7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

Chusmeru by Chusmeru
August 27, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun mendadak menyimpang dari rute utama demi menjelajahi tempat yang tersembunyi, autentik, dan tenang. Itulah detour.

Wisatawan memilih jalan menyimpang atau memutar dari tujuan awal berwisata untuk mendapatkan pengalaman lokal mendalam, seringkali di sekitar kota besar atau destinasi populer. Destinasi detour pada prinsipnya adalah  tempat yang belum banyak dijamah wisatawan dan jauh dari keramaian.

Pengalaman autentik menjadi motivasi wisatawan mengunjungi destinasi detour. Wisatawan lebih fokus pada budaya lokal, kuliner, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Pola seperti ini menekankan bahwa perjalanan detour seringkali lebih berharga daripada sekadar mengunjungi destinasi populer.

Kota seperti Yogya, Bandung, Surabaya; atau destinasi di daerah seperti Ubud, Kuta, Borobudur, Dieng, Batu-Malang, dan Puncak-Bogor sudah dikenal wisatawan yang kadang macet dan mahal. Destinasi detour merupakan desa atau tempat kecil dari jalur wisata populer yang masih sepi, lebih murah, dan memiliki cerita lokal yang kuat. Wisatawan yang awalnya singgah sebentar untuk menghindari keramaian pada akhirnya justru menjadi betah lantaran lebih autentik.

Destinasi detour berbeda dengan hidden gem. Biasanya hidden gem memang memiliki keindahan alam yang bagus, namun letaknya jauh, aksesibilitasnya masih belum baik, belum banyak dikenal, dan perlu usaha keras menuju ke tempat itu. Sedangkan detour lokasinya dekat, mudah dilewati, dan sengaja didesain untuk persinggahan perjalanan wisata.

Banyak destinasi detour, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Desa Wisata Candirejo, Magelang merupakan rute menyimpang bagi wisatawan yang hendak ke Borobudur. Di desa wisata ini wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan mengelilingi desa, naik andong, menikmati tarian tradisional, maupun belajar memasak.

Jepang memiliki kota Uji yang kerap dijadikan destinasi detour sebelum wisatawan berkunjung ke Kyoto yang dipenuhi wisata taman rekreasi. Di kota Uji wisatawan lebih merasa santai dan tenang mengunjungi pusat penghasil matcha (teh hijau), mengunjungi Kuil Byodo-in sebagai warisan Unesco, serta menikmati pemandangan indah sambil berwisata di Sungai Uji.

Alasan Memilih Detour

Sesungguhnya bukan lantaran kesasar wisatawan memilih destinasi detour. Mereka biasanya sudah merasa stres dan capai menginap di destinasi yang ramai, padat, bising, dan jalanan yang macet. Yang mereka cari adalah suasana yang sepi, santai, dapat jalan-jalan sambil mengobrol dengan warga lokal. Wisatawan mungkin memiliki tujuan utama ke Kuta atau Garuda Wisnu Kencana, tetapi mereka memilih menginap di Desa Jatiluwih atau Kelating di Kabupaten Tabanan.

Pertimbangan harga menjadi alasan wisatawan memilih detour. Destinasi utama pastinya sudah dikuasai investor, sehingga untuk menikmati kopi, spot foto, atau parkir kendaraan dengan harga tinggi. Sedangkan detour biasanya dikelola oleh warga. Dengan demikian harga homestay maupun kuliner masih murah.

Pengalaman autentik dan menghindari algoritma media sosial sering menjadi alasan wisatawan detour. Wisatawan Gen Z merasa sudah jenuh dan basi jika harus mengunjungi destinasi yang viral di TikTok. Mereka sengaja menyimpang jalur wisata ke desa sebelah yang masih sepi, memiliki view yang indah, dan warganya ramah. Dan itu dapat menjadi bahan flexing baru di media sosialnya.

Efisiensi waktu dan logistik juga jadi pertimbangan wisatawan detour. Destinasi ini memang berada di jalur utama yang akan dilewati, sehingga tidak terlalu membuang waktu banyak. Di destinasi ini wisatawan bisa berada cukup lama dengan biaya murah, sedangkan di destinasi utama cukup sebentar saja. Destinasi ini bersifat low effort, high reward.

Positif dan Negatif

Destinasi detour layaknya dosis obat. Bila sesuai akan membuat satu daerah menjadi bergairah. Akan tetapi akan menyebabkan ketergantungan pada wisatawan bila dosisnya berlebihan. Destinasi utama seperti Borobudur, Dieng, dan Ubud sudah padat pengunjung pada libur panjang.Positifnya, Detour dapat menarik 20-30% wisatawan agar tidak menumpuk di satu titik, dan warga desa kecipratan uang.

Investor besar biasanya kurang berminat membangun bisnis wisata di pinggiran yang jauh dari jalan utama. Detour memberi nilai postif bagi warga lokal untuk turut berkiprah di industri pariwisata. Dampak baiknya, uang parkir, makan, dan homestay langsung masuk kantong warga, bukan ke perusahaan dari kota besar.

Konsep detour semestinya memang tidak mengejar jumlah wisatawan. Dengan demikian destinasi itu masih tetap dapat menjaga alam dan budayanya. Infrastruktur detour juga tidak perlu dipaksakan menyedot anggaran terlalu besar, sehingga bila sepi kunjungan wisatawan tidak menimbulkan kebangkrutan.

Meski demikian, detour juga memiliki sisi negatifnya. Destinasi ini hidup seperti menumpang pada destinasi utama. Bila Borobudur atau Dieng sepi, maka destinasi detour di sekitar  juga turut sepi. Lantaran dikelola oleh warga, detour juga rawan konflik internal yang disebabkan oleh bagi hasil pendapatan. 

Keterbatasan infrastruktur menjadi hal negatif yang sering dijumpai wisatawan detour. Banyak desa yang memaksakan diri menjadi detour, tetapi mereka hanya memiliki satu toilet untuk wisatawan. itu pun dalam kondisi yang kurang bersih.

Tidak sedikit pula desa yang menjual “detour washing”. Wisatawan ditawari suasana desa yang asri dan nyaman untuk beristirahat sejenak sebelum ke destinasi utama. Namun kenyataannya, desa itu sudah tidak asri lagi. Banyak bangunan, sampah di mana-mana, wisatawan ditarik biaya tinggi, dan penduduknya tidak ramah. Tentu saja ini akan merusak citra detour yang sesungguhnya.

Destinasi detour tidak perlu terlalu muluk-muluk. Sederhana saja. Seperti warung makan di pinggir jalan tol, kecil dan sederhana; tetapi para pelanggan selalu datang kembali karena rasanya yang pas di lidah. Begitu pun detour, akan bertahan lama bila wisatawan menyimpang dari jalur utama dan selalu kembali ke detour. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: detourPariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Next Post

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails
Next Post
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co