SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi tantangan dalam keseharian. Dibutuhkan strategi atau cara memanfaatkan ide-ide baru, celah kesempatan yang sempit sehingga solusi berada didepan mata. Mengembangkan inovasi terkini, bersinergi dan ingin selalu bergetar agar memperoleh pencapaian yang selalu bersinar.
Seorang seniman Bali, Anak Agung Ngurah Astara, kelahiran Denpasar 20 September 1971 telah membawa perubahan baru di SMKN 5 Denpasar. Sebagai Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar yang baru, Agung Astara telah berani mengembangkan program-program pendidikan kreatif, progresif, inovatif dengan skala nasional maupun internasional.
Beberapa program unggulan yang berhasil dihadirkan antara lain : kolaborasi seni multidimensi, Memadukan seni tari, seni klasik, dan tata rias (pengantin maupun modifikasi) sebagai warisan budaya yang terus dikembangkan. Juga ada training spesialisasi pelatihan intensif bersama guru-guru yang memiliki kompetensi dan kualifikasi terbaik di bidangnya.
Pengabdian Agung Astara di bidang pendidikan dalam karir keguruan diawali sejak tahun 1995 di Yayasan Ari Prashanti Kuta dan sempat menjadi Kepala Sekolah di yayasan tersebut. Pengalaman tersebut membuahkan perjalanan karir sebagai tenaga pendidik yang mumpuni dan penuh prestasi.

Di sela-sela perayaan 30 tahun SMKN 5 Denpasar dengan gebrakan Festival Panca Acharya Festival, Agung Astara tampak memberi semangat kepada para peserta lomba berbagai kompetisi budaya seperti gender berpasangan, MC Bahasa Bali, tari margapati, story telling, mekendang jauk manis, baleganjur melasti dan sebagainya. Puncak acara Festival Acharya dilakukan perayaan HUT SMKN 5 Denpasar pada tanggal 14 Agustus 2026 lalu dengan pemotongan tumpeng, pembagian hadiah lomba serta hiburan rakyat dari penyanyi pop Bali Bagus Wirata.
Merekrut Bli Ciaaattt sebagai guru honorer di SMKN 5 Denpasar
Dalam kesempatan tersebut Agung Ngurah Astara juga menyampaikan merekrut tenaga pengajar baru yaitu Made Agus Wardana atau yang dikenal dengan Pak Ciaaattt sebagai tenaga honorer di SMKN 5 Denpasar.
Pak Ciaaattt dengan pengalaman kreatifnya, mengajarkan berbagai disiplin ilmu seni karawitan dengan inovasi Gamelan Mulut serta melakukan kerjasama dengan institusi seni atau lembaga seni di luar negeri. Prospek ini menjadi energi baru sebagai sebuah keharusan untuk mengangkat lebih prestis posisi sekolah tersebut dalam upaya memajukan kerjasama pendidikan dengan lembaga seni di dunia internasional.

Adapun kerjasama yang dilakukan adalah mengupayakan kerjasama dengan yayasan seni di Amsterdam Belanda yang bernama Yayasan Gong pimpinan Mark Paelinck. Yayasan Gong memiliki misi dan visi untuk menebarkan kebudayaan Bali di Eropa dengan sangat giat melakukan berbagai kegiatan pertunjukan seni budaya terutama Gamelan Bali.
Dalam dunia pendidikan seperti sekarang ini, pikiran-pikiran baru bukan saja sebuah pilihan strategis akan tetapi merupakan kebutuhan mendesak untuk menghadapi perubahan dunia global yang memiliki daya saing tinggi.
Keterampilan non-teknis (soft skills) seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan adaptabilitas kini sama pentingnya dengan keahlian teknis. Maka dari itu pengembangan dan pemikiran dari seorang kepala sekolah seperti Pak Agung Ngurah Astara adalah harapan baru untuk menggapai pendidikan yang berkualitas sebagai kunci sukses untuk generasi mendatang. [T]
Reporter/Penulis: Rilis/Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole





















![Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2026/08/andre.-cover-algoritma-350x250.png)







