9 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
in Pop
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

Satria N Band

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk berbahasa Bali melalui single keduanya, “Bukan Pemenang Hatimu”.

Band yang digawangi Satria (vokalis), Obin (gitaris), Arsia (gitaris), Erin (bassist), serta Yuda (drummer) tersebut resmi merilis single lengkap dengan video klip. Bagi Satria N Band, karya terbaru ini bukan sekadar kelanjutan perjalanan bermusik, melainkan ruang untuk mengeksplorasi identitas musikal sekaligus menyampaikan cerita personal kepada pendengar.

Proses pengerjaan “Bukan Pemenang Hatimu” berlangsung sekitar lima minggu. Sebulan digunakan untuk menata aransemen musik, sementara produksi video klip dikerjakan selama satu minggu.

“Lewat balutan cerita kehidupan dan dinamika emosi, Satria N Band bertekad memperkenalkan identitas musikal yang autentik kepada publik,” ujar Satria (vokalis) saat konferensi pers, Jumat, 4 September 2026.

Cerita personal itu terasa kuat dalam “Bukan Pemenang Hatimu”. Lagu tersebut diangkat dari pengalaman Satria ketika masih remaja. Liriknya bercerita tentang seseorang yang berusaha mempertahankan hubungan asmara, tetapi terus dihantui keberadaan mantan kekasih pasangannya.

Perjuangan mempertahankan cinta itu perlahan berubah menjadi luka. Ada perasaan kalah dari seseorang yang bahkan sudah menjadi bagian dari masa lalu. Posisi sebagai pasangan yang hadir di masa kini terasa tidak cukup ketika bayang-bayang masa lalu masih mendominasi hubungan.

“Secara filosofis, karya ini merangkum keraguan mendasar seseorang saat berada dalam hubungan yang tidak seimbang. Satria N Band ingin membedah dinamika perasaan di saat seseorang merasa hanya dijadikan sebagai pelampiasan sementara. Lagu ini menjadi cerminan rasa lelah atas pembandingan yang tidak adil dalam sebuah jalinan kasih,” tutur Satria.

Pilihan pop-punk menempatkan Satria N Band ke dalam skena yang sebenarnya sudah cukup lama tumbuh di Bali. Sejumlah band telah memainkan genre ini, tetapi tidak semuanya berhasil mendapatkan tempat yang kuat di industri musik Bali. Karena itu, tantangan Satria N Band bukan sekadar memainkan pop-punk, tetapi juga membangun identitas yang kuat agar musik mereka dapat menemukan pendengarnya.

Di titik ini, keputusan membawa bahasa Bali ke dalam pop-punk menjadi menarik. Perpaduan tersebut memberikan ruang bagi Satria N Band untuk mencari karakter sendiri, sekaligus menjadi upaya memperluas kemungkinan musik berbahasa Bali di tengah lanskap musik yang dinamis.

Satria sendiri berharap agar musik mereka dapat menjangkau pendengar lebih luas, tidak hanya di Bali. Mereka juga berencana menjaga kesinambungan karya dengan menyiapkan single ketiga yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.

“Lagu yang kami bawakan bergenre pop-punk. Melalui proyek ini, saya ingin memperkenalkan identitas serta karakter musikal secara lebih dekat kepada para pendengar. Dan saya ingin menambah suasana baru lagu Bali, Satria N Band memadukan cerita kehidupan, dinamika emosi, dan warna musik yang autentik. Astungkara, kami berharap musik dengan lirik bahasa Bali bisa diterima oleh semua,” ucap Satria.

“Bukan Pemenang Hatimu” tidak berhenti pada musik. Lagu tersebut juga diterjemahkan ke dalam video klip yang disutradarai Dika Pratama.

Visualnya mengambil gambar di Dragon Sound Bali Denpasar, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung, Bedugul Tabanan, dan Shortcut Buleleng–Denpasar. Proses tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menentukan sudut pengambilan gambar yang tepat agar visual yang dihasilkan tetap memiliki nilai estetika.

“Kami buat sesuai dengan musik agar lebih berkesan. Kesulitannya saat mengambil shoot yang masih kurang menarik. So far, aman,” kata Dika.

Video klip turut diperkuat Pebria Satyani sebagai model utama. Ia memerankan karakter egois yang menjadi bagian dari alur cerita. Kemampuannya di depan kamera disebut membantu proses pengarahan sekaligus membangun dinamika peran.

