1 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

Angga Wijaya by Angga Wijaya
April 29, 2026
in Pop
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang sekali ada ruang bagi suara lain yang justru paling sunyi, paling lama menyimpan luka, dan paling sulit mengucapkannya. Suara itu adalah suara anak.

Lewat single terbarunya, “Sing Nyidang Ngomong”, Mr. Rayen membuka ruang yang lama tertutup itu. Ia tidak sekadar bercerita tentang pengkhianatan dalam rumah tangga, tetapi menggali sesuatu yang lebih dalam, tentang bagaimana konflik orang tua diam-diam meretakkan batin anak, bahkan ketika tak satu kata pun terucap.

Mr. Rayen, yang memiliki nama asli I Komang Rayendra Umbara, adalah musisi asal Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Ia telah berkarya sejak pertengahan 2000-an dan dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu yang konsisten mengangkat tema kehidupan sehari-hari, terutama soal keluarga, relasi, dan realitas sosial masyarakat Bali. Ia sempat tergabung dalam Blueberry Band sebelum kemudian menempuh jalur solo.

Dalam perjalanan kariernya, Mr. Rayen telah merilis sejumlah lagu yang cukup dikenal, seperti “Demi Iluh”, “Liunan Masalah”, “Gara-Gara Hoax”, “Percuma”, hingga “Tresna Butuh Materi” yang sempat viral. Album perdananya bertajuk “Demi Iluh” dirilis pada 2018 bersama Mr. Rayen Band dan berisi sepuluh lagu dengan tema sosial dan relasi rumah tangga.

Yang menarik, dalam beberapa tahun terakhir, Mr. Rayen juga dikenal lewat kolaborasinya bersama anak perempuannya, Omang Verly. Duet keduanya menjadi warna tersendiri dalam karya-karyanya, karena tidak hanya menghadirkan harmoni vokal, tetapi juga menghadirkan hubungan ayah dan anak secara nyata di dalam musik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah lagu “Tresna Butuh Materi”, di mana interaksi vokal mereka terasa natural dan emosional, sekaligus memperkuat tema cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi ini tidak berhenti sebagai gimmick musikal. Kehadiran Omang Verly justru menjadi bagian dari narasi yang lebih luas dalam karya-karya Mr. Rayen, terutama ketika ia mulai mengangkat tema keluarga dari sudut pandang yang lebih personal. Dalam konteks inilah, “Sing Nyidang Ngomong” terasa seperti kelanjutan yang lebih dalam, sekaligus jembatan menuju proyek berikutnya yang akan memberi ruang lebih besar bagi suara sang anak.

Di balik produksi lagu ini, ada nama-nama yang turut membentuk warna musikal dan visualnya. Aransemen musik digarap oleh Abel Dipayana, sementara penggarapan video klip dipercayakan kepada Andremians sebagai videografer.

Ide lagu ini, menurutnya, bukan sekadar imajinasi. Ia berangkat dari peristiwa nyata yang sempat viral.

“Betul, ide itu muncul dari kisah nyata. Beberapa waktu lalu sempat ada kejadian viral, maaf, perselingkuhan, yang kebetulan terjadi di salah satu tempat usaha kami,” ungkapnya.

Dari sana, ia tidak hanya melihat konflik sebagai drama orang dewasa, melainkan sebagai peristiwa yang meninggalkan jejak panjang pada anak. Di titik ini, “Sing Nyidang Ngomong” mengambil jarak dari lagu-lagu sejenis. Jika selama ini kisah perselingkuhan cenderung berputar pada pelaku, pada rasa bersalah atau pembelaan diri, Mr. Rayen memilih berdiri di sisi yang berbeda. Ia melihat dari posisi seorang ayah.

“Kenapa ada perspektif anak dalam cerita ini, karena saya memandang dari sudut sebagai orang tua, sebagai seorang ayah yang juga merasakan konflik dalam rumah tangga. Entah itu masalah percintaan, faktor ekonomi, atau hal lain yang menimbulkan kegaduhan, sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak dan keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konflik yang terus-menerus terjadi akan meninggalkan dampak serius.

“Konflik orang tua apa pun itu pasti berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan kebahagiaan anak,” tambahnya.

Keterlibatan Omang Verly dalam lagu ini, meski hanya muncul sekilas, menjadi bagian penting dalam narasi yang dibangun.

