25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 29, 2024
in Esai
Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi "Filsafat, Sains, dan Sastra" bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

—Terkhusus buat Gen Z

ADA perasaan mengganjal selepas mengikuti diskusi bersama dua penulis nasional, Dewi Lestari dan Henry Manampiring yang dilaksanakan di Museum Buleleng pagi hingga siang akhir pekan kemarin, Sabtu, 24 Agustus 2024. Antusias peserta mengajukan pertanyaan membuat waktu dua jam tak terasa, bahkan terik matahari Kota Singaraja yang terkenal menyengat tak surutkan niat peserta untuk mengikuti diskusi ini sampai akhir. Panel diskusi tersebut bertajuk “Filsafat, Sains, dan Sastra”, salah satu mata acara dalam Singaraja Literary Festival 2024.

Saya dapat kesempatan pertama untuk mengajukan pertanyaan, dan saya pilih menyampaikan kesan saya pada karya Dee. Untuk menghormati peserta lain yang juga antusias bertanya, pertanyaan untuk Henry Manampiring yang sudah saya siapkan beberapa hari sebelumnya terpaksa tak jadi saya ajukan saat itu. Biar tak mubazir, pertanyaan itu akan saya tuliskan hari ini dengan dua harapan. Pertama, media yang saya kirimi memuatnya. Yang kedua, Henry Manampiring, sebagai pihak yang dituju sempat membaca tulisan ini.

Penulis (baju putih) duduk di antara peserta panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Pertanyaannya sangat singkat, “Apakah masih berguna kita membaca filsafat hari ini?”

Saya berkaca pada dua hal yang menggelitik. Saya sempat membaca sebuah meme, entah benar atau cuma rekaan, dialog seorang wanita muda dengan kenalannya seorang mahasiswa. Segalanya terlihat sempurna, sampai saat ditanya jurusan/fakultas si pria.

Saat yang bersangkutan menjawab kuliah filsafat, langsung ditanggapi dengan tragis. “Sepertinya kita tak boleh berhubungan lagi. Kata ibu saya, pria yang belajar filsafat nanti gampang menjadi gila,” begitu kata si wanita.

Betapa menyedihkan kenyataan ini. Situasi berikutnya saya ingat terjadi polemik hangat terkait peran filsafat dibanding sains dalam menyelesaikan persoalan dunia (ini sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu). Goenawan Mohamad (GM) di pihak filsafat sudah langsung angkat tangan, dengan ungkapannya tentang filsafat. “Filsafat itu ibarat burung pungguk Minerva, yang baru keluar kandang di senja hari, saat burung lainnya sudah pulang ke rumah”.

Tak perlu rasanya saya jelaskan pesimisme beliau akan guna filsafat dalam kehidupan kita bermasyarakat. Akhirnya pertanyaan itu mendapatkan pembenarannya kembali, untuk apa kita bersusah-susah membaca buku filsafat, saat banyak buku pilihan lain yang tersedia, saat tak banyak lagi orang yang berniat membaca buku. Betapa tragisnya pilihan kita tetap ber-filsafat.

Sesungguhnya bung Henry Manmpiring telah menjelaskannya panjang lebar, dengan indah dan telihat sangat masuk akal dalam tulisannya sebelum acara diskusi ini berlangsung dan dimuat di media kesayangan kita (Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat).

Singkatnya dari tulisan itu, filsafat menurut beliau akan memperkaya sudut pandang kita dalam kegitan menulis. Membuat tulisan kita akan lebih dalam, komperehensif, dan menimbulkan sudut pandang baru bagi pembacanya, clear.

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Membaca filsafat akan sangat berguna untuk para penulis atau mereka yang tertarik pada dunia tulis menulis. Pertanyaan besarnya, apa manfaat filsafat bagi kita yang bukan penulis, apa manfaat filsafat bagi masyarakat secara luas.

Rasanya waktu dua jam tak akan cukup untuk menjawab pertanyaan ini secara memuaskan.

