24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Outing ke Sekolah Minggu di Desa Padangan- Pupuan: Senangnya Bermain Bersama Anak-anak

Ni Putu Vira Astri Agustini by Ni Putu Vira Astri Agustini
January 13, 2025
in Tualang
Outing ke Sekolah Minggu di Desa Padangan- Pupuan: Senangnya Bermain Bersama Anak-anak

Sekolah minggu di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan

DI Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ada sekolah Minggu, di mana anak-anak belajar dan bermaian di tengah-tengah alam yang asri.

Kami, mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali yang tergabung dalam UKM Jurnalistik berkunjung ke sekolah itu, Minggu, 12 Januari 2025, sekaligus turut merasakan keceriaan anak-anak di sekolah itu. Kunjungan kami menandai berakhirnya masa kepengurusan UKM jurnalistik periode 2023-2024.

Sekolah Minggu adalah  sekolah rumahan yang dikelola suami istri, yakni Rudyaswati yang kerap dipanggil Mama dan Wayan Warditha yang kerap dipanggil Pak Mekel, karena ia memang sebagai Perbekel (Mekel/Kepala Desa) Desa Padangan. Sekolah itu berdiri sejak tahun 2016. Sekolah Minggu dilaksanakan dalam sebulan 2 kali.

I Made Adnyana, S.H., M.H selaku pembina UKM Jurnalistik menjadi pemandu perjalanan menuju Sekolah Minggu itu. Perjalanan dimulai dari Kampus UPMI di Denpasar, pada pukul 07.15 WITA.

Hujan pagi hari tak menurutkan niat kami untuk berkunjung ke sekolah itu. Kami beranggotakan 24 orang, dengan menumpang mobil, menerobos hujan.

Kami lewati terminal Mengwi, lalu masuk wilayah Kota Tabanan. Terus ke barat, sampailah kami di wilayah Selemadeg. Di situ ada pertigaan, ada patung polisi. Kami belok kanan menuju arah Pupuan.

Sepanjang jalan kami mencium bau durian yang semerbak. Begitu banyak pohon durian sepanjang jalan di Pupuan.

Pukul 09.00 kami sampai di sekolah Minggu dengan keadaan terkena hujan gerimis. Sampai di sana kami duduk dan memperkenalkan diri kepada adik-adik yang berjumlah 31  di sekolah Minggu.

Bertemu anak-anak di Sekolah Minggu di Desa Padangan, Pupuan, Tabanan | Foto: Vira

Di sekolah itu kami mengagendakan bermaian bersama. Dayu Putri, teman kami, menyampaikan ada 3 agenda yang dilaksanakan bersama adik-adik di sekolah itu, yaitu tebak gambar, estafet karet, dan lomba membuat majalah dinding (mading).

Agenda pertama yaitu tebak gambar, dimana adik-adik dipandu oleh kami dengan memberikan gambar dan satu orang akan memperagakan gerakan sesuai gambar dan gerakan diikuti oleh teman di belakangnya. Siapa yang gerakan benar sesuai dengan gambar, maka itulah pemenangnya.

Agenda kedua yaitu, estafet karet. Estafet karet ini dimana kami memberikan tusuk gigi dan karet kepada adik-adik. Cara bermainnya yaitu tusuk gigi dijepit di bibir, lalu peserta di depan akan diberikan karet oleh panitia. Peserta pertama memberikan karet kepada teman di belakang melalui mulut.

Agenda ketiga yaitu lomba membuat majalah dinding. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok berisi 10 peserta. Peserta disuruh membuat membuat majalah dinding dengan bebas sesuai kreativitas peserta. Mulai dari menulis pantun, bercerita tentang alam, membuat kreasi dari kertas seperti kapal, bunga, ada juga yang menulis kata-kata hari ini.

Setelah perlombaan selesai, pemenang lomba akan diberikan hadiah berupa snack coklat.

