26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selamat Hari Ibu — Menghayati, Bukan Sekadar Mempublikasi

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
December 22, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

SETIAP 22 Desember, linimasa media sosial riuh. Foto-foto lawas bersama ibu, bunga mawar virtual, kutipan dari Chairil Anwar hingga Khalil Gibran, berpesta di layar ponsel. Kita menekan tombol like, menulis caption “Selamat Hari Ibu”, seakan itu saja sudah mencukupi hak seorang perempuan yang melahirkan, membesarkan, dan memuliakan kita.

Namun, adakah jeda untuk bertanya: apakah ucapan itu selaras dengan perlakuan kita sehari-hari?

Sebab memuliakan ibu bukan perkara satu hari penuh simbolisme, melainkan ritus panjang kejujuran dan aksi nyata: mengurangi beban pekerjaan domestik yang tanpa upah dan sering tanpa terima kasih; mendengarkan cerita yang berulang tanpa memotong; tidak menganggap pengorbanannya sebagai kewajaran; menghargai keputusan, suara, dan otonominya; serta merawatnya ketika renta—sebagaimana ia merawat kita ketika tak berdaya.

Hari Ibu bukan panggung seremonial. Ia adalah cermin: di mana posisi kita—di bibir ucapan, atau di inti penghayatan?

Ibu dan Ibu Pertiwi

Kita sering lupa bahwa penghormatan ibu tak selesai pada sosok biologis. Ada Ibu lain, lebih tua, lebih luas, lebih sabar: Ibu Pertiwi.

Di tanah tempat kita berpijak, air mata dan peluh tak sekadar metafora. SELAMAT HARI IBU — MENGHAYATI, BUKAN SEKADAR MEMPUBLISIKASI

Setiap 22 Desember, linimasa media sosial riuh. Foto-foto lawas bersama ibu, bunga mawar virtual, kutipan dari Chairil Anwar hingga Khalil Gibran, berpesta di layar ponsel. Kita menekan tombol like, menulis caption “Selamat Hari Ibu”, seakan itu saja sudah mencukupi hak seorang perempuan yang melahirkan, membesarkan, dan memuliakan kita.

Namun, adakah jeda untuk bertanya: apakah ucapan itu selaras dengan perlakuan kita sehari-hari?

Sebab memuliakan ibu bukan perkara satu hari penuh simbolisme, melainkan ritus panjang kejujuran dan aksi nyata: mengurangi beban pekerjaan domestik yang tanpa upah dan sering tanpa terima kasih; mendengarkan cerita yang berulang tanpa memotong; tidak menganggap pengorbanannya sebagai kewajaran; menghargai keputusan, suara, dan otonominya; serta merawatnya ketika renta—sebagaimana ia merawat kita ketika tak berdaya.

Hari Ibu bukan panggung seremonial. Ia adalah cermin: di mana posisi kita—di bibir ucapan, atau di inti penghayatan?

Ibu dan Ibu Pertiwi

Kita sering lupa bahwa penghormatan ibu tak selesai pada sosok biologis. Ada Ibu lain, lebih tua, lebih luas, lebih sabar: Ibu Pertiwi.

Di tanah tempat kita berpijak, air mata dan peluh tak sekadar metafora. Banjir bandang dan longsor yang terjadi di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
pada akhir November hingga Desember 2025 telah menyebabkan ratusan hingga hampir seribu korban tewas, puluhan ribu jiwa hilang, dan ratus ribu hingga sekitar jutaan orang mengungsi dari rumah mereka dan musibah ini seakan menjadi kabar duka yang hingga kini belum jelas tahapan tindak lanjut dari Pemerintah, seakan justru aksi demi aksi nyata dari para relawan yang lebih konkret tampak dari awam saya memperhatikan. Alam pun punya batas kesabaran terhadap kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan, membiarkan eksploitasi tanpa etika, serta menunjukkan ketidakpedulian terhadap keseimbangan ekologis akan kembali kepada kita sebagai perih.

Menghormati Ibu Pertiwi bukan hanya menunduk dalam doa, tetapi menolak membuang sampah ke sungai; tidak menelikung ruang hijau menjadi beton; dan menuntut pemerintah maupun korporasi agar mengambil keputusan dengan perspektif jangka panjang, bukan laba sesaat.

Jika kepada ibu kandung kita diwajibkan hormat, maka kepada ibu negeri kita diwajibkan sadar.

Menghormati Ibu Pertiwi bukan hanya menunduk dalam doa, tetapi menolak membuang sampah ke sungai; tidak menelikung ruang hijau menjadi beton; dan menuntut pemerintah maupun korporasi agar mengambil keputusan dengan perspektif jangka panjang, bukan laba sesaat. Jika kepada ibu kandung kita diwajibkan hormat, maka kepada ibu negeri kita diwajibkan sadar.

Antara Ucapan dan Akuntabilitas

Generasi digital kerap gagap antara intensi dan aksi. Kita pandai merangkai teks, mudah mengunggah foto terbaik, tetapi sering alpa memahami bahwa cinta kepada ibu adalah:

  • hadir ketika ia sakit,
  • bersabar ketika ia murka,
  • rendah hati ketika ia berbeda pendapat,
  • dan konsisten mengafirmasi keberadaannya—tak hanya di ruang publik, tapi terutama di ruang privat.

Menghormati ibu mesti lebih konkret daripada estetika postingan. Ia perlu diwujudkan dalam etika kehidupan.

Kesimpulan

Hari Ibu bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat: bahwa perempuan yang melahirkan kita layak dihormati bukan hanya dengan kata, tapi tindakan; dan bahwa bumi tempat kita tumbuh layak dijaga bukan hanya dengan slogan, tapi kesadaran.

Karena ibu—yang di rumah atau yang bernama Indonesia—tak menuntut kita sempurna. Ia hanya menuntut kita bertanggung jawab.

“Selamat Hari Ibu. Semoga cinta kita tidak berhenti di bibir ucapan dan unggahan; tetapi terwujud dalam hormat yang membumi, peduli yang berkelanjutan, dan kesadaran bahwa Ibu di rumah dan Ibu Pertiwi sama-sama layak dimuliakan—setiap hari, bukan hanya hari ini” – Dewa Rhadea. [T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Ibuibu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Realitas Cat Air I Made Dolar Astawa: Seni Rupa di Antara Pariwisata, Representasi, dan Identitas Bali

Next Post

Hanuman dan Sun Go Kong: Arketipe “Manusia Kera” dalam Pencarian Kitab Suci

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Hanuman dan Sun Go Kong: Arketipe “Manusia Kera” dalam Pencarian Kitab Suci

Hanuman dan Sun Go Kong: Arketipe “Manusia Kera” dalam Pencarian Kitab Suci

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co