7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
March 26, 2019
in Esai
Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Ilustrasi diolah dari Google

Menjadi guru tak pernah mudah. Guru dititipkan tugas oleh Negara untuk mendidik manusia, bersama keluarga dan masyarakat tentunya. Artinya, di sekolah, guru memiliki tanggung jawab bukan hanya mengembangkan otak, tapi juga akhlak.

Memikul tanggung jawab macam itu sepertinya bukan urusan yang mudah. Apalagi harus berhadapan dengan generasi yang, menurut teori generasi, “susah diatur”. Segala daya dan upaya harus dilakukan untuk setidaknya mengarahkan siswa tentang mana yang boleh dan tak boleh dilakukan.

Saat sedang mengarahkan dan saat itu juga yang diarahkan tak suka, perlawanan atau ketidakterimaan tentu saja datang. Bukan hanya dari siswa, bahkan juga dari orang tuanya, yang dalam beberapa kasus yang terungkap di media berujung dengan urusan kepolisian. Itu semakinmenambah rumit persoalan mendidik ini.

Belum lagi karena faktor lain, misalnya, kemajuan teknologi dan informasi, yang disadari atau tidak telah memberikan kontribusi terhadap sikap siswa. Rasa segan dan patuh kepada guru menguap karena guru, sepertinya, tidak lagi dipandang sebagai sumber ilmu utama. Artinya, tanpa mengikutiperkataan guru-pun siswa sudah bisa mendapatkan sesuatu yang mungkin saja lebih banyak daripada yang dimiliki gurunya. Jadi, sederhananya, siswa tidak lagi menemukan alasan mutlak untuk selalu mengikuti perkataan guru.

Semuanya menjadi semakin rumit karenadalam persoalan mendidik ini sekolah, keluarga, dan masyarakat sepertinya belum bersinergi. Sehingga, tugas mendidik terkesan dititikberatkan hanya pada guru di sekolah. Padahal, meski dengan durasi delapan jam di sekolah, setelah dipotong waktu siswa beristirahat, mayoritas waktu siswa dalam satu hari masih ada di keluarga dan masyarakat.

Menjadi guru tak pernah mudah. Paradigma pendidikan saat ini juga menugaskan guru untuk menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi yang ada di dalam diri siswa. Tujuannya adalah mereka berdaya dari sudut pandang sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kira-kira begitu intisari yang tertuang di dalam kurikulum pendidikan.

Faktanya, memasuki ruang kelas dan bertemu dengan puluhan manusia yang memiliki isi kepala dan gaya belajar yang beraneka rupa bukanlah perkara biasa-biasa saja. Ditambah harus menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi di setiap isi kepala itu membuat urusannya semakin tidak biasa-biasa saja. Belum lagi karena durasi pembelajaran yang terbatas dan materi yang begitu rapat dan merayap, dan semuanya harus diselesaikan.

Menelisik titik temu antara potensi siswa, durasi, dan materi pembelajaranuntuk menyediakan lingkungan belajar yang tepat adalah sesuatu yang membingungkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, disiapkan. Mempertimbangkan segala macam situasi, menyiapkan segalabentuk keperluan administrasi. Dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga soal evaluasi ditambah rubrik penilaiannya.

Di kelas, tak jarang praktik pembelajaran justru menunjukkan hal yang tak serupa dengan rencana yang telah disiapkan. Kendati sudah diupayakan sekuat tenaga untuk mengakomodir semua potensi dan gaya belajar siswa, tetap saja akan ada siswa yang merasa tak sesuai dengannya. Itu akan berdampak pada proses belajarnya yang menjadi tak optimal.

Olehnya, selain telah menyusun siasat pembelajaran yang matang, guru dituntut tetap memiliki rencana B. Bahkan C, D, E, F, Dst (dan seterusnya) agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik saat seketika situasi menjadi tak sesuai dengan rencana awal. Agar siswa tetap mau dan nyaman belajar.Guru juga diharuskan memiliki kesiapan respon terhadap situasi tak terduga.Karena, hari ini, apa saja bisa terjadi di ruang kelas, bahkan situasi yang sebelumnya dianggap tak mungkin sekalipun.

Hal ini mungkin tak banyak diketahui oleh pihak lain di luar lingkaran keguruan. Orang di luar sana boleh saja berpikir bahwa menjadi guru itu mudah. Guru hanya perlu masuk ke dalam kelas, berceramah, dan memberikan tugas kepada siswanya. Setelahnya, dapat ditinggal ke luar lalu masuk lagi menjelang jam pelajaran usai. Pendapat semacam itu memang ada benarnya, karena, harus berani diakui, ada oknum guru semacam itu. Tetapi, bukan begitu benarnya.

Menjadi guru tak pernah mudah. Ada perbedaan yang dialami saat berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan manusia. Misalnya, ada orang yang begitu garang di media sosial tetapi saat harus berbicara langsung secara personal ataupun di depan umum mendadak menjadi pribadi kalem. Atau, ada orang yang begitu cerewet saat berkomunikasi melalui WhatAppdan seketika pendiam saat berbincang langsung.

Itu karena berkomunikasi secara langsung dengan manusia membutuhkan sentuhan emosional.Sentuhan itu akan memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat lisan, juga mengurangi risiko ketersinggungan dan kesalahpahaman. Misalnya dengan kontak mata, gestur, mimik, hingga intonasi suara. Sayangnya, itu tak mudah bagi semua orang, setidaknya apabila berkaca pada dua kasus di awal.

Dalam hal ini, guru ada di posisi itu, setiap hari harus berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan manusia, siswanya. Konsekuensinya, sentuhan emosional menjadi syarat yang agaknya mutlak. Artinya, di ruang kelas, guru harus memastikan bahwa ada kontak mata yang baik, ada gestur yang enak dipandang, ada mimiknya yang nyaman dilihat, dan tentunya ada pilihan-pilihan kata yang sesuai dengan keadaan siswa.

Tujuannya adalah pesan yang ingin disampaikan guru menyentuh tidak hanya ke otak, tapi juga ke perasaan siswa. Pesan yang sampai di otak dan perasaan akan memunculkan internalisasi di dalam diri. Dan, memang itulah esensi pembelajaran, internalisasi, setidaknya menurut teori belajar konstruktivisme. Sehingga, pada akhirnya tujuan pembelajaran akan tercapai.

Upaya melakukan itu tentu menghadapi berbagai tantangan, satu yang paling dekat adalah tantangan dari diri guru itu sendiri. Memberikan sentuhan emosional yang baik setiap hari dan berulang tentu merupakan perkara yang berat di tengah tidak adanya jaminan bahwa setiap hari guru ada dalam keadaan emosional yang stabil.

Hal itu karena sebelum memberi sentuhan emosional yang baik kepada orang lain, si pemberi harus memastikan dirinya dalam kondisi emosional yang baik pula. Dalam hal ini, guru seperti harus atau sering bersandiwara, dengan ataupun tanpa masalah emosional pada dirinya, di hadapan siswa, guru harus selalu tampak baik-baik saja. Ini berat. [T]

Tags: guruPendidikansiswa
Share112TweetSendShareSend
Previous Post

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Next Post

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Radit, Si Pembalap Cilik,  Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co