23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

Isran Kamal by Isran Kamal
August 23, 2025
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

KECERDASAN buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menghadirkan manfaat besar di bidang kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko baru, terutama dalam hal penyalahgunaan AI yang mengancam privasi dan keamanan data.

Kasus pencurian identitas digital, pengawasan berlebihan, hingga manipulasi psikologis melalui algoritma prediktif semakin sering muncul. Di balik isu teknologi ini, ada dimensi psikologis yang tak kalah penting, yakni bagaimana individu memaknai, merespons, dan menanggung dampak dari pelanggaran privasi di era digital.

Bentuk Penyalahgunaan AI dalam Privasi dan Data

Salah satu bentuk paling nyata adalah surveillance capitalism, di mana data pribadi dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi melalui iklan terarah atau prediksi perilaku. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk deepfake dan pencurian identitas, yang menimbulkan ancaman serius pada reputasi dan keamanan seseorang. Bahkan dalam konteks sehari-hari, penggunaan aplikasi berbasis AI yang meminta akses luas terhadap data pribadi memunculkan dilema etis: sejauh mana pengguna benar-benar memiliki kendali atas data mereka sendiri?

Dari perspektif psikologis, kondisi ini menyentuh aspek penting dalam teori self-determination, yakni kebutuhan dasar akan otonomi. Ketika data pribadi dikendalikan pihak luar tanpa persetujuan penuh, individu mengalami erosi sense of agency, yang dapat memicu stres, kecemasan, bahkan rasa tidak berdaya. Selain itu, fenomena deepfake atau pencurian identitas dapat menimbulkan identity threat, di mana seseorang merasa citra dirinya tidak lagi berada dalam kontrol personal.

Penelitian psikologi sosial juga menunjukkan bahwa ketidakpastian terkait siapa yang mengakses dan memanfaatkan data memperburuk rasa percaya terhadap institusi maupun teknologi itu sendiri. Akibatnya, relasi pengguna dengan teknologi berubah dari alat yang mempermudah hidup menjadi sumber potensi ancaman yang menggerogoti keamanan psikologis.

Perspektif Psikologis terhadap Privasi dan Penyalahgunaan Data

Dari sudut pandang psikologi, privasi tidak semata-mata merupakan isu teknis atau hukum, melainkan kebutuhan psikologis yang mendasar, berhubungan dengan rasa aman, kontrol atas diri, serta pembentukan identitas personal. Kehilangan privasi sering kali berarti kehilangan otonomi, karena individu tidak lagi bebas menentukan informasi mana yang pantas dibagikan dan kepada siapa. Kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, bahkan perasaan terancam, seolah ruang pribadi direbut paksa oleh pihak eksternal.

Konsep privacy calculus menjelaskan bahwa individu biasanya menimbang manfaat dan risiko ketika membagikan data mereka. Namun, kalkulasi ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti bias optimisme. Suatu keyakinan berlebihan bahwa risiko tidak akan menimpa dirinya atau cognitive overload akibat terlalu banyak informasi yang harus dipertimbangkan. Ketika penyalahgunaan data akhirnya terungkap, muncul perasaan dikhianati yang bukan hanya merusak kepercayaan pada institusi atau perusahaan, tetapi juga menggerus rasa percaya antarindividu dalam masyarakat digital.

Lebih jauh, fenomena learned helplessness dapat membantu menjelaskan reaksi pasif sebagian orang terhadap eksploitasi data. Ketika individu berulang kali merasa bahwa usahanya melindungi privasi tidak membuahkan hasil, misalnya meskipun sudah mengatur keamanan akun, datanya tetap bocor. Maka ia cenderung menyerah dan menerima kondisi tersebut. Rasa tak berdaya ini melanggengkan sikap permisif, bahkan normalisasi terhadap pelanggaran privasi. Akibatnya, masyarakat justru makin rentan terhadap penyalahgunaan data, karena mekanisme pertahanan psikologis mereka lumpuh sebelum sempat melawan.

