13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rakara, Workshop Pertunjukan, dan Sejarah Tubuh

Devy Gita by Devy Gita
February 19, 2018
in Lingkungan
Rakara, Workshop Pertunjukan, dan Sejarah Tubuh

PROSES penciptaan mengkhususkan pada etika dan estetika untuk kemudian dikelola melalui spirit yang ada pada diri manusia. Bahan-bahannya kemudian muncul dari suatu keluhuran budaya yang tercipta dari sejarah hingga geografis.

Pada diri manusia terdapat suatu luapan jiwa dari respon sosial, yang meliputi ruang, waktu dan peristiwa, yang menginisiasi rasa atau gairah untuk berkarya seni. Teater antropologi menjadi dasar dari tiap konsep karya Anwari.

Prosesnya dengan menggali kebudayaan manusia, terutama pelaku seni dalam kesehariaannya, di mana transisi kebudayaan yang lahir dipengaruhi dari kondisi geografis hingga sejarah. Pengalaman tubuh tersebut menjadi perjalanan batin yang dianalogikan sebagai perjalanan spiritual terhadap Ketuhanan. Seiring berjalanannya waktu, individu telah melewati sejumlah peristiwa budaya yang menjadi rekam sejarahnya.

SIAPA ANWARI?

Anwari merupakan seorang aktor yang lahir di Sumenep pada 2 April 1992. Beberapa kali menjadi monologer terbaik dalam ajang Monolog Ruang Publik yang diadakan oleh Federasi Teater Indonesia (2011), Festival Monolog Dramakala di London School Jakarta (2012) atas karyanya yang berjudul “Gen”, dan dengan karyanya yang berjudul “Feminisme” di ajang monolog Federasi Teater Indonesia (2013).

Masih di tahun yang sama, menjadi aktor terbaik dalam Festival Teater Internasional di Maroko, Afrika Utara. Karyanya yang berjudul “Kapal Terbang dari Bantal” (dari naskah Afrizal Malna) mendapat Hibah Seni Kelola dalam kategori Karya Inovatif (2014). Pada tahun 2014 mendirikan Padepokan Seni Madura.

Pada tahun 2015 menghasilkan dua karya berkelanjutan, “Mini-Mini #2”, mengantarkannya menjadi penyaji terbaik dalam Teater Poriodik yang diadakan Dewan Kesenian Jawa Timur; dan “Mini-Mini #3”, sebgai penyaji teater dalam acara Parade Teater Nusantara yang diadakan di Taman Budaya Jawa Timur. Dan pada tahun 2016 menerima kembali Hibah Seni Kelola, dengan kategori Karya Keliling.

Mengawali membawa kosep teater antropologi sejak masih kuliah S1, Anwari mulai tekun mengembangkannya hingga mendapat metodenya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, konsentrasinya ini membawanya pada berbagai pengalaman berkesenian, mulai dari di lingkungan rumahnya hingga luar Indonesia. Maka ketika metode berlatihnya telah mulai mantap ia pakai dalam sejumlah karyanya, cukup menarik jika metode ini juga dibagi tidak saja untuk komunitas atau pertunjukannya sendiri.

Karena itulah Kamateatra Art Project mengajak Padepokan Seni Madura, yang dalam hal ini adalah komunitas tempat Anwari berkesenian, untuk membuat sebuah perjalanan membuat workshop dan pertunjukannya dari kota ke kota. Harapannya tentu untuk berbagi metode berlatih aktor dari Anwari dan membawa pertunjukannya sebagai satu kesatuan. Dibuatlah sebuah roadshow workshop metode berlatih aktor dan pertunjukan teater antropologi oleh Anwari ini.

Roadshow ini bertujuan untuk mengenalkan isu teater antropologi bagi para pelaku maupun peminat teater di daerah – daerah dengan membuka diskusi terbuka seputar metode latihan aktor dan teater antropologi. Kemudian memberikan teknik  teknik latihan teater ala Anwari. Roadshow ini juga menghadirkan pertunjukan teater antropologi dilanjutkan dengan diskusi terbuka seputar pertunjukan teater antropologi yang telah dibawakan. Juga sebagai sarana silaturahmi bagi pegiat atau penikmat seni pertunjukan.

RAKARA

Pertunjukan ini berjudul Rakara. Berangkat dari realita bahwa bahasa Madura telah hadir di tengan-tengah  masyarakat  Indonesia dengan  keheterogenannya,  maka  menarik untuk dihadirkan dalam bentuk pertunjukan bagaimana bahasa itu unik dan mampu bercerita lebih.

Bagian ini sendiri cukup jarang dieksplor dalam model pertunjukan. Bahasa Madura sendiri dihadirkan tidak hanya sebagai media pertunjukan dalam bentuk dialog, namun ia dapat hadir sebagai fokus utama. Kehadirannya dalam dialek yang memiliki kekhasan pada lingkup sosial masyarakat Indonesia ini akan semakin menarik jika dieksplor juga modelnya. Bagaimana dialek bahasa Madura klasik dan yang biasa digunakan masyarakat perantauan pedagang saat ini.

Benturan-benturan itulah yang akan ditransformasikan dalam bentuk pertunjukan.Pertunjukan  ini  akan  memanfaatkan  media  tikar  (rakara)  siwalan  yang  menjadi simbol interaksi masyarakat Madura di mana saja, seperti di langgar, teras, hingga pasar.

Para pemain akan berangkat dari media ini untuk bergerak. Kehadiran tikar (rakara) siwalan ini sendiri menjadi penting dan menunjukkan gambaran identitas manusia Madura yang sebenarnya tidak lebih akrab dengan kursi. Manusia Madura yang hadir di sini adalah yang perantau. Dialek yang digunakan adalah dialek Madura klasik hingga yang biasa digunakan saat ini dalam situasi sosial perantau. Untuk dialek Madura klasik akan dihadirkan dalam model mamaca  (tembang  atau  puisi  tradisi  Madura)  dengan  segala  kelembutan  dan  lekuk iramanya.

Sedang  untuk  dialek  Madura  yang  hadir  di  situasi  perantau  saat  ini  akan membawa nuansa manusia Madura yang lincah dan lantang. Body movement para pemain yang digunakan di sini diambil dari kultur klasik tubuh Madura yang dinamis. Gerak tubuh ini dipadukan dengan material teks kultur Madura.

Roadshow workshop dan pertunjukan RAKARA telah dipentaskan di Jogjakarta, Surabaya dan Jember beberapa waktu lalu. Masih pada bulan yang sama roadshow workshop dan RAKARA akan berlabuh di Denpasar, Bali. Bekerja sama dengan Teater Kalangan, Kamateatra Art Project bersama Padepokan Seni Madura akan mengadakan workshop teater antropologi juga pertunjukan RAKARA bertempat di Kulidan Kitchen and Space pada hari Sabtu, 24 Februari 2018. Sila hadir, menyaksikan dan bersenang – senang bersama.

Informasi lebih lanjut juga tiket workshop dan pementasan dapat dipesan sebelum acara berlangsung dengan menghubungi narahubung Sumahardika: 081805552079 atau Devy Gita: 085857491915. (T)

 

Tags: Maduraseni pertunjukanTeater
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Next Post

Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails
Next Post
Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Tajen, Apa Kabarmu di Musim Pilkada Hari ini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co