Namun, karakter tersebut bukan peran yang sederhana. Pebria mengaku perlu melakukan pendalaman agar hubungan antarkarakter dapat terasa meyakinkan di depan kamera.

“Butuh pendalaman peran agar chemistry antara saya dan vokalis dapat menyatu dalam satu frame. Untuk ke depannya tentu saya berharap dapat berkolaborasi kembali dengan Satria N Band,” ujar Pebria Satyani.

Antara Kesegaran Musik dan Kebahasaan

Kehadiran Satria N Band patut diapresiasi. Bukan karena mereka membawa pop-punk, melainkan karena mereka berani mengambil bagian dalam skena yang sudah memiliki banyak pelaku, tetapi belum semuanya memperoleh tempat di industri musik Bali.

Satria N Band

Di tengah kecenderungan musik Bali yang kerap bergerak dalam pola-pola yang klise, Satria N Band dengan pop-punk berbahasa Bali menawarkan alternatif. Tantangannya pun tidak ringan. Genre ini sudah memiliki ekosistemnya sendiri, sehingga Satria N Band perlu menemukan pembeda agar tidak sekadar menjadi nama lain di antara banyak band yang bermain di genre serupa.

Ketika pertama kali mendengar “Bukan Pemenang Hatimu”, ada sesuatu yang terasa sedikit mengganjal. Salah satunya terletak pada pilihan bahasa. Upaya mencampurkan bahasa Bali dan bahasa Indonesia—atau dalam istilah kebahasaan disebut campur kode—sebenarnya merupakan strategi yang masuk akal untuk mendekatkan lagu kepada generasi masa kini.

Persoalannya kemudian bukan pada campur kode itu sendiri, melainkan pada ketepatan kosakata ketika ditempatkan sebagai lirik lagu.

Misalnya pada bagian, “Jujur beli capek”. Dalam percakapan sehari-hari, frasa tersebut terdengar wajar. Namun ketika dinyanyikan dalam konstruksi lagu yang dominan menggunakan bahasa Bali, pilihan ‘capek’ terasa sedikit mengganjal. Secara musikal dan kebahasaan, kata ‘lelah’ mungkin terasa lebih menyatu, atau jika ingin mempertahankan bahasa Bali, pilihan ‘kenyel’ bisa menjadi alternatif.

Tentu, penilaian tersebut bersifat subjektif. Bisa saja pemilihan kata ‘capek’ memang sengaja dipertahankan untuk menghadirkan kedekatan dengan bahasa percakapan generasi sekarang.

Hal serupa terasa pula pada bagian reff, “Dia mula dadi pemenang hatimu”. Penggunaan kata ‘Dia’ kembali menghadirkan sedikit jarak dengan konstruksi bahasa Bali yang digunakan pada bagian lain. Pilihan “Iya mula dadi pemenang hatimu” mungkin terdengar lebih menyatu secara kebahasaan.

Di luar persoalan lirik, aransemen musik menjadi salah satu kekuatan “Bukan Pemenang Hatimu”. Balutan pop-punk memberikan suasana yang lebih segar dan membuat lagu ini memiliki karakter berbeda dibandingkan karya-karya lain yang lebih konvensional.

Satria N Band memang belum menawarkan sebuah formula yang sepenuhnya sempurna. Ada beberapa bagian yang masih dapat dipertajam, terutama dalam pemilihan diksi agar bahasa dan karakter musiknya dapat menyatu lebih natural.

Tetapi keberanian mereka untuk mencoba patut diapresiasi. “Bukan Pemenang Hatimu” setidaknya menunjukkan bahwa bahasa Bali tidak harus selalu hadir dalam warna musik yang sama. Ia bisa dibawa ke wilayah pop-punk, membawa kisah patah hati yang sangat personal, sekaligus membuka kemungkinan baru bagi musik Bali.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagu bahasa baliLagu Pop Balimusikmusik pop balipunk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Next Post

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

by Angga Wijaya
April 29, 2026
0
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails
Next Post
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?
Khas

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

by tatkala
September 7, 2026
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten
Tualang

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia
Cerpen

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

by Nur Kamilia
September 6, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

by Salman Alade
September 6, 2026
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot
Esai

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

by Adwan SA
September 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co