23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak

Gede Agus Eka Pratama by Gede Agus Eka Pratama
April 27, 2025
in Persona
Gede Alma, Mahasiswa yang Jualan Kentang Goreng: Pernah Kuliah Bawa Motor Gerobak

Gede Alma Siregar saat berjualan kentang goreng | Foto: Eka

AWALNYA  ia berkawan dengan para pedagang jajanan keliling, dan lambat laun ia pun ikut jadi pedagang keliling. Kini ia dikenal sebagai pedagang kentang goreng. Ia keliling dari satu tempat ke tempat lain di pinggiran barat kota Singaraja. Dan, ia senang.

Ia adalah Gede Alma Siregar, mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Karena alasan tertentu, ia harus cari uang sendiri, untuk membiayai kuliahnya, sekaligus untuk ditabung. Meski kuliah di program studi PGSD, namun ia memnedam cita-cita kerja di kapal pesiar.

“Nanti kalau beruntung, uang tabungan bisa jadi modal kerja ke luar negeri,” ujar Alma, begitu panggilan akrabnya.

Alma pernah menjadi konten kreator, namun ia tak begitu beruntung. Hasilnya kurang menjajikan. Maka, Alma, yang berasal dari Desa Busungbiu itu beralih profesi menjadi pedagang kentang goreng keliling. Kentang goreng bisa dibilang sebagai jajanan yang sangat hits di Indonesia, khususnya para kalangan anak SD.

Alma tak merasa kikuk. Ia punya tekad kuat sehingga rela mengorbakan masa muda yang harusnya bermain di sela-sela kuliah, malah ia memilih untuk berjualan keliling.

“Memang harus ada yang dikorbankan, jika hari ini saya bermain-main maka di hari tua nanti saya yang akan di permaikan oleh kehidupan ini, lebih baik sekarang saya berkorban untuk hasil yang nanti akan saya nikmati,” tutur Alma yang kini usianya menginjak 20 tahun.

Gede Alma Siregar saat berjualan kentang goreng | Foto: Eka

Pria kelahiran 11 Februari 2005 itu tumbuh dalam keluarga yang sedikit keras, sehingga ia sudah terbiasa dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan. Tak heran ia tidak pernah memiliki rasa gengsi sedikit pun untuk menjajakan dagangan di jalanan.

Sebelum memutuskan terjun pada dunia perjajanan keliling, terlebih dahulu ia sudah membekali dirinya dengan segudang informasi mengenai bagaimana tata cara berjualan dan proses pembuatan kentang goreng.

“Waktu itu saya belajar bersama orang dari Kubutambahan yang berprofesi sama juga jualan kentang goreng. Orang itu sudah pensiun, saya datang ke rumahnya jam 8 malam untuk belajar membuat kentang goreng sampai jam 1 pagi, hingga sekarang saya bisa jualan,” cerita Alma.

Alma mengaku tidak enak hati jika harus untuk mengulurkan tangan meminta uang kepada orang tua. Ia merasa lebih baik jika menghasilkan uang sendiri. Selain itu Alma memiliki cita-cita besar untuk bisa bekerja diluar negeri, hal ini yang menjadi alasan terkuatnya mengorbakan masa mudanya untuk berjualan.

Ia memang punya cita-cita kerja di luar negeri. Motivasi bukan untuk mengumpulkan dolar sebanyak-banyaknya, namun ia memiliki motivasi besar untuk bisa belajar berwirausaha di negara orang.  Sederhananya ia akan belajar sejumlah hal di luar negeri, lalu ia contoh, lalu ia terapkan di Indonesia.

“Sekarang saya fokus untuk mengumpulkan modal dulu, target 30 juta rupiah dalam setahun. Artinya setiap hari saya harus menabung sebesar 100 ribu rupiah,” kata Alma.

Pemilik akun tiktok almaofficial_1 itu juga mengungkapkan, di balik cita-cita yang ingin digapai, ia harus melewati itu semua dengan penuh keringat dan tantangan. Apalagi dengan statusnya sebagai mahasiswa ia masih punya tugas dan tanggung jawab sebagai pemuda yang belajar, mengerjakan tugas dan tamat.

“Berat memang berjualan ketika masih mahasiswa, bukan di gengsinya melainkan harus membagi waktu antara perkuliahan dengan jualan,” ujar Alma.

Gede Alma Siregar saat berjualan kentang goreng | Foto: Eka

Pernah suatu hari Alma dapat informasi mendadak harus kuliah luring di kampus. Saat itu ia sedang jualan dengan sepeda motor yang berisi gerobak. Dan ia tidak sempat untuk mengganti sepeda motor. “Akhirnya saya bawa sepeda motor yang berisi gerobak ini untuk masuk ke area kampus,” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga pernah diusir oleh Satpol PP saat pertama kali jualan karena memang belum mengetahui rute, dan tempat-tempat berjualan yang aman. Gerobaknya sempat terbalik, pernah kehujanan, bahkan pernah dalam sehari tidak ada yang membeli sama sekali.

Itu semua, bagi Alma, adalah pengalaman lama. Masa-masa itu sudah berlalu. Dan saat ini Alma sudah berhasil mengumpulkan hasil berjualan ratusan ribu dalam sehari.

Pria yang berdomisili di Desa Panji itu itu mengungkapkan bahwa ia tidak akan berfokus untuk berjualan ketang goreng saja, melainkan nantinya akan merambah ke jualan pizza juga.

“Rencanya mau jualan pizza juga tapi pizza dengan harga 15 K saja, karena yang saya lihat di Buleleng cuma sedikit yang jualan itu, dan harganya pun sangat mahal, jadi saya ingin masuk disananya. Nantinya itu akan saya jual secara pre-order, jadi saya tetap bisa jualan ketang goreng keliling,” kata Alma.

Selamat berjualan, Alma. Semoga laris. [T]

Reporter/Penulis: Gede Agus Eka Pratama
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
3 Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan: Kuliah, Bisnis Kopi “Mai Nongki”, dan Hadapi Tantangannya
Kisah Dio Artayasa, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang Menjadi Panitia Penyelenggara Pemilu 2024
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Tags: kuliah sambil kerjamahasiswaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat

Next Post

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Cerita Seorang Penjual Endek

Gede Agus Eka Pratama

Gede Agus Eka Pratama

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Cerita Seorang Penjual Endek

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Cerita Seorang Penjual Endek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co