23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
in Panggung
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar hewannya yang terkenal menjual sapi. Namun selain terkenal karena pasar hewannya, Beringkit memiliki satu kesenian yang sempat melegenda pada masanya. Kini kesenian itu diabadikan di samping papan nama Desa Adat Beringkit yang terletak di Perempatan desa. Kesenian itu adalah Janger.

Janger berkembang di Beringkit pada sekitar tahun 1950. Namun sayang sesepuh yang pernah berkecimpung di masa tersebut telah semua berpulang. Sebut saja generasi pada tahun ini merupakan generasi pertama Janger Beringkit. Sedangkan generasi kedua berlanjut pada tahun 1964. Salah satu sesepuh yang masih ada hingga saat ini adalah Dewa Kakyang Windya, Men Bersih, Men Liong, dan Ajik Nawa. Sisanya telah mendahuli pulang menuju keabadian.

Janger Beringkit pada periode 1950-1964 merupakan sekaa (grup) Janger yang cukup tenar. Penuturan Dewa Kakiang Windya, ia bersama rekan-rekannya sangat sering pentas ke Bali selatan meliputi daerah Tangeb, Kuta, hingga Legian. begitu pula daerah Busungbiu, Tabanan, Petang, dan bahkan lebih dari itu namun ia sudah lupa. Pementasan yang spektakuler memiliki durasi yang sangat lama. Satu lakon Janger bahkan pernah hingga jam 7 pagi dengan judul Layonsari-Jayaprana. Bayaran yang diterimanya pun hanya berkisar 2.500-3.500 rupiah untuk seluruh sekhaa Janger.

Sisa topeng yang digunakan sebagai lakon pelengkap saat pementasan Janger Beringkit | Foto: Adi Wangsa

Perlengkapan Janger seperti gelungan Janger saat ini masih disimpan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Beringkit. namun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Gelungan[i] Janger yang tersimpan terdapat dua jenis yakni Gelungan milik Desa Adat Beringkit dan Gelungan pemberian dari Pemerintah Kabupaten Badung. gelungan itu diberikan sebab Sekha Janger Beringkit pada tahun 1994 pernah mewakili Bali pentas di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dalam rangka P4 (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila). Gelungan ini pun memiliki cerita diluar nalar.

Ketika akan pentas di Pura menggunakan gelungan pemerintah, salah satu penari mengalami trans (kerauhan) dan memberikan pesan tidak berkenan untuk memakai gelungan selain gelungan di milik desa. Gelungan ini dibuat oleh seorang seniman asal banjar Sanghyang Desa Kekeran Badung dan bunga yang bergonjer dibuat di Banjar Kelod Kauh Desa Adat Beringkit.

Gelungan Janger Beringkit | Foto: Adi Wangsa

Pementasan Janger klasik Beringkit ketika itu menyajikan beberapa jenis lakon seperti Dayu Datu, Layonsari Jayaprana dsb. Sehingga beberapa piranti yang dijadikan pementasan saat itu msih tersimpan namun dengan kondisi yang sangat parah. seperti topeng bojog (monyet), asu (anjing), dan mrega (macan). Namun salah satu tapel (topeng) yang dijadikan tokoh utama saat itu yakni topeng celuluk saat ini disusung oleh krama desa.

Mulanya tapel celuluk tersebut disimpan di salah satu rumah warga di banjar Kelod Kauh Beringkit. suatu saat, ketika sandikala didapatilah rambut dari tapel celuluk tersebut berisi banyak kutu. Sehingga atas petunjuk dari alam niskala, akhirnya tapel celuluk tersebut distanakan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Beringkit bergelar Ratu Ayu. Konon menurut Dewa Kakiang Windya, tapel celuluk ini dibeli atau dipesan dari seorang seniman di desa Kaba-Kaba.

Dari sekian kisah yang saya dapatkan dari para sepuh janger, semua cerita yang diceritakan sama sama sekali tidak memiliki perbedaan. saya yakin mereka sama sekali tidak menambah-nambahkan cerita yang mereka alami secara nyata. namun sayang, dokumentasi berupa foto satu pun tidak ada yang masih memiliki. seingat mereka dulu sempat berfoto, namun entah dimana hasil foto tersebut berada. dalam waktu ini saya bersama beberapa tokoh desa sedang mencari dokumentasi penari Janger Beringkit. para handai taulan pembaca, sekiranya ada yang memiliki foto-foto janger yang dicurigai adalah Janger Beringkit, dengan hormat saya ingin sekali melihat dan ikut menjaga dokumentasi tersebut.

Janger Beringkit dan P4

Puncak kejayaan dari Janger Beringkit setelah tahun 1960-an kemudian berlanjut di tahun 1993. Menurut penuturan dari I Nyoman Suwitra dan I Gusti Putu Sukarta kala itu tersebutlah sebuah ajang perlombaan Janger yang dilaksanakan oleh Pemkab Badung.

Tujuan dari lomba tersebut adalah untuk mencari perwakilan tampil di ajang P4 Jakarta. P4 adalah ajang kebangsaan. Adapun kepanjangan dari P4 adalah Pedoman, Pengayatan, dan Pengamalan Pancasila. Sehingga oleh masyarakat Beringkit janger pada tahun itu disebut dengan Janger P4. Setelah mendapatkan Juara 1 Sekhaa Janger Beringkit melaju ke Jakarta pada tahun 1994. Ketika berada di Jakarta mereka pentas di beberapa tempat, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Dufan dan Ancol.

Foto-foto pementasan Janger P4 Desa Adat Beringkit Tahun 1993 | Foto: Koleksi Jero Mangku Gusti Ngurah Arya

Taksu Janger Beringkit

Salah satu sesepuh Janger Beringkit yang bernama Ni Putu Padmi atau kerap disapa Men Liong mengungkapkan sesuatu yang diluar nalar. Ketika Janger Beringkit pentas di Jaba Pura Desa lan Puseh, taksu atau kekuatan dari Ida Bhatara tiba-tiba muncul. Kekuatan Ida Bhatara terwujud dalam bentuk kain putih yang membentang dari utama mandala menuju jaba pura, tempat Janger menari. Kejadian ini pun masih diingat oleh Dewa Kakyang Windya. Ia menuturkan kisah yang sangat sama dengan Ni Putu Padmi. Lain daripada itu, suatu ketika pentas di wilayah Buduk, kain putih itu pun pernah ikut dan membentang entah dari mana.

Pembuahan oleh para tetua

Seperti proses berkembang biak, para tetua Janger Beringkit melakukan proses “pembuahan” kepada generasi muda. Pembuahan dalam hal ini adalah proses memberikan benih-benih janger kepada para pemuda-pemudi yang nantinya akan menjadi estafet kebudayaan di Beringkit. Setelah sekian lama tertidur, melalui proses ini diharapkan Janger Beringkit mulai mekar dan menunjukkan eksistensinya kembali.

Pementasan ini dilakukan pada saat eedan Tawur Kasanga, tanggal 17 Maret 2026 atas inisiasi dari I Komang Aryawibawa Kelian Dinas Banjar Selat Beringkit. kegiatan tersebut juga mendaptakan respon dan dukungan dari Bendesa Adat Beringkit I Ketut Sutomo dan para sesepuh Janger terdahulu. Pementasan perdana ini meneteskan air mata para sesepuh, mereka bangga dan terharu. Kesenian yang tertidur selama puluhan tahun akhirnya dapat matangi. [T]


[i] Mahkota penari yang sering digunakan dalam pementasan Tari Bali

Tags: BadungDesa Adat Beringkitjangerjanger balikesenian baliMengwi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

Next Post

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co