21 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
in Persona
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

Citra Sasmita | Foto: Istimewa

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni rupa tahunan  Sovereign Art Prize 2026 yang diselenggarakan oleh Sovereign Art Foundation di Hong  Kong. Ini tentu menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional.

Kompetisi ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan seniman-seniman  terbaik dari kawasan Asia Pasifik, yang dipilih melalui serangkaian proses seleksi yang  ketat dan melibatkan tokoh-tokoh dari institusi berpengaruh di kawasan tersebut. 

Pada ajang itu Citra Sasmita menampilkan karya rupa berjudul “Poetry of The Fountain” dan karya ituberhasil menarik perhatian juri di antara 30 seniman lain yang  masuk dalam daftar finalis.

 “Poetry of The Fountain”, sebuah lukisan dengan teknik tradisional Kamasan yang dipadukan dengan ragam tekstil  dari budaya Bali. Karya ini memperlihatkan bahwa kekayaan tradisi yang kita warisi dari  leluhur bukanlah objek mati yang berhenti di masa lalu dan hanya dirayakan semata mata sebagai nostalgia, melainkan menjadi semangat dan ideologi yang dapat terus  berkembang dan kontekstual seiring zaman.

Dalam karya ini, Citra memberi sorotan  pada seni lukis tradisi yang selama ini dianggap tertinggal, yang justru menjadi sarana  yang kuat untuk menyampaikan sikap kritisnya terhadap warisan budaya poskolonial yang feodalistik dan patriarkis.

Citra Sasmita, “Poetry of The Fountain”, acrylic on kamasan canvas, textile, beads, 110x70cm, 2025

Karya Citra ini menunjukkan bahwa feminisme tidak hadir sebagai perlawanan kaum perempuan semata mata terhadap eksistensi kaum laki-laki, melainkan sebuah kritik terhadap sistem sosial  yang melanggengkan relasi kuasa antargender tersebut. Bagi Citra, tradisi seni lukis  kamasan menjadi contoh konkret bagaimana akses pengetahuan selama ini memiliki  batasan gender. Tidak mudah bagi perempuan dari Desa Kamasan untuk memperoleh  akses pengetahuan tentang seni lukis Kamasan secara utuh. Mereka cenderung terbatas  hanya menguasai aspek teknis tanpa basis pengetahuan naratif yang kompleks.  Meskipun dalam sejarahnya muncul beberapa tokoh revolusioner yang menerabas  batasan ini, seperti Made Suciarmi dan Mangku Muriati, yang berhasil secara utuh  menjadi pelukis Kamasan. 

Bagi Citra, seni lukis tradisi memiliki relevansi dalam linimasa zaman. Di Bali, seni  menjadi bagian dari ritual dan praktik spiritual yang berjalan selama ratusan bahkan  ribuan tahun. Seni tidak berhenti pada keterampilan teknis maupun dekorasi ruangan  semata, tetapi menjadi sarana untuk mewariskan pengetahuan turun-temurun sekaligus  sebagai laku spiritual bagi para penekunnya.

Dalam konteks inilah, seni menjadi titik  tumpu dari laju kebudayaan dan peradaban secara esensial, bukan hanya menjadi  identitas tempelan yang dirayakan secara semu.

Sejak kisaran tahun 2016, nama-nama seniman Indonesia hampir selalu ada dalam  deretan finalis. Termasuk tahun ini, Citra Sasmita tidak sendirian mengisi daftar panjang  itu. Ia berbagi tempat bersama Sinta Tantra dan Filippo Sciascia, dua seniman lain yang  juga berbasis di Bali.

Pada beberapa gelaran sebelumnya, dua seniman Indonesia  pernah mendapat penghargaan untuk kategori “pilihan pengunjung” (Public vote),  namun untuk Penghargaan Utama baru bisa diraih tahun ini oleh Citra Sasmita setelah  melalui proses penjurian yang panjang oleh para juri yang terdiri dari Ozge Ersoy  (executive director Asia Art Archive), Man Ray Hsu (kurator independent dan kritikus  seni), David Elliot (penulis, kurator dan direktur museum), dan Arpita Akhanda (seniman  pemenang Sovereign Art Prize 2025). 

Proses penjurian dimulai dari penjaringan nama-nama seniman yang diajukan oleh para  nominator yang terdiri dari tokoh-tokoh seni dan institusi berpengaruh di Kawasan Asia Pasifik. Tahun ini Citra berhasil masuk daftar panjang atas rekomendasi dari Yvone Wang,  Sakda Chantanavanich, Lisa Botos, Tanya Michele Amador dan Sofia Coombe. Di antara  finalis lainnya, ia menjadi salah satu seniman dengan nominator terbanyak.

Tahap  penjurian selanjutnya dilakukan secara langsung di Hong Kong, setelah terpilih nama nama para finalis dan karyanya dipamerkan untuk publik di sana. Terdapat tiga kategori  pemenang yang dipilih oleh juri dan penyelenggara, yaitu Pemenang Utama (Grand Prize) yang diraih oleh Citra Sasmita, Vogue Hong Kong Women’s Art Prize yang diraih oleh  Nomin Zeezegma dari Mongolia, dan Public Vote Prize yang diraih oleh Joey Cobcobo dari  Filipina.

Karya Citra Sasmita (kiri) dalam ajang Sovereign Art Prize 2026

Sovereign Art Prize tidak hanya berhenti sebagai ajang kompetisi seni rupa, tetapi juga  menjadi gerakan kemanusiaan dan filantropi melalui seni. Sejak didirikan tahun 2003  oleh Howard Bilton, Sovereign Art Foundation telah menggalang dana yang disalurkan  untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat marhaen melalui mekanisme lelang karya karya para finalis yang terpilih.

Penyaluran dana kemanusiaan ini dilakukan melalui  beberapa program seperti Make It Better Programme yang berfokus pada pendampingan  dan pelatihan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Hong Kong dan  international community arts programmes yang bekerja sama dengan berbagai  organisasi non-profit di berbagai negara Asia untuk proyek perlindungan hak anak,  pencegahan perdagangan anak, serta penyediaan fasilitas pendidikan bagi perempuan dan anak jalanan. Beberapa program yang telah berjalan antara lain di Hong Kong, Nepal  dan Kamboja.

Bagi Citra, penghargaan yang diraihnya saat ini bukan hanya sebuah pencapaian atas  kerja kerasnya selama ini, tetapi lebih dari itu, ini menjadi kesempatan untuk semakin  menyebarluaskan gagasan dan ideologi yang dibawa melalui praktik dan kekaryaannya  selama ini. Ia berharap semakin banyak ruang bagi para perupa perempuan di kancah  seni rupa dunia. Saat ini seni rupa Indonesia tengah memasuki masa gemilang. Tidak sedikit seniman Indonesia yang memperoleh pengakuan di tingkat global, menjadi penanda bahwa kebudayaan Indonesia memiliki relevansi di tengah situasi dunia yang  terus berubah. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana/Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupaseni rupa BaliSovereign Art Prize
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

Next Post

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co