“Omang Verly terlibat dalam klip ini karena tujuannya untuk memberi pesan moral supaya pendengar bisa terhanyut dalam alur cerita ini,” kata Mr. Rayen.

Ia juga ingin menghadirkan sudut pandang yang jarang disentuh. “Biasanya lagu bertema perselingkuhan hanya dilihat dari sudut pandang pelakunya saja. Di lagu ini saya gali lebih dalam. Tak ada satu pun anak yang ingin menyaksikan orang tuanya berpisah,” ucapnya.

Menariknya, ia melibatkan langsung keluarganya dalam video klip. “Yang membedakan dari lagu ini karena diangkat dari kisah yang sempat viral di media sosial. Lagu ini juga menceritakan luka batin yang mendalam. Dalam video klip, saya melibatkan langsung istri dan anak agar lebih bisa menjiwai dan memvisualkan ceritanya,” jelasnya.

Judul “Sing Nyidang Ngomong” sendiri menyimpan makna yang dalam.

“Sing nyidang ngomong bisa diartikan ungkapan perasaan hancur yang tidak bisa diutarakan lagi, karena tekanan batin dan luka yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Di situlah letak kekuatan lagu ini. Ia tidak berteriak, tetapi justru memilih diam. Dalam diam itu, luka menjadi lebih terasa.

Bagi Mr. Rayen, musik tidak hanya soal hiburan. “Lagu ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah cerita perjalanan hidup. Banyak makna yang bisa kita jadikan bahan renungan, pengendalian diri, ego, dan sebagai bahan introspeksi,” katanya.

Menariknya, “Sing Nyidang Ngomong” bukan karya yang berdiri sendiri. Lagu ini menjadi awal dari rangkaian cerita yang juga akan memberi ruang lebih besar bagi Omang Verly.

“Lagu ini memang berkonsep bersambung. Bakal ada balasan dari sudut pandang sang anak. Di mana nanti Omang Verly akan bernyanyi penuh,” ungkapnya.

Dengan konsep ini, kolaborasi ayah dan anak itu tidak lagi sekadar duet, tetapi berkembang menjadi dialog emosional dalam bentuk karya musik. Sebuah upaya menghadirkan suara anak yang selama ini kerap tersembunyi di balik konflik orang tua.

Pada akhirnya, “Sing Nyidang Ngomong” bukan hanya tentang perselingkuhan. Ia adalah tentang keluarga, tentang luka yang diwariskan, tentang suara yang hilang, dan tentang anak-anak yang tumbuh dalam sunyi yang tidak mereka pilih. Dan mungkin, setelah mendengarnya, kita akan mulai menyadari, di balik setiap konflik orang tua, selalu ada satu suara yang tak pernah benar-benar didengar. Suara yang “sing nyidang ngomong”. [T]

Tags: lagu bahasa baliLagu Pop Balimusikmusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

Next Post

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

Read moreDetails

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

by Dede Putra Wiguna
April 3, 2026
0
Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

SETELAH keberhasilan album ke-10 ‘Bali Metangi’ pada 2022, Lolot Band kembali menegaskan eksistensinya lewat rilisan terbaru mereka, ‘Tajir Melintir’. Album...

Read moreDetails

‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

by Dede Putra Wiguna
March 29, 2026
0
‘Linglung’, Debut Solo Rahtwo Rock Bali yang Enerjik, Jenaka, dan Penuh Warna

RAHTWO ROCK BALI, musisi yang selama ini dikenal sebagai bagian dari grup Triple X Bali, kini melangkah ke jalur solo...

Read moreDetails

Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

by Dede Putra Wiguna
March 21, 2026
0
Filla Rilis ‘I’m a Fire’, Langkah Baru Tegaskan Energi dan Eksistensi

UNIT rock tunanetra Filla kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik lewat perilisan single terbaru berjudul I’m a Fire yang kini...

Read moreDetails

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

by Dede Putra Wiguna
March 12, 2026
0
‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini...

Read moreDetails

Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

by tatkala
March 7, 2026
0
Edit Foto dan Ubah Background Foto: Panduan Lengkap Membuat Gambar Lebih Profesional

PERKEMBANGAN teknologi digital membuat kebutuhan akan gambar berkualitas semakin meningkat, baik untuk media sosial, bisnis online, maupun kebutuhan pribadi. Banyak...

Read moreDetails
Next Post
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata
Esai

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Liputan Khusus

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

by Jaswanto
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co