24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersiap Mendengar Indonesia dari Antrabez, “Anak Terali Besi” Lapas Kerobokan

tatkala by tatkala
February 2, 2018
in Pertanian

Band Antrabez saat jumpa pers di Denpasar

 

DI dalam penjara, orang bisa kehilangan akal. Tetapi tidak dengan Antrabez, band beranggotakan Napi Lapas Kerobokan. Mereka bernyanyi, mereka bermusik.  Dan, bagus.

Siap-siaplah mendengarkan salah satu lagu andalannya mereka yang bertajuk Indonesia. Lagu dengan tema besar tentang sebuah bangsa yang dicinta. Atau sebuah wilayah tempat mereka hidup. Mereka memilih tema sendiri dengan kesadaran penuh, terutama tentang manis-pahit kehidupan sehari-hari.

Mereka pun tak ragu mengusung tema-tema alam dengan segala problematika yang terjadi di dunia, dan lingkungan sekitarnya. Jadi siapsiap juga mendengar lagu “Alam Bernyanyi”. Lagu yang apik.  Lagu itu masuk ke dalam album kompilasi Puputan Melawan Korupsi dalam rangka Festival Anti Korupsi yang diselenggarakan KPK.

“Indonesia” dan “Alam Bernyanyi” akan bisa didengarkan pada album Antrabez  yang kedua. Lagu lainnya adalah “Secret of Life”, “No More Fear Livin’ two life forever”,  “Friday Night”, “Rhythm of Love”, “Alive”,  “Stop the War”,  “Wild Roses”,  dan “Beneath of Lies”.

Cinta, Alam, dan Negeri

Dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa 5 Desember 2017, terjelaskan proses album kedua ini melibatkan Antida Music Productions yang memang punya perhatian besar terhadap perkembangan musik di Bali, terutama musik yang berasal dari “luar kebiasaan”.

Antida Music Productions melihat kinerja dan kemauan keras Antrabez yang tak pernah letih dan terus bertekun dalam dunia musik tanah air. Hal inilah yang menyebabkan Antida Music Productions turut mengambil bagian untuk memfasilitasi Antrabez dalam merekam lagu-lagu mereka.

Anom Antida dan Kalapas Kerobokan Tony Nainggolan saat jumpa pers album kedua Antrabez di Denpasar, Selasa 5 Desember 2017

Anom Darsana, direktur sekaligus pemilik Antida Music Productions membuka tangannya untuk memproduksi album kedua milik Antrabez ini.

Album kedua milik Antrabez ini memang mengusung ema-tema di seputaran kehidupan, cinta, alam, dan untuk Negeri tercinta Indonesia, tetapi tentu saja lirik ini dibungkus dengan unik sehingga bisa menjadi salah satu alternative lagu yang akan disukai oleh masyarakat luas.

Sebab, meskipun tema ini masih merupakan seputaran tema yang pada umumnya, tetapi ruh dan jiwa lagu dalam album ini, tentu akan memberikan pengalaman yang tidak biasa di telinga masyarakat Indonesia, karena segala keringat pikiran dari seorang Octav Sicilia, salah satu personel Antrabez yang juga merupakan seorang pencipta lagu kedua ini, berdarah-darah menggodok lagu ini di penjara.

Proses rekaman dari album kedua Antrabez ini, kemungkinan akan menghabiskan waktu 2-3 bulan, dan semoga hal ini sudah selesai digarap bersama, agar launching Album ini dapat digelar pada bulan Februari mendatang.

Kalapas Kerobokan Bali, Tony Nainggolan, juga punya perhatian besar terhadap Antrabez. Ia dengan semangat mendukung terwujudnya mimpi-mimpi Antrabez dalam rekaman album kedua ini.

Tony Nainggolan, selaku Kalapas Kerobokan, memberikan dukungan penuh kepada Antrabez dalam mewujudkan semua mimpi mereka melalui kegiatan yang aktif dan kreatif ini, dan tidak hanya sebatas itu, ia juga berharap untuk langkah keatif ini bisa ditiru oleh semua potensi-potensi yang ada di dalam Lapas Kerobokan Badung.

