6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jalan Amblas, Nyawa Melayang, dan Pekerjaan Rumah Bali yang Tak Boleh Lagi Ditunda

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
July 16, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

LUBANG selebar delapan meter yang menganga di Bajera, Tabanan, dan dentuman maut dari truk rem blong di Bangli bukan hanya insiden terpisah. Keduanya adalah alarm keras. Bukan cuma tentang aspal yang lelah atau jalur yang longsor, tetapi tentang sistem yang gagal merawat, mengantisipasi, dan melindungi.

Awal Juli 2025, jalur nasional Denpasar–Gilimanuk amblas diterjang hujan deras. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa perbaikan akan tuntas dalam tiga minggu, atau lebih cepat jika memungkinkan. Namun waktu tiga minggu bagi pemerintah bisa berarti tunggu dan sabar, sementara bagi masyarakat bisa berarti kecemasan, keterbatasan akses, dan keselamatan yang terancam setiap hari.

Terdapat banyak kecelakaan lalu lintas sebagai excess pengalihan arus lalu lintas karena kerusakan jalur tersebut selama seminggu terakhir—bahkan  diantaranya hingga merenggut nyawa. Rute darurat yang mestinya menyelamatkan, justru jadi titik rawan baru. Biaya logistik melonjak hingga 10 persen. BBM menipis. Wisatawan membatalkan perjalanan. Ekonomi mikro terhenti. Rantai distribusi remuk hanya karena satu ruas vital amblas.

Tapi masalah kita bukan hanya jalan yang runtuh. Yang juga amblas adalah kepercayaan publik terhadap tata kelola infrastruktur. Jalan dan sistem transportasi di Bali terlalu lama hanya dipercantik demi wisata, tapi rapuh untuk menghadapi hujan ekstrem akibat perubahan iklim. Kita sedang mempertaruhkan bukan hanya citra Bali sebagai destinasi dunia, tapi lebih dari itu, keselamatan hidup warganya.

Tragedi di Bangli memperjelas semuanya. Sebuah truk pengangkut semen kehilangan kendali di turunan Desa Landih. Menabrak mobil, melindas rumah, melumat nyawa. Empat orang tewas seketika. Tak ada jalur rem darurat. Tak ada sistem inspeksi yang mencegah. Dan tak ada alasan lagi untuk terus menormalkan ini sebagai kecelakaan biasa. Ini tragedi yang bisa dihindari, jika kita serius membenahi.

Jika kita jujur, maka kita harus mengakui bahwa ini bukan lagi soal “insiden lokal”, tapi sinyal bahaya dari sistem yang gagal memelihara dan mengantisipasi. Jalan amblas bisa dicegah. Truk yang kehilangan kendali bisa dihindari jika ada sistem uji kelayakan rutin dan jalur rem darurat. Lalu lintas bisa diatur lebih manusiawi jika Dishub, Pemprov dan Pemkab serta masyarakat punya sistem mitigasi dan komunikasi darurat yang berjalan baik.

Dan jika jalur menuju Bali Selatan terganggu, maka Bali praktis tak memiliki sistem konektivitas cadangan yang tangguh. Itulah mengapa insiden Bajera menjadi momentum untuk melihat ulang arsitektur transportasi dan pemerataan pembangunan wilayah. Bukan hanya memperbaiki yang rusak, tapi membangun ulang cara berpikir kita tentang infrastruktur sebagai urusan menyelamatkan hidup.

Dari sini kita patut bertanya: jika jalur selatan lumpuh, apa yang tersisa dari sistem mobilitas Bali? Kita tidak punya cadangan. Tidak ada rute utama lain yang tangguh. Dan karena itulah wacana lama tentang Bandara Bali Utara tak bisa lagi sekadar diperdebatkan. Ia harus dilihat sebagai bagian dari ketahanan wilayah, dari kebutuhan mendesak untuk menyebarkan pusat akses, bukan menumpuknya di selatan.

Bayangkan jika distribusi, logistik, dan arus wisata tak hanya bergantung pada Denpasar dan Bandara Ngurah Rai. Bayangkan jika evakuasi atau penyaluran bantuan dapat dilakukan langsung lewat Buleleng. Maka tragedi seperti Bajera bukan hanya bisa direspons lebih cepat, tapi mungkin tidak akan separah ini.

Pekerjaan Rumah Pemprov dan Pemkab se-Bali dari perspektif seorang awam :

  1. Audit menyeluruh jalur rawan: Evaluasi geoteknik, sistem drainase, dan daya dukung jalan di seluruh Bali.
  2. Peringatan dini & monitoring digital: Sensor tanah, kamera beban kendaraan, dan data terintegrasi harus jadi standar.
  3. Pengawasan kendaraan berat: Sertifikasi laik jalan, pembatasan jam operasional, dan kontrol terhadap perusahaan logistik.
  4. Perkuat jalur alternatif: Bukan sekadar opsi darurat, tapi benar-benar layak dari sisi keamanan dan kapasitas.
  5. Pelatihan tanggap darurat: Libatkan komunitas, sopir, aparat, dan relawan untuk skenario bencana lalu lintas.
  6. Desentralisasi infrastruktur strategis: Bandara Bali Utara, pelabuhan baru, dan pusat logistik perlu dipercepat sebagai pilar ketahanan daerah.

Infrastruktur bukan sekadar urusan aspal dan semen. Ia adalah nadi keselamatan. Jika rusak, maka nyawa yang dipertaruhkan. Kita boleh bermimpi membangun destinasi dunia, tapi mari kita pastikan jalannya cukup kuat untuk warganya pulang dengan selamat.

Karena apa gunanya membanggakan Bali sebagai surga, jika untuk sampai ke rumah pun kita harus bertaruh nyawa? [T]

  • Catatan: Artikel ini ditulis sebagai bentuk refleksi publik dan seruan perubahan. Karena luka hari ini tak boleh jadi rutinitas besok.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Generasi (L)emas: Saat Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana
Di Balik Ujian Hidup: Mengapa Tuhan Tidak Pernah Salah Menakar?
Saat Dunia Kian Pintar, Tapi Nurani Kian Pudar
Tidak Ada Definisi untuk Anak Pertama Saya
PENJARA: Penyempurnaan Jiwa dan Raga
Mars dan Venus: Menjaga Harmoni Kodrati
Tags: baliJalanlalu lintastransportasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema Mati di Bali

Next Post

Dokter dan Balian, Sama Namun Berbeda

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Dokter dan Balian, Sama Namun Berbeda

Dokter dan Balian, Sama Namun Berbeda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co