12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rakara, Workshop Pertunjukan, dan Sejarah Tubuh

Devy Gita by Devy Gita
February 19, 2018
in Lingkungan
Rakara, Workshop Pertunjukan, dan Sejarah Tubuh

PROSES penciptaan mengkhususkan pada etika dan estetika untuk kemudian dikelola melalui spirit yang ada pada diri manusia. Bahan-bahannya kemudian muncul dari suatu keluhuran budaya yang tercipta dari sejarah hingga geografis.

Pada diri manusia terdapat suatu luapan jiwa dari respon sosial, yang meliputi ruang, waktu dan peristiwa, yang menginisiasi rasa atau gairah untuk berkarya seni. Teater antropologi menjadi dasar dari tiap konsep karya Anwari.

Prosesnya dengan menggali kebudayaan manusia, terutama pelaku seni dalam kesehariaannya, di mana transisi kebudayaan yang lahir dipengaruhi dari kondisi geografis hingga sejarah. Pengalaman tubuh tersebut menjadi perjalanan batin yang dianalogikan sebagai perjalanan spiritual terhadap Ketuhanan. Seiring berjalanannya waktu, individu telah melewati sejumlah peristiwa budaya yang menjadi rekam sejarahnya.

SIAPA ANWARI?

Anwari merupakan seorang aktor yang lahir di Sumenep pada 2 April 1992. Beberapa kali menjadi monologer terbaik dalam ajang Monolog Ruang Publik yang diadakan oleh Federasi Teater Indonesia (2011), Festival Monolog Dramakala di London School Jakarta (2012) atas karyanya yang berjudul “Gen”, dan dengan karyanya yang berjudul “Feminisme” di ajang monolog Federasi Teater Indonesia (2013).

Masih di tahun yang sama, menjadi aktor terbaik dalam Festival Teater Internasional di Maroko, Afrika Utara. Karyanya yang berjudul “Kapal Terbang dari Bantal” (dari naskah Afrizal Malna) mendapat Hibah Seni Kelola dalam kategori Karya Inovatif (2014). Pada tahun 2014 mendirikan Padepokan Seni Madura.

Pada tahun 2015 menghasilkan dua karya berkelanjutan, “Mini-Mini #2”, mengantarkannya menjadi penyaji terbaik dalam Teater Poriodik yang diadakan Dewan Kesenian Jawa Timur; dan “Mini-Mini #3”, sebgai penyaji teater dalam acara Parade Teater Nusantara yang diadakan di Taman Budaya Jawa Timur. Dan pada tahun 2016 menerima kembali Hibah Seni Kelola, dengan kategori Karya Keliling.

Mengawali membawa kosep teater antropologi sejak masih kuliah S1, Anwari mulai tekun mengembangkannya hingga mendapat metodenya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, konsentrasinya ini membawanya pada berbagai pengalaman berkesenian, mulai dari di lingkungan rumahnya hingga luar Indonesia. Maka ketika metode berlatihnya telah mulai mantap ia pakai dalam sejumlah karyanya, cukup menarik jika metode ini juga dibagi tidak saja untuk komunitas atau pertunjukannya sendiri.

Karena itulah Kamateatra Art Project mengajak Padepokan Seni Madura, yang dalam hal ini adalah komunitas tempat Anwari berkesenian, untuk membuat sebuah perjalanan membuat workshop dan pertunjukannya dari kota ke kota. Harapannya tentu untuk berbagi metode berlatih aktor dari Anwari dan membawa pertunjukannya sebagai satu kesatuan. Dibuatlah sebuah roadshow workshop metode berlatih aktor dan pertunjukan teater antropologi oleh Anwari ini.

Roadshow ini bertujuan untuk mengenalkan isu teater antropologi bagi para pelaku maupun peminat teater di daerah – daerah dengan membuka diskusi terbuka seputar metode latihan aktor dan teater antropologi. Kemudian memberikan teknik  teknik latihan teater ala Anwari. Roadshow ini juga menghadirkan pertunjukan teater antropologi dilanjutkan dengan diskusi terbuka seputar pertunjukan teater antropologi yang telah dibawakan. Juga sebagai sarana silaturahmi bagi pegiat atau penikmat seni pertunjukan.

RAKARA

Pertunjukan ini berjudul Rakara. Berangkat dari realita bahwa bahasa Madura telah hadir di tengan-tengah  masyarakat  Indonesia dengan  keheterogenannya,  maka  menarik untuk dihadirkan dalam bentuk pertunjukan bagaimana bahasa itu unik dan mampu bercerita lebih.

Bagian ini sendiri cukup jarang dieksplor dalam model pertunjukan. Bahasa Madura sendiri dihadirkan tidak hanya sebagai media pertunjukan dalam bentuk dialog, namun ia dapat hadir sebagai fokus utama. Kehadirannya dalam dialek yang memiliki kekhasan pada lingkup sosial masyarakat Indonesia ini akan semakin menarik jika dieksplor juga modelnya. Bagaimana dialek bahasa Madura klasik dan yang biasa digunakan masyarakat perantauan pedagang saat ini.

Benturan-benturan itulah yang akan ditransformasikan dalam bentuk pertunjukan.Pertunjukan  ini  akan  memanfaatkan  media  tikar  (rakara)  siwalan  yang  menjadi simbol interaksi masyarakat Madura di mana saja, seperti di langgar, teras, hingga pasar.

Para pemain akan berangkat dari media ini untuk bergerak. Kehadiran tikar (rakara) siwalan ini sendiri menjadi penting dan menunjukkan gambaran identitas manusia Madura yang sebenarnya tidak lebih akrab dengan kursi. Manusia Madura yang hadir di sini adalah yang perantau. Dialek yang digunakan adalah dialek Madura klasik hingga yang biasa digunakan saat ini dalam situasi sosial perantau. Untuk dialek Madura klasik akan dihadirkan dalam model mamaca  (tembang  atau  puisi  tradisi  Madura)  dengan  segala  kelembutan  dan  lekuk iramanya.

Sedang  untuk  dialek  Madura  yang  hadir  di  situasi  perantau  saat  ini  akan membawa nuansa manusia Madura yang lincah dan lantang. Body movement para pemain yang digunakan di sini diambil dari kultur klasik tubuh Madura yang dinamis. Gerak tubuh ini dipadukan dengan material teks kultur Madura.

Roadshow workshop dan pertunjukan RAKARA telah dipentaskan di Jogjakarta, Surabaya dan Jember beberapa waktu lalu. Masih pada bulan yang sama roadshow workshop dan RAKARA akan berlabuh di Denpasar, Bali. Bekerja sama dengan Teater Kalangan, Kamateatra Art Project bersama Padepokan Seni Madura akan mengadakan workshop teater antropologi juga pertunjukan RAKARA bertempat di Kulidan Kitchen and Space pada hari Sabtu, 24 Februari 2018. Sila hadir, menyaksikan dan bersenang – senang bersama.

Informasi lebih lanjut juga tiket workshop dan pementasan dapat dipesan sebelum acara berlangsung dengan menghubungi narahubung Sumahardika: 081805552079 atau Devy Gita: 085857491915. (T)

 

Tags: Maduraseni pertunjukanTeater
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Next Post

Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co