12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayoo…, Diet Internet Awal Tahun!

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 2, 2018
in Opini

“AKU lagi diet instagram bulan ini, jadi nggak tahu informasi yang lagi hits,” jawab seorang kawan dengan ketus, saat saya menanyakan informasi konser musik bulan Desember.

Teman saya yang tidak boleh disebutkan namanya (karena takut terkenal) itu berdalih instagram telah berhasil merenggut separuh jiwanya. Mulai dari bangun pagi hingga menjelang tidur setengah hidupnya ia curahkan hanya untuk melihat-lihat, berkomentar, mencaci, mengagumi unggahan orang lain, di salah satu aplikasi dunia maya yang sedang populer di Bali tersebut.

Instagram adalah aplikasi yang didominasi oleh unggahan foto atau video, beserta caption (keterangan) secukupnya untuk menjelaskan  gambar atau video yang di uploud. Sebagian besar informasi dari info lalu-lintas, bencana alam, laporan cuaca, makan siang enak, makan malam, event besar, informasi seminar, informasi lomba, sampai diskon di mall pun ada di sana. Kalau tidak tahu info viral di instagram anda akan ketinggalan kereta, tidak akan mampu menyamai frekuensi dengan yang telah mendahului.

Jangan memberanikan diri mengatakan, “Apa sih yang kalian bicarakan, aku kok nggak tahu” .

Mampus cabang bayi dah tu, anda akan mendapat kalimat balasan super nyinyir, “Masak ini aja nggak tahu sih, ke mana aja, coba cek IG…..!?”

Ini baru instagram, belum saudara-saudaranya yang lain, seperti facebook, youtube, path, stiker line, kamera 360, game Dota, game COD, serta sejumlah remeh-temeh yang berkaitan dengan dunia internet.

Satu, dua kali tak apalah mengikuti ritme kehidupan dunia maya tersebut. Tapi kalau sampai mengganggu konsentrasi pekerjaan bahkan kehidupan sosial anda, ini sangat memprihatinkan dan perlu penanganan khusus. Pasti kawan pembaca pernah mengalami ketidakfokusan lawan bicara karena konsentrasinya terbagi dengan layar smartpone. Entah melihat chat, sms, instagram, atau aplikasi lainnya. Ini sering terjadi kok. Entah anda menjadi korban atau pelakunya. Coba diingat-ingat, hayooo.

Beberapa kawan mengatakan internet sama bahayanya dengan narkoba. Narkoba merusak tubuh, kesehatan, mengganggu nalar berfikir, menghancurkan relasi pertemanan, dan kecanduan. Begitu juga dengan dunia internet bahayanya hampir sama seperti itu jika dikonsumsi berlebihan. Malah lebih parah kecanduan dunia internet merubah pelakunya menjadi manusia yang kurang peduli terhadap keadaan sekitarnya.

Adapun perbedaan mereka, satu di antaranya adalah cara untuk mendapatkannya. Narkoba dibeli dengan cara mengendap-ngendap agar tak ketahuan orang lain apalagi polisi, karena melanggar hukum.

Sementara Internet cukup datang ke counter pulsa manapun, beli pulsa seperlunya, lalu dipaketkan, dan taraaaaa….! Anda memiliki kuota untuk berselancar. Atau jika mager (malas gerak) cukup memakai layanan internet banking, jadi deh. Gampang, legal dan tidak melanggar aturan. Waduuuuuuuh. Musuh kita tidak dalam selimut, tapi selimut itu sendiri. hehehehe.

***

Wacana pengawasan orang tua terhadap anaknya yang doyan bermain internet selalu didengungkan, baik lewat iklan TV, artikel di koran, tips di twitter atau bentuk lainnya. Namun sayang informasi-informasi semacam ini tidak menyentuh semua keluarga inti. Terutama keluarga inti yang lingkungannya masih bersifat konvensional, tapi dipaksa matang dalam menyikapi terjangan teknologi dewasa ini.