Implikasi Etis dan Psikologis

Penyalahgunaan AI dalam ranah privasi dan data bukan sekadar masalah hukum atau regulasi teknis, melainkan menyentuh langsung pada dimensi psikologis dan moral masyarakat. Ketidakpastian mengenai siapa yang mengendalikan, mengakses, dan memanfaatkan informasi pribadi menimbulkan rasa tidak aman yang bersifat kronis.

Rasa diawasi secara terus-menerus dapat melahirkan fenomena pervasive surveillance anxiety, di mana individu merasa selalu diawasi sehingga perilaku sosial mereka berubah, menjadi lebih kaku, penuh kewaspadaan, dan kehilangan spontanitas. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan erosi kepercayaan sosial dan melemahkan kesehatan mental kolektif.

Secara etis, praktik semacam ini juga menggeser batas otonomi psikologis manusia. Algoritma yang dirancang untuk memprediksi dan memanipulasi pilihan dapat membuat individu merasa kehilangan kendali atas keputusan personalnya. Situasi tersebut melahirkan dilema serius: apakah manusia masih menjadi subjek yang bebas, atau sekadar objek dari kalkulasi data yang dijalankan mesin? Dengan kata lain, penyalahgunaan data bukan hanya mengurangi hak privasi, tetapi juga mereduksi martabat manusia sebagai agen moral yang otonom.

Karena itu, regulasi teknologi memang penting, tetapi tidak cukup jika hanya bersifat normatif-legal. Solusi yang ditawarkan harus mengintegrasikan pemahaman psikologis, etis, dan sosial agar lebih holistik. Regulasi yang hanya mengedepankan aspek teknis akan gagal merespons dampak laten pada kesehatan mental dan relasi sosial.

Sebaliknya, pendekatan yang menggabungkan dimensi psikologi, seperti pemulihan rasa kontrol, penguatan literasi digital, serta pencegahan efek learned helplessness akan lebih efektif dalam melindungi masyarakat dari dampak jangka panjang. Dengan cara inilah, perlindungan privasi tidak hanya menjadi upaya menjaga data, tetapi juga menjaga kualitas kemanusiaan itu sendiri.

Membaca Ulang Privasi sebagai Hak Psikologis

Era AI menghadirkan paradoks besar: di satu sisi menjanjikan efisiensi, kreativitas, dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya; namun di sisi lain membuka celah penyalahgunaan yang serius, terutama dalam hal privasi dan kesehatan psikologis manusia. Menyadari dimensi psikologis dari isu ini penting agar kita tidak sekadar menanganinya sebagai problem teknis, melainkan juga sebagai tantangan etis dan kemanusiaan.

Solusi yang ditawarkan tidak bisa berhenti pada regulasi hukum semata. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang mencakup desain teknologi yang etis (ethical by design), edukasi publik tentang literasi digital, serta sistem pendukung psikologis bagi mereka yang terdampak oleh penyalahgunaan data. Dengan demikian, privasi tidak hanya dipahami sebagai hak legal, tetapi juga sebagai kebutuhan fundamental untuk menjaga identitas, rasa aman, dan kesehatan mental manusia di tengah laju digitalisasi yang tak terbendung.

Pada akhirnya, menjaga privasi berarti menjaga ruang kemanusiaan itu sendiri, suatu ruang di mana manusia dapat tetap memiliki otonom, sehat secara psikologis, dan mampu hidup bermakna di tengah arus teknologi yang semakin mendominasi kehidupan. [T]

Penulis: Isran Kamal
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 2]
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]
Ketika Jolly Roger “One Piece” Berkibar di Hari Kemerdekaan
“Digital Detox” sebagai Revolusi Eksistensial: Upaya Kembali ke Diri Sendiri di Tengah Era “Overconnectivity”
Tags: AIPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co