Lomba mading | Foto: Vira

Tepat pukul 12.00 acara selesai dan adik-adik pun pulang dijemput orang tuanya. Kami panitia disuguhkan sate, jajan basah, dan air oleh Mama Sebelum makan bersama, kami mendengarkan sedikit obrolan dari suami Mama, yaitu Pak Mekel.

Ia menceritakan sedikit tentang berdirinya sekolah Minggu yang awalnya memakai dana sendiri dan sekarang dibantu oleh desa.

“Istri saya dulu hanya ibu rumah tangga, karena dia suka anak-anak jadinya dia menampung anak dengan biaya sendiri,” kata Pak Mekel.

Dengan keuletan dan kesabaran Mama, sekarang sekolah ini dibiayai desa. Banyak yang mau meniru sekolah itu, tapi banyak juga yang tak bertahan lama.

“Kami disini buat buat anak-anak menjadi langsung pintar, kami di sini menciptakan anak-anak berbudi pekerti luhur, sopan santun,” kata Pak Mekel.

Lomba mading | Foto: Vira

Sekolah Minggu sangat sejuk dan asri penuh dengan pohon buah dan tanaman bunga. “Di sini banyak tanaman, itu menjadi laboratorium alam bagi anak-anak kami disini,” katanya.  

“Binatang sekecil semut pun tak akan kamu bunuh, jika dibunuh, itu akan merusak ciptaan Tuhan apalagi tanaman,” sambung Mama.

Setelah mendengar sedikit cerita, kami makan sate, sungguh enak walaupun hanya 3 tusuk sate dan lumayan mengganjal perut yang sudah keroncongan dari pagi. Setelah makan kami berpamitan dengan Mama.

Berfoto bersama anak-anak di Sekolah Minggu | Foto: Vira

Pada tahun lalu anggota UKM Jurnalistik UPMI Bali sudah pernah berkunjung ke Sekolah Minggu dan sekarang kembali datang ke sekolah Minggu itu.

Menurut Dayu Putri, selaku ketua UKM Jurnalistik periode 2023-2024, alasan memilih sekolah Minggu karena memang tertarik pada kegiatan di sekolah itu. “Dan tidak ada alasan bertemu kembali dengan orang lama kembali. Maunya mencari bakso seperti tahun lalu tetapi dapatnya sate, hahaha,” kata Dayu Putri.

Perjalanan dilanjutkan ke Vihara Dharma Giri yang berlokasi di Jalan Raya Pupuan, kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Patung Buddha Tidur di Vihara Dharma Giri | Foto: Vira

Menurut I Made Adnyana, alasan memilih Vihara Dharma Giri tidak ada alasan khusus.  “Kebetulan salah satu objek yang menarik dikunjungi di seputaran Pupuan ya patung Reclining Buddha atau Sang Buddha dalam posisi terbaring. Kebetulan juga sebagian besar anggota UKM Jurnalistik belum pernah berkunjung kesana,” ujarnya.

Anggota UKM Jurnalistik makan siang ronde kedua di tempat itu. Adnyana dan Dayu Putri mengambil konsumsi. sembari menunggu konsumsi datang, anggota yang lain berfoto menikmati alam dan patung Buddha tidur, ada juga yang memberi makan burung-burung di sana.

Konsumsi datang, kami makan bersama menikmati nasi bungkus dengan lauk ayam suwir dan sate ditemani dengan pemandangan alam Pupuan. [T]

Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan
Cerita Air dari Kawasan Taman Mumbul, Desa Sangeh: Tempat Rekreasi, Irigasi, dan “Malukat”
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall
Tags: Desa PadanganPendidikanPupuantabananUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail

Next Post

“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

Ni Putu Vira Astri Agustini

Ni Putu Vira Astri Agustini

Lahir di Blahkiuh, Badung. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails
Next Post
“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

“Di Sini Aku Berdiri”, Single Terbaru Hydra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co