Sejumlah orang tua di keluarga besar saya, memanfaatkan kecanggihan internet untuk mendiamkan, menenangkan dan menyenangkan anaknya. Tanpa pengawasan sama sekali. Mereka senang anaknya tidak rewel, sehingga dapat mengerjakan pekerjaan rumah, atau pergi bekerja dengan tenang, tanpa harus takut dihantui rengekan anak mereka di rumah.

Tanpa disadari, orang tua telah menjerumuskan anaknya ke liang yang salah. Banyak pendapat, anak yang terlalu banyak bermain internet kemampuan adaptasi, interaksi dan sosialisasinya berkurang. Bahkan cenderung antipati, apatis dan introvert. Pernyataan saya ini bukan tanpa bukti lo, saya telah melihat langsung perkembangan keponakan saya yang mendapat perlakuan pemuasaan dunia internet oleh kedua orang tuanya. Selama hampir 13 tahun saya mengamati perkembangannya. Benar saja ia memiliki dunia sendiri jika berbaur dengan teman seusianya. Ia lebih memilih mendekap seharian di kamar sembari bermain gawai atau berselancar tanpa batas di dunia maya, dibanding ke banjar latihan baleganjur atau kegiataan kepemudaan banjar.

***

Para pembaca yang budiman, bukan berarti saya tidak pro dengan teknologi yang semakin canggih dan mempermudah itu. yang baik biarlah baik. Tapi saya mencoba menjelaskan tidak semua kemudahan yang kita peroleh berdampak positif bagi kehidupan. Kendati itu ranah pribadi dan pilihan atas hak seseorang, apa salahnya kita mengkritik agar menjadi lebih baik toh.

Kemudian muncul pertanyaan: Apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan klise yang sering dilontarkan ini, nampaknya perlu solusi yang tidak biasa-biasa saja. Salah satunya adalah diet internet. Diet ini bermakna mengatur pola pemakaian internet, dimulai dari keluarga inti saja dahulu. Karena pendidikan semacam ini tidak mungkin diajarkan oleh guru di sekolah. Selain sejenak rehat dari dunia maya, ini adalah momen untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Waktu diet menjadi pertimbangan, bagi saya diet ini sebaiknya dilakukan selama sebulan penuh yakni di Bulan Desember (akhir tahun) menjelang pergantian Tahun. Sebab bulan ini merupakan bulan paling sakral, biasanya seluruh kejadian di bulan sebelumnya terakumulasi di bulan Desember. Tentu ini sebagai bahan renungan dan penyadaran diri, untuk merencanakan langkah di tahun berikutnya. Pas, jika diet internet dilaksanakan.

Diskusi akan banyak terjadi, baik bersama keluarga inti, atau teman dekat. Bukankah itu baik, saling menghargai, saling mendengarkan, saling memberi solusi. Tidak akan ada kejadian konsentrasi terbelah saat berbincang dengan orang lain.

Gerakan diet Internet ini, mungkin bisa dimulai tgl 31 Desember – 1 Januari, dua hari saja untuk permulaan. Menikmati hari tanpa selamat Tahun Baru di layar smartphone, namun langsung berjabat tangan. Tidak menikmati kemegahan kembang api tahun baru dari kiriman video teman, namun langsung melihat secara nyata. Serta kegiatan nyata lainnya yang tidak mampu diinstankan oleh perangkat canggih tersebut.

Nyepi dilaksanakan dengan menaati Catur Brata Penyepian dan puasa seharian, Lebaran juga puasa satu bulan. Nah apa salahnya toh Tahun Baru yang dirayakan seluruh umat manusia di dunia,  dengan cara berdiet internet.  Astungkaraaaaa. (T)

Tags: Dunia Mayatahun baru
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Tahun Baru 2017: Kurangi Resolusi, Perbanyak Refleksi

Next Post

Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co