19 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis

tatkala by tatkala
June 6, 2021
in Esai
Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis

Soekarno dan ibundanya -- Rai Srimben

HARI baik, hari ayu, odalan di Pura Bale Agung, Buleleng. Waktu: sekitar 1887.  Dua perempuan dari Banjar Bale Agung, Nyoman Rai Srimben dan Made Lastri, menghias diri sembari bercanda. Sepasang sahabat itu, pada malam odalan yang suci, hendak menari rejang bersama perempuan muda lain di jaba tengah Pura.

Malam itu memang suci. Dan sejarah besar bangsa Indonesia seakan dimulai dari malam yang suci itu. Tubuh Nyoman Rai Srimben, saat menari dengan liuk muda yang gemulai, tiba-tiba ditimpa bunga jepun yang dilontarkan seseorang dari arah penonton.

Ia terkejut. Ia melihat dengan jelas, seorang pemuda dengan wajah yang tak sama dengan wajah teman-teman pemuda di Bale Agung, baru saja melontarkan bunga itu ke tengah arena dan mengenai tubuhnya. Entah kenapa, hatinya seketika tergetar. Ia melanjutkan tariannya dengan rasa gelisah. Ia jatuh hati pada pemuda itu.

Pemuda pelempar bunga itu, Soekemi Sosrodihardjo, adalah pemuda Jawa. Ia datang dari Surabaya, beberapa bulan sebelumnya, setelah ditugaskan mengajar di Sekolah Rakyat di Singaraja. Sekolah itu tepatnya berada di wilayah Paket Agung. Itu memang sekolah dasar pertama di Bali.

Tiba di Bali, pemuda itu langsung jatuh cinta pada Buleleng, pada Bali, pada kehidupan masyarakatnya, pada adat dan budayanya. Ia ternyata juga jatuh cinta pada seorang gadis dari Bale Agung. Sebelum odalan, gadis itu sempat ditemui ketika ia sedang jalan-jalan bersama I Kaler, warga setempat yang adalah teman setianya.

Karena tak yakin bahwa Rai Srimben adalah jodohnya, apalagi gadis itu berasal dari latar budaya yang berbeda, pemuda Soekemi pun bertimbang-timbang dalam hati, bertimbang antara cinta dan keyakinan. Atas petunjuk orang bijaksanalah ia kemudian melontarkan bunga ke arah gadis penari rejang di Pura Bale Agung. Siapa gadis yang tertimpa bunga, itulah jodohnya. Dan restu Tuhan, bunga itu menimpa gadis pujaannya, Rai Srimben.

Yakinlah pemuda itu akan jodohnya. Namun, bagaimana ia bisa menyuntingnya? Bale Agung punya adat yang kuat. Tak ada gadis yang boleh menikah dengan pemuda dari luar Bale Agung, apalagi dari luar Bali. Maka, drama kembali bergulir. Mereka kawin lari. Keluarga Bale Agung marah.

Urusannya pun sampai di polisi dan pengadilan. Tapi, keluarga kemudian menyadari bahwa sepasang manusia yang bersatu karena cinta tak bisa dicerai dengan cara apa pun. Kekuatan cinta itu meluruhkan hati keluarga Bale Agung, dan mereka menerima pernikahan dengan rasa lapang.

Kisah itu adalah kisah awal pertemuan Soekemi Sosrodihardjo dan Nyoman Rai Srimben, sepasang orang tua yang melahirkan Soekarno, 6 Juni 1901. Kisah itu pernah dipentaskan dalam bentuk teater dengan judul Kisah “Cinta Raden Soekemi dan Rai Srimben” oleh Sanggar Bale Agung dan Komunitas Mahima Singaraja di Ampiteater Perpustakaan Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, saat acara Haul Bung Karno, 21 Juni 2016. Selanjutnya, September 2016, dipentaskan lagi dalam format yang lebih kolosal di panggung Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.

Kisah itu mungkin dibumbui sedikit fiksi. Namun ada fakta yang tak bisa dikarang-karang: bahwa sepasang manusia dengan beda adat, beda suku, beda budaya, dan beda agama, bisa bersatu oleh kekuatan cinta. Awalnya mungkin penuh halangan, namun tak ada yang bisa menebak akhir dari sebuah cinta yang rumit namun terus diperjuangkan.

Sejarah kemudian mencatat Soekemi dan Rai Srimben melahirkan anak pertama, Soekarmini. Setelah pindah tugas lagi ke Surabaya, pasangan itu melahirkan seorang anak laki-laki, tepat 6 Juni 1901. Nama awal bayi itu adalah Kusno, namun kemudian berganti menjadi Soekarno.

Dalam teater yang dipentaskan Sanggar Bale Agung dan Komunitas Mahima itu, kisah ditutup ketika keluarga Bale Agung mendapat surat Soekemi dan Rai Srimben dari Surabaya. Keluarga Bale Agung berkumpul mendengarkan isi surat yang dibaca ayah angkat Rai Srimben. Surat itu mengabarkan bahwa Rai Srimben melahirkan anak kedua, laki-laki, yang biasa dipanggil sebagai Putra Sang Fajar. Keluarga Bale Agung menyambut dengan gembira.

Kita tahu, Soekarno yang lahir dari kisah cinta beda suku dan agama, yang tentu saja agak rumit tapi romantis itulah yang membaca Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Ia disebut Proklamator RI dan Bapak Pendiri Bangsa. (T)

___

BACA ARTIKEL TENTANG SOEKARNO LAINNYA

Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

Tags: balibulelengcintaIndonesiajawaSoekarno
Share230TweetSendShareSend
Previous Post

“Manual Book” Berkesusasteraan dari Puri Kauhan: Cermin Kehidupan para Cendikia di Ubud

Next Post

Yang Dilakukan Mahasiswa Sebelum KKN: Survey, Rencana Proker, hingga Yakinkan Pacar

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

Read moreDetails

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
0
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

Read moreDetails

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

by Sugi Lanus
September 17, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

Read moreDetails

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
0
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

Read moreDetails

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails
Next Post

Yang Dilakukan Mahasiswa Sebelum KKN: Survey, Rencana Proker, hingga Yakinkan Pacar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

by Isran Kamal
September 18, 2026
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha
Khas

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”
Pop

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”
Pop

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Menulis Kok Seperti Muntah?
Esai

Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

by Angga Wijaya
September 18, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali
Esai

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co