Kalimat untuk penikmat kerlip bukan untuk pengunjung gerobak bakso.

Jalan berliku,garis tengah tak putus-putus. Meliuk, menikung, menelikung, sebuah tugu raksasa di kiri, menanda batas yang tak dipedulikan gagak. Pertanda meninggalkan kota lalu masuk kota kemudian. Di kanan warung kosong, penjualnya sedang melanjutkan doa (mungkin) atau beristirahat setelah lelah berdoa sedari subuh.  Dan.. lalu.. Pohon nangka berkondom kantung plastik, kemana buah durian pergi?

Dan..lalu… terlewati, mesin berputar,roda menderu, garis putus-putus memberi tanda, menuntun, saatnya mendahului. Dan..lalu.. mesin menderu, roda berputar,pasar kosong, bangku teronggok di atas meja, semua sedang di ruang keluarga, melahap isi pasar, sisa doa.

Kerlip kendaraan semakin padat, medahului, melintasi, menunggalkan, menghadapi. Melambat, menyusul, klakson, lampu sign. Warung cepat saji, barisan orang menunggu, ngantri, sebuah paha, sebuah dada, sebuah sayap berbalut tepung dalam wajan, minyak mendidih, air membeku, sekepal nasi, sebotol teh, berbaris, menunggu, menanti, pesanan tiba. Dan… lalu… sisa doa tak laku, mesin menderu, roda berputar, gelap memekat, cahaya tegas.

Berkelit, menyelinap, menyusup, berhenti, lampu merah menyala. Menikung, kiri, kanan, lurus melaju, klakson, teriakan, cekikikan, baliho, markah jalan, dan.. lalu.. ruas mengecil, garis hilang, lampu merenggang, berhenti. Dan.. lalu.. sebuah kursi menunggu, sebuah meja kosong, sebotol air ditegak.

Sebuah layar ditatap, ucapan tindih menindih di dinding, tertumpuk, doa, harapan, jualan. “selamat Galungan & Kuningan”, “selamat Natal”, “Marry Christmas”, “jokowi”, “prabowo”, “ijin lokasi reklamasi” “susi puji astuti” dan.. lalu… Gubernur Bali ke mana? Dan.. lalu.. Gubernur Bali ke mana?

Ahhh… selamat hari raya; Galungan dan Natal 2018.

Tags: gaya hiduphari raya galunganNatal
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Waktu –Orasi Jun pada Peluncuran Buku Puisi “Saron” di Jatijagat Kampung Puisi

Next Post

Kama, Pencipta Waktu

Lanang Taji

Lanang Taji

Part time citizen, full time netizen. tukang tulis di I NI timpalkopi

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kama, Pencipta Waktu

Kama, Pencipta Waktu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co