16 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

Chusmeru by Chusmeru
August 27, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun mendadak menyimpang dari rute utama demi menjelajahi tempat yang tersembunyi, autentik, dan tenang. Itulah detour.

Wisatawan memilih jalan menyimpang atau memutar dari tujuan awal berwisata untuk mendapatkan pengalaman lokal mendalam, seringkali di sekitar kota besar atau destinasi populer. Destinasi detour pada prinsipnya adalah  tempat yang belum banyak dijamah wisatawan dan jauh dari keramaian.

Pengalaman autentik menjadi motivasi wisatawan mengunjungi destinasi detour. Wisatawan lebih fokus pada budaya lokal, kuliner, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Pola seperti ini menekankan bahwa perjalanan detour seringkali lebih berharga daripada sekadar mengunjungi destinasi populer.

Kota seperti Yogya, Bandung, Surabaya; atau destinasi di daerah seperti Ubud, Kuta, Borobudur, Dieng, Batu-Malang, dan Puncak-Bogor sudah dikenal wisatawan yang kadang macet dan mahal. Destinasi detour merupakan desa atau tempat kecil dari jalur wisata populer yang masih sepi, lebih murah, dan memiliki cerita lokal yang kuat. Wisatawan yang awalnya singgah sebentar untuk menghindari keramaian pada akhirnya justru menjadi betah lantaran lebih autentik.

Destinasi detour berbeda dengan hidden gem. Biasanya hidden gem memang memiliki keindahan alam yang bagus, namun letaknya jauh, aksesibilitasnya masih belum baik, belum banyak dikenal, dan perlu usaha keras menuju ke tempat itu. Sedangkan detour lokasinya dekat, mudah dilewati, dan sengaja didesain untuk persinggahan perjalanan wisata.

Banyak destinasi detour, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Desa Wisata Candirejo, Magelang merupakan rute menyimpang bagi wisatawan yang hendak ke Borobudur. Di desa wisata ini wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan mengelilingi desa, naik andong, menikmati tarian tradisional, maupun belajar memasak.

Jepang memiliki kota Uji yang kerap dijadikan destinasi detour sebelum wisatawan berkunjung ke Kyoto yang dipenuhi wisata taman rekreasi. Di kota Uji wisatawan lebih merasa santai dan tenang mengunjungi pusat penghasil matcha (teh hijau), mengunjungi Kuil Byodo-in sebagai warisan Unesco, serta menikmati pemandangan indah sambil berwisata di Sungai Uji.

Alasan Memilih Detour

Sesungguhnya bukan lantaran kesasar wisatawan memilih destinasi detour. Mereka biasanya sudah merasa stres dan capai menginap di destinasi yang ramai, padat, bising, dan jalanan yang macet. Yang mereka cari adalah suasana yang sepi, santai, dapat jalan-jalan sambil mengobrol dengan warga lokal. Wisatawan mungkin memiliki tujuan utama ke Kuta atau Garuda Wisnu Kencana, tetapi mereka memilih menginap di Desa Jatiluwih atau Kelating di Kabupaten Tabanan.

Pertimbangan harga menjadi alasan wisatawan memilih detour. Destinasi utama pastinya sudah dikuasai investor, sehingga untuk menikmati kopi, spot foto, atau parkir kendaraan dengan harga tinggi. Sedangkan detour biasanya dikelola oleh warga. Dengan demikian harga homestay maupun kuliner masih murah.

Pengalaman autentik dan menghindari algoritma media sosial sering menjadi alasan wisatawan detour. Wisatawan Gen Z merasa sudah jenuh dan basi jika harus mengunjungi destinasi yang viral di TikTok. Mereka sengaja menyimpang jalur wisata ke desa sebelah yang masih sepi, memiliki view yang indah, dan warganya ramah. Dan itu dapat menjadi bahan flexing baru di media sosialnya.

Efisiensi waktu dan logistik juga jadi pertimbangan wisatawan detour. Destinasi ini memang berada di jalur utama yang akan dilewati, sehingga tidak terlalu membuang waktu banyak. Di destinasi ini wisatawan bisa berada cukup lama dengan biaya murah, sedangkan di destinasi utama cukup sebentar saja. Destinasi ini bersifat low effort, high reward.

Positif dan Negatif

Destinasi detour layaknya dosis obat. Bila sesuai akan membuat satu daerah menjadi bergairah. Akan tetapi akan menyebabkan ketergantungan pada wisatawan bila dosisnya berlebihan. Destinasi utama seperti Borobudur, Dieng, dan Ubud sudah padat pengunjung pada libur panjang.Positifnya, Detour dapat menarik 20-30% wisatawan agar tidak menumpuk di satu titik, dan warga desa kecipratan uang.

Investor besar biasanya kurang berminat membangun bisnis wisata di pinggiran yang jauh dari jalan utama. Detour memberi nilai postif bagi warga lokal untuk turut berkiprah di industri pariwisata. Dampak baiknya, uang parkir, makan, dan homestay langsung masuk kantong warga, bukan ke perusahaan dari kota besar.

Konsep detour semestinya memang tidak mengejar jumlah wisatawan. Dengan demikian destinasi itu masih tetap dapat menjaga alam dan budayanya. Infrastruktur detour juga tidak perlu dipaksakan menyedot anggaran terlalu besar, sehingga bila sepi kunjungan wisatawan tidak menimbulkan kebangkrutan.

Meski demikian, detour juga memiliki sisi negatifnya. Destinasi ini hidup seperti menumpang pada destinasi utama. Bila Borobudur atau Dieng sepi, maka destinasi detour di sekitar  juga turut sepi. Lantaran dikelola oleh warga, detour juga rawan konflik internal yang disebabkan oleh bagi hasil pendapatan. 

Keterbatasan infrastruktur menjadi hal negatif yang sering dijumpai wisatawan detour. Banyak desa yang memaksakan diri menjadi detour, tetapi mereka hanya memiliki satu toilet untuk wisatawan. itu pun dalam kondisi yang kurang bersih.

Tidak sedikit pula desa yang menjual “detour washing”. Wisatawan ditawari suasana desa yang asri dan nyaman untuk beristirahat sejenak sebelum ke destinasi utama. Namun kenyataannya, desa itu sudah tidak asri lagi. Banyak bangunan, sampah di mana-mana, wisatawan ditarik biaya tinggi, dan penduduknya tidak ramah. Tentu saja ini akan merusak citra detour yang sesungguhnya.

Destinasi detour tidak perlu terlalu muluk-muluk. Sederhana saja. Seperti warung makan di pinggir jalan tol, kecil dan sederhana; tetapi para pelanggan selalu datang kembali karena rasanya yang pas di lidah. Begitu pun detour, akan bertahan lama bila wisatawan menyimpang dari jalur utama dan selalu kembali ke detour. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: detourPariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Next Post

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
0
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

Read moreDetails

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails
Next Post
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co