14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Madrid vs Juventus: Masa sih Gak Boleh Juara Liga Champion 2 Kali Berturut?

Yoga Permana by Yoga Permana
February 2, 2018
in Esai

Sumber ilustrasi: http://www.neogaf.com/forum/showthread.php?t=1381179

JANGAN rendah diri sebagai bangsa dari timur yang begitu percaya mitos-mitos. Lha, di Eropa, belahan dunia yang konon amat modern, mitos tetap dijadikan rujukan untuk memprediksi final Liga Champion antara Real Madrid dan Juventus, Minggu 4 Juni 2017 nanti.

Semua tahu. Di media massa, mitos ini selalu jadi tema ulasan yang menarik. Sejak Kejuaraan Klub Eropa (European Cup) diubah namanya menjadi Liga Champions pada tahun 1992, tidak ada satu tim pun yang mampu mempertahankan trofi tersebut. Manchester United pernah punya kesempatan mematahkan mitos itu pada Liga Champion musim 2008-2009. Namun di final klub itu gagal setelah diempaskan Barcelona dengan 0-2.

Kini Real Madrid punya kesempatan untuk melenyapkan mitos yang selalu dibicarakan (bahkan dipercaya) oleh sebagian besar penduduk sepakbola dunia itu. Madrid seakan berakata: “Masa sih gak boleh juara Liga Champion dua kali berturut-turut? Itu hanya mitos, bukan peraturan dalam sepakbola.”

Tak diragukan lagi bahwa Real Madrid adalah raksasa sepak bola Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Sebelas piala Liga Champions sudah cukup rasanya membuktikan dominasi mereka. Pada musim ini, Real Madrid dengan sangat dramatis mampu memasuki final dan berkesempatan menjadi satu-satunya klub yang mampu mempertahankan gelar Liga Champion setelah Manchester United gagal melakukannya pada musim 2008-2009.

Real Madrid dengan sangat yakin mampu mempertahankan gelar mereka sebagai ajang balas dendam pada Juventus atas kekalahan di semifinal dua tahun lalu. Pertemuan mereka di ajang final pernah terjadi pada musim 1997-1998 dengan kemenagan tipis 1-0 untuk Real Madrid di mana Zidane saat itu masih bermain untuk si Nyoya Tua.

Memenangkang laga kali ini rasanya adalah target utama bagi si Nyonya Tua setelah mereka mampu mendominasi liga domestik dengan raihan 2 gelar (liga dan cup). Tetapi Duo Decima adalah pelengkap gelar bagi Real Madrid setelah mematahkan dominasi Barcelona di La Liga. Tentunya hanya meraih 1 gelar tidaklah cukup memuaskan gairah para madridista.

Pertandingan kali ini akan menjadi pertandingan final yang ideal. Real Madrid adalah klub yang tidak pernah gagal mencetak gol ke gawang lawan semejak perempat final Liga Champion melawan Manchester City musim lalu. Dengan ketajaman BBC (Benzema, Bale, Cristiano), mereka mampu mengkoyak-koyang tim besar sekaliber Bayern Munchen dan Athletico Madrid dengan Ronaldo mencetak back-to-back hat trick.

Juventus pun memiliki statistik yang luar biasa. Mereka adalah klub yang paling sedikit kebobolan dalam ajang kali ini. Pertahanan mereka sungguh luar biasa ditambah ambisi Buffon yang hanya melewatkan gelar Liga Champion sebelum memikirkan untuk gantung sepatu.

Real Madrid tampaknya harus berhati-hati terhadap pergerakan Dybala. Gelandang serang berusia 23 tahun ini benar-benar menjadi momok serius bagi pertahanan Real Madrid. Tak hanya itu, ketajaman Higuain akan benar-benar memutar otak Zidane untuk membendung serangan khas gaya Italia. Real Madrid juga memiliki senjata rahasia selain akan memaksimalkan produktivitas Cristiano Ronaldo. Isco telah membuktikan kelasnya sebagai gelandang kelas dunia menggantikan peran Gareth Bale yang selama ini banyak didera cidera.

Pertandingan kali ini benar-benar akan terasa spesial. Pertandingan ini akan dilaksanakan pertama kalinya dengan atap tertutup untuk menghindari serangan teror udara setelah kejadian bom di Manchester minggu lalu. Semua mata pecinta sepak bola akan tertuju pada pertandingan kali ini.

Mitos, ah Mitos!

Jika merunut pada mitos, Juventus lebih banyak diunggulkan. Sebagaimana ditulis Tribunnews.com yang mengutip laporan media Italia, Tuttosport. Media itu mengumpulkan opini dari jurnalis di tiga benua, yakni Eropa, Amerika, dan Asia. Ada 50 jurnalis yang nyetor opini. Dari 50 jurnalis itu, sebanyak 38 jurnalis lebih mendukung kemenangan Juventus.

Banyaknya penilaian Juve akan juara Liga Champions musim ini juga didukung faktor mitos bahwa belum ada juara Liga Champions dua kali berturut-turut. Sebagai juara bertahan Madrid dibebani dengan mitos yang terkenal itu. Tapi, sekali lagi, Madrid mungkin bertanya dengan tekad bulat: “masa sih mitos tak bisa dipatahkan? Itu mitos, bukan peraturan!”

Zinedine Zidane, selaku pelatih tentu punya tekad menghancurkan mitos tersebut. Sebagai salah satu pemain sekaligus pelatih yang punya “ikatan batin dan emosional” paling dalam dengan Liga Champion tentu tahu apa yang harus ia lakukan untuk membawa Real Madrid sebagai tim pertama yang menjadi juara Liga Champion dua kali berturut-turut, sekaligus sebagai juara ke-12 kalinya.

Zidane adalah salah satu pencetak gol pada final Liga Champions saat mengalahkan Bayer Leverkusen pada 2002. Saat Madrid juara Liga Champion ke-10 tahun 2014, Zidane adalah staf pelatih Carlo Ancelotti.

Yang unik, Zidane pernah menjadi pemain andalan Juventus sebelum hirah ke Real Madrid. Zidane pun sempat merasakan pahitnya dikalahkan Real Madrid di final pada 1997 dan 1998. Pada final kali ini Zidane tentu saja tak ingin membalaskan rasa pahit itu ke Madrid, melainkan justru ingin memperpanjang rasa pahit yang dialami Juventus. (T)

Tags: LIga Championmitosolahragasepakbola
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Festival Tepi Sawah: Pembawa Pesan Kesadaran terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup

Next Post

Tuhan itu Laki-laki atau Perempuan? – Renungan dari Film The Shack

Yoga Permana

Yoga Permana

Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha, Singaraja. Suka menonton bola, suka musik, teater dan sastra. Bergabung dengan Komunitas Mahima dengan konsentrasi musikalisasi puisi dan teater. Kini mulai belajar menulis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post

Tuhan itu Laki-laki atau Perempuan? – Renungan dari Film The Shack

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co