15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasca Wirsutha, Roh Gde Manik dan Tabuh yang Hilang – Catatan Jelang “Mebarung” di Singaraja

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Esai

Made Pasca Wirsutha alias Dekpas Kocok

 

INI kejadian aneh yang dirasa I Made Pasca Wirsutha alias Dekpas Kocok. Suatu kali, ketika sedang memainkan kendang mengiringi tabuh Kebyar Legong di kawasan Kerta Gosa Klungkung, ia seperti trance, kesadarannya melemah. Padahal saat itu ia sedang amat semangat memainkan Kebyar Legong, tabuh masa silam yang nyaris hilang, yang berbulan-bulan digalinya dengan susah payah.

Saat kesadarannya melemah itulah berkelebat tangan seseorang – tangan yang agak keriput milik seorang yang sudah sepuh. Tangan tua itu dengan kuat memegang tangan kekar Dekpas, lalu seperti seorang pelatih kendang, tangan tua itu mengarahkan tangan Dekpas seakan menggiringnya untuk memukul kendang Kebyar Legong dengan benar. Seperti seorang murid yang manis, Dekpas menurut saja, dan Kebyar Legong bergema dengan menakjubkan seolah-olah menggema dari dunia gaib. Tepuk tangan penonton bertalu-talu.

Begitu turun panggung, ia menceritakan kejadian itu pada gurunya, sesepuh Padepokan Seni Dwi Mekar, Nyoman Durpa (semoga beliau bahagia di surga). Saat itu Durpa tersenyum seakan-akan sudah tahu apa yang dialami Dekpas. “Itulah taksu yang diturunkan Bapa Gde Manik. Roh Bapa Gde Manik turun langsung mengajarimu bagaimana mainan kendang Kebyar Legong seperti aslinya di masa lampau.” Seperti itulah kata Durpa sebagaimana diingat Dekpas.

Gde Manik adalah pencipta tabuh dan tari Kebyar Legong. Aslinya tabuh itu berdurasi 90 menit dengan variasi gending yang cepat, agak rumit, namun menyenangkan. Ketika tarian panjang itu dipentaskan di Istana Tampaksiring sekitar tahun 1950-an dan ditonton Presiden Soekarno, tarian itu diminta oleh Soekarno untuk dipangkas. Maka Kebyar Legong pun dipendekkan, lalu diubah namanya menjadi Terunajaya. Setelah disulap jadi Terunajaya, tarian itu kemudian dipentaskan di Istana Presiden di Jakarta. Soekarno senang.

Dekpas adalah seorang seniman karawitan di Buleleng yang punya ambisi besar menggali, merekonstruksi, dan menghidupkan kembali tari dan karawitan asli masa silam yang diciptakan maestro besar di masa lalu. Salah satunya adalah menggali tabuh dan tari Kebyar Legong sesuai dengan aslinya. Ia mendengar kembali rekaman-rekaman dan cerita yang diperoleh dari sejumlah sumber, lalu dibantu sejumlah teman-temannya di Padepokan Dwi Mekar, Kebyar Legong itu sukses ia tampilakn kembali.

Namun ia merasa upayanya masih belum sempurna betul. Ia belum sepenuhnya yakin bahwa ingatan-ingatan masa lalu yang dicatat dan kemudian dituangkan dalam tabuh itu sesuai dengan repertoar aslinya, terutama gebukan kendangnya. Untuk itulah, mungkin, Gde Manik tak tega melihat Dekpas gusar dan galau, sehingga rohnya turun mengajari Dekpas memainkan kendang Kebyar Legong secara aneh dan gaib. Dan Dekpas berusaha terus mengingat bagaimana gebukan kendang gaib Gde Manik saat pentas di Klungkung, namun hingga kini ia belum bisa mengingatnya dengan terang dan jelas.

Setelah kejadian di Klungkung yang aneh dan gaib, Dekpas makin gila. Ia menggali kembali karya-karya Gde Manik, sebanyak-banyaknya, sebanyak yang ia temukan dari cerita seniman-seniman tua di Buleleng dan dari rekaman yang sebagian besar ditemukan atas bantuan temannya di luar negeri, terutama di Belanda. Sampai akhirnya ia berhasil menggali sejumlah karya lama Gde Manik yang nyaris hilang ditelan glamor tetabuhan masa kini.

Salah dua hasil galiannya adalah tabuh Baratayuda dan Sari Anom. Kedua karya itu diciptakan Gde Manik bersama Pan Wandres. Dua tabuh itu diciptakan sekitar tahun 1962, atau mungkin jauh sebelumnya. Bagi Dekpas, dua tabuh itu memiliki ciri yang berbeda dengan ciptaan-ciptaan Gde Manik sebelumnya. Konon seniman sekaligus pengamat seni Prof. Made Bandem juga sangat jatuh cinta dengan tabuh Baratayuda ciptaan Gde Manik itu.

Dua tabuh itulah yang akan ditampilkan dalam Gong Mebarung Buleleng-Denpasar, “Menyurat yang Silam Menggurat” yang Datang di Sasana Budaya Singaraja, Sabtu 14 Oktober 2017, pukul 19.00 wita. Silakan datang.

Rekonstruksi Terus Menerus

Lambat-laun, Pasca Wirsutha alias Dekpas ketagihan melakukan penggalian atau rekonstruksi terhadap karya-karya maestro masa lalu. Dia yang memiliki pergaulan luas, bukan hanya di Buleleng atau Bali tapi juga di luar negeri. Dan pergaulan itu membantunya untuk memenuhi ambisinya menggali seluruh karya-karya tari dan karawitan masa lalu.

Yang penting dicatat, rekonstruksi itu sebagian besar dilakukan secara swadaya, tanpa disertai dana proyek dari lembaga pemerintah atau lembaga swasta. Ia keluar uang sendiri, tenaga sendiri, namun bantuan yang diperoleh dari temen-temannya tak bisa dihargai dengan uang.

Beberapa yang tercatat, ia sudah mengggali Tari Pengeleb dan Pudak Sinunggal yang berasal dari Desa Menyali. Ia juga mereknstruksi Tari Wiranjaya, Cendrawasih dan Palawakya khas dari wilayah Dauh Njung Buleleng. Upaya-upaya itu dibantu oleh sejumlah sanggar dan sekeha gamelan di Buleleng dan Gianyar. Untu Tari Pengeleb ia lakukan bersama Sanggar Cudamani Ubud, untuk Wiranjaya ia bersama Padepokan Dwi Mekar, dan untuk Cendrawasih ia bersama Sekeha Gong Banjar Paketan Singaraja.

Dekpas masih punya ambisi besar melakukan penggalian, seperti penggali sumur sedalam-dalamnya agar bisa menemukan air kebudayaan yang melimpah. Karena masih banyak karya-karya lama yang nyaris hilang dan tak diingat banyak orang. Seperti karya-karya maestro dari Desa Kedis, Merdana. Semisal Tari Tani, Tari Gotong-royong, tabuh Sopir Becak, dan Dayung Sampan. (T)

Tags: bulelenggamelangong kebyarmusik
Share247TweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Tujuh Perupa Muda “ABSTRACT IS” di Bentara Budaya Bali

Next Post

Dari Percakapan dengan Bakti Wiyasa ke Eksplorasi Mantra Nyoman Sujana Kenyem

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post

Dari Percakapan dengan Bakti Wiyasa ke Eksplorasi Mantra Nyoman Sujana Kenyem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co