23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayoo…, Diet Internet Awal Tahun!

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 2, 2018
in Opini

“AKU lagi diet instagram bulan ini, jadi nggak tahu informasi yang lagi hits,” jawab seorang kawan dengan ketus, saat saya menanyakan informasi konser musik bulan Desember.

Teman saya yang tidak boleh disebutkan namanya (karena takut terkenal) itu berdalih instagram telah berhasil merenggut separuh jiwanya. Mulai dari bangun pagi hingga menjelang tidur setengah hidupnya ia curahkan hanya untuk melihat-lihat, berkomentar, mencaci, mengagumi unggahan orang lain, di salah satu aplikasi dunia maya yang sedang populer di Bali tersebut.

Instagram adalah aplikasi yang didominasi oleh unggahan foto atau video, beserta caption (keterangan) secukupnya untuk menjelaskan  gambar atau video yang di uploud. Sebagian besar informasi dari info lalu-lintas, bencana alam, laporan cuaca, makan siang enak, makan malam, event besar, informasi seminar, informasi lomba, sampai diskon di mall pun ada di sana. Kalau tidak tahu info viral di instagram anda akan ketinggalan kereta, tidak akan mampu menyamai frekuensi dengan yang telah mendahului.

Jangan memberanikan diri mengatakan, “Apa sih yang kalian bicarakan, aku kok nggak tahu” .

Mampus cabang bayi dah tu, anda akan mendapat kalimat balasan super nyinyir, “Masak ini aja nggak tahu sih, ke mana aja, coba cek IG…..!?”

Ini baru instagram, belum saudara-saudaranya yang lain, seperti facebook, youtube, path, stiker line, kamera 360, game Dota, game COD, serta sejumlah remeh-temeh yang berkaitan dengan dunia internet.

Satu, dua kali tak apalah mengikuti ritme kehidupan dunia maya tersebut. Tapi kalau sampai mengganggu konsentrasi pekerjaan bahkan kehidupan sosial anda, ini sangat memprihatinkan dan perlu penanganan khusus. Pasti kawan pembaca pernah mengalami ketidakfokusan lawan bicara karena konsentrasinya terbagi dengan layar smartpone. Entah melihat chat, sms, instagram, atau aplikasi lainnya. Ini sering terjadi kok. Entah anda menjadi korban atau pelakunya. Coba diingat-ingat, hayooo.

Beberapa kawan mengatakan internet sama bahayanya dengan narkoba. Narkoba merusak tubuh, kesehatan, mengganggu nalar berfikir, menghancurkan relasi pertemanan, dan kecanduan. Begitu juga dengan dunia internet bahayanya hampir sama seperti itu jika dikonsumsi berlebihan. Malah lebih parah kecanduan dunia internet merubah pelakunya menjadi manusia yang kurang peduli terhadap keadaan sekitarnya.

Adapun perbedaan mereka, satu di antaranya adalah cara untuk mendapatkannya. Narkoba dibeli dengan cara mengendap-ngendap agar tak ketahuan orang lain apalagi polisi, karena melanggar hukum.

Sementara Internet cukup datang ke counter pulsa manapun, beli pulsa seperlunya, lalu dipaketkan, dan taraaaaa….! Anda memiliki kuota untuk berselancar. Atau jika mager (malas gerak) cukup memakai layanan internet banking, jadi deh. Gampang, legal dan tidak melanggar aturan. Waduuuuuuuh. Musuh kita tidak dalam selimut, tapi selimut itu sendiri. hehehehe.

***

Wacana pengawasan orang tua terhadap anaknya yang doyan bermain internet selalu didengungkan, baik lewat iklan TV, artikel di koran, tips di twitter atau bentuk lainnya. Namun sayang informasi-informasi semacam ini tidak menyentuh semua keluarga inti. Terutama keluarga inti yang lingkungannya masih bersifat konvensional, tapi dipaksa matang dalam menyikapi terjangan teknologi dewasa ini.