Antrabez pun akan memberikan yang terbaik semaksimal mungkin untuk bisa diterima di kalangan masyarakat, dan album kedua ini dapat ditangapi secara positif oleh masyarakat yang ada. Semua yang terbaik, Antrabez sajikan dari hati mereka. Dan dari hati, kemurnian dan keindahan akan senantiasa tercipta.

Begitulah, Antrabez tetap berpikir besar, meski di ruangan sempit. Dengan berpikir besar, Antrabez bangkit melampaui situasi yang ada, dan mulai menciptakan masa depan yang cemerlang yang mereka pilih: Tetap berkreativitas, meski raga terpenjara.

Antrabez, Anak Terali Besi

Antrabez, sejak terbentuk di Lapas Kerobokan, memang tidak pernah kehilangan akal untuk selalu menumbuhkan minat dan kreativitas mereka dalam bermusik, meski raga mereka terkurung di dalam jeruji besi. Kesedihan, penderitaan, dan kegelisahan tidak selamanya dapat membunuh kreativitas mereka, justru sebaliknya, ketiga hal itu membuat mereka menjadi luar biasa kreatif, dan melahirkan karya-karya musik yang apik.

Antrabez, yang berarti “Anak Terali Besi” merupakan band yang terlahir dari dalam Lapas Kerobokan, Bali dan seluruh personilnya adalah Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) dengan talenta musik yang baik. Saat ini personil Antrabez sendiri ada yang masih menjadi WBP, namun juga ada yang sudah meraih kebebasannya dan menjadi mantan WBP.

Keberadaan group band ini bermula saat dibentuknya Sanggar Seni Semeton di Lapas Kerobokan, Bali, pada bulan Mei tahun 2016 dan dipelopori oleh Pak Toro, Mantan Kalapas Kerobokan yang termotivasi untuk melakukan suatu perubahan yang positif, khususnya melalui berbagai program pembinaan yang dapat mengembangkan kreativitas dan potensi para Warga Binaan Permasyarakatan.

Melalui karya-karyanya diharapkan dapat memotivasi sekaligus menjadi bukti bahwa kita tetap mampu berkreasi dan berkarya meskipun dibatasi oleh terali besi, sebab kreativitas adalah hal yang tanpa batas.

Demikianlah, Antrabez tak ragu lagi untuk menyinari panggung musik Indonesia, dengan berbekal Love, Life, Loyal – Kecintaan mereka dengan musik, kehidupan mereka dengan bermusik, loyalitas mereka dengan bermusik.

Album pertamanya telah diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Terdiri dari tujuh lagu terangkum apik dalam album yang berjudul “Saatnya Berubah” tersebut. Sebagian besar, lagu-lagu tersebut terinspirasi dari “Spiritual Experience” para personel maupun WBP lainnya khususnya selama menjalani masa pidana di dalam Lapas.

Tidak hanya sebatas itu, Antrabez pun telah memiliki sebuah video klip dari album perdananya tersebut, yang digarap oleh sineas muda nusantara Erick EST. Pengambilan gambar banyak dilakukan di dalam Lapas Kerobokan, termasuk merekam berbagai aktivitas para binaan yang jarang sekali diketahui oleh masyarakat luas.

Di album kedua yang sedang dalam proses, Antrabez akan hadir dengan pukau yang memikat. Pukau yang bisa didengar, dilihat, dirasakan oleh setiap mata, dan setiap manusia. Pukau yang hadir mengaliri indera. Pukau yang tidak terbatas (no limit) yang meyakinkan bahwa kreativitas mengalir seperti air dan cahaya: tidak terkukung, dan tidak terbatas. (T/R/Pran)

Tags: alamIndonesiamusiknara pidana
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Kuta: Dari Tempo Doeloe Hingga ke Mimpi “Kuta International Art Biennale”

Next Post

Fajar Ramadan# Puisi-puisi: Kereta Waktu, Setelah Dunia Selesai

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post

Fajar Ramadan# Puisi-puisi: Kereta Waktu, Setelah Dunia Selesai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co