***

Saya akan coba membedahnya berdasarkan pemahaman pribadi saya, manfaat filsafat pada dua bidang yang saya tekuni dan cukup membuat saya antusias. Manfaat ilmu filsafat pada remaja, generasi penerus kita, dan manfaat filsafat untuk gangguan mental individu atau masyarakat.

Remaja, generasi muda semestinya tersentuh filsafat dalam skala sederhana untuk kehidupan mereka yang lebih berarti nantinya. Lalu ini tanggung jawab siapa? Begitu pertanyaan selanjutnya.

Saya pernah baca seorang GM yang menyukai sastra, filsafat, pada masa mudanya, memilih kuliah psikologi karena dia menganggap di sana dia akan menemukan semua yang menjadi kegemarannya itu. Meskipun beliau tak sampai tamat di sana, saya sepakat yang paling mendekati urusan ini adalah ilmu psikologi, para psikolog.

Beberapa minggu yang lalu saya menghadiri acara promosi doktoral seorang sahabat psikiater, selintas saya dengar presentasi beliau tentang peningkatan kapasitas guru BK untuk menangani masalah mental ringan anak-anak kita di sekolah.

Saya mengambil kesimpulan ringan, guru BK yang sedikit tahu tentang teori Eksistensialisme (ucapan Bung Henry waktu diskusi) akan lebih mampu mengarahkan anak didik kita, tentang siapa diri mereka, apa tujuan hidup mereka nantinya. Saya berkeyakinan mereka yang lebih awal mengetahui tujuan hidupnya akan lebih berbahagia nantinya, terlepas dari kesuksesan yang mereka raih.

Kalau dari awal mereka lebih mengenali dirinya, mengetahui tujuan hidupnya dan ini mencakup lebih banyak remaja kita hari ini, generasi emas 2045 tak akan berubah menjadi generasi cemas 2045.

Hal lain yang saya tangkap dari diskusi kemarin. Filsafat tak seribet itu, apapun yang bisa membuatmu lebih bijaksana, yang membuatmu punya sudut pandang yang luas itulah filsafat. 

Sebuah contoh sederhana, yang mudah-mudahan tak menyinggung siapapun, bisa saya tuliskan seperti ini. Pembangunan yang massif, jaminan kesehatan seluruh rakyat, subsidi bahan bakar yang dibiayai dari utang mestinya bisa kita awasi bersama.

Sikap-sikap mula keto, cerminan pikiran sempit dan pendek musti kita buang jauh-jauh. Karena politik maka pantas kotor, mana ada politik bersih. Sikap membandingkan yang asal, semua negara di dunia berutang, kenapa kita tidak.

Dee Lestari saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Kalau hal-hal seperti itu bisa dikurangi apalagi dihilangkan oleh generasi Z hari ini, saya merasa kita bisa cukup optimis, tahun 2045 bukan lagi emas, mungkin bisa jadi generasi berlian.

Manfaat filsafat berikutnya yang mungkin lebih bisa kita rasakan nanti adalah terkait kesehatan mental individu atau masyarakat. Mengapa saya menulisnya begini, karena saya sempat membaca feature Bung Henry di majalah Tempo alasan pertama beliau menyukai filsafat karena beliau sempat mengalami depresi.

Masalah kesehatan mental ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Koran nasional KOMPAS membuat tulisan bersambung sampai 19 edisi yang sangat komperehensif tentang kesehatan mental.

Seandainya Bung Henry Manampiring bisa membuat tulisan yang bagus tentang peran filsafat bagi kesehatan mental individu/masyarakat. Itu akan menjadi tulisan ke 20 yang akan membuat tulisan investigasi Kompas Itu menjadi paripurna.

Sebuah harapan kecil dari seorang pembaca Kompas dan penikmat tulisan Bung Henry Manampiring, semoga..[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tags: filsafatsainssastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sawah Sudah Tak Ada, di Mana Manusia akan Menanam?

Next Post

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co