Sejumlah orang tua di keluarga besar saya, memanfaatkan kecanggihan internet untuk mendiamkan, menenangkan dan menyenangkan anaknya. Tanpa pengawasan sama sekali. Mereka senang anaknya tidak rewel, sehingga dapat mengerjakan pekerjaan rumah, atau pergi bekerja dengan tenang, tanpa harus takut dihantui rengekan anak mereka di rumah.

Tanpa disadari, orang tua telah menjerumuskan anaknya ke liang yang salah. Banyak pendapat, anak yang terlalu banyak bermain internet kemampuan adaptasi, interaksi dan sosialisasinya berkurang. Bahkan cenderung antipati, apatis dan introvert. Pernyataan saya ini bukan tanpa bukti lo, saya telah melihat langsung perkembangan keponakan saya yang mendapat perlakuan pemuasaan dunia internet oleh kedua orang tuanya. Selama hampir 13 tahun saya mengamati perkembangannya. Benar saja ia memiliki dunia sendiri jika berbaur dengan teman seusianya. Ia lebih memilih mendekap seharian di kamar sembari bermain gawai atau berselancar tanpa batas di dunia maya, dibanding ke banjar latihan baleganjur atau kegiataan kepemudaan banjar.

***

Para pembaca yang budiman, bukan berarti saya tidak pro dengan teknologi yang semakin canggih dan mempermudah itu. yang baik biarlah baik. Tapi saya mencoba menjelaskan tidak semua kemudahan yang kita peroleh berdampak positif bagi kehidupan. Kendati itu ranah pribadi dan pilihan atas hak seseorang, apa salahnya kita mengkritik agar menjadi lebih baik toh.

Kemudian muncul pertanyaan: Apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan klise yang sering dilontarkan ini, nampaknya perlu solusi yang tidak biasa-biasa saja. Salah satunya adalah diet internet. Diet ini bermakna mengatur pola pemakaian internet, dimulai dari keluarga inti saja dahulu. Karena pendidikan semacam ini tidak mungkin diajarkan oleh guru di sekolah. Selain sejenak rehat dari dunia maya, ini adalah momen untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Waktu diet menjadi pertimbangan, bagi saya diet ini sebaiknya dilakukan selama sebulan penuh yakni di Bulan Desember (akhir tahun) menjelang pergantian Tahun. Sebab bulan ini merupakan bulan paling sakral, biasanya seluruh kejadian di bulan sebelumnya terakumulasi di bulan Desember. Tentu ini sebagai bahan renungan dan penyadaran diri, untuk merencanakan langkah di tahun berikutnya. Pas, jika diet internet dilaksanakan.

Diskusi akan banyak terjadi, baik bersama keluarga inti, atau teman dekat. Bukankah itu baik, saling menghargai, saling mendengarkan, saling memberi solusi. Tidak akan ada kejadian konsentrasi terbelah saat berbincang dengan orang lain.

Gerakan diet Internet ini, mungkin bisa dimulai tgl 31 Desember – 1 Januari, dua hari saja untuk permulaan. Menikmati hari tanpa selamat Tahun Baru di layar smartphone, namun langsung berjabat tangan. Tidak menikmati kemegahan kembang api tahun baru dari kiriman video teman, namun langsung melihat secara nyata. Serta kegiatan nyata lainnya yang tidak mampu diinstankan oleh perangkat canggih tersebut.

Nyepi dilaksanakan dengan menaati Catur Brata Penyepian dan puasa seharian, Lebaran juga puasa satu bulan. Nah apa salahnya toh Tahun Baru yang dirayakan seluruh umat manusia di dunia,  dengan cara berdiet internet.  Astungkaraaaaa. (T)

Tags: Dunia Mayatahun baru
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Tahun Baru 2017: Kurangi Resolusi, Perbanyak Refleksi

Next Post

Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails
Next Post

Renungan “Tumpek Wayang” di Akhir Tahun: Manusia Selalu Dikejar Sang Kala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co