25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Era Figital dan Kompetensi Berbahasa Indonesia Pelaku UMKM

Yoga Yolanda by Yoga Yolanda
August 9, 2023
in Esai
Era Figital dan Kompetensi Berbahasa Indonesia Pelaku UMKM

Ilustrasi diolah oleh tatkala.co

SEORANG MAHASISWA Universitas Jember ingin membeli kabel data baru karena yang ia miliki sudah tidak layak lagi. Mahasiswa ini menelusuri barang yang hendak dibelinya di semua marketplace yang terinstal di gawainya: Shopee, Tokopedia, Facebook marketplace, dan semacamnya.

Ia menelusuri dan membandingkan merek, kualitas, harga, reputasi toko, penilaian para pembeli, biaya pengiriman, promo, dan apapun demi mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginannya dan tentu saja yang sesuai dengan kantong mahasiswa-nya.

Tidak hanya itu, mungkin karena tidak puas, tidak ada yang benar-benar cocok, biaya pengiriman yang terlalu mahal, atau ragu-ragu dengan originalitas dan kualitas produk yang tersedia di dalam online shop tadi, si mahasiswa juga menelusuri toko-toko fisik yang ada di sekitar kampusnya.

Apa yang ia lakukan ketika berada di toko-toko fisik tersebut? Ya, sama saja, menelusuri dan membandingkan. Meskipun pada akhirnya ia belum tentu memilih produk yang tersedia di toko-toko fisik, secara ekstrem ia mendapatkan pengalaman yang lebih indrawi terhadap produk yang ia cari daripada melalui online shop.

Dengan mendatangi toko fisik—Bitcom, Rudy Cell, Grand Celluler, dan semacamnya—iya mendapatkan perbandingan yang lebih signifikan, yaitu secara digital dan secara fisik.

***

Pada era Society 5.0, pengalaman berbelanja yang demikian pada kenyataannya bukan hanya terjadi pada mahasiswa tadi, melainkan juga pada masyarakat umum di berbagai belahan dunia.

Kecenderungan cara berbelanja seperti ini membuat para ahli digital marketing mengatakan bahwa ada sebuah era yang berbeda yang hendak atau sudah datang yang disebut sebagai era Figital.

Figital (Phygital) adalah akronim dari Physical dan Digital. Merujuk pada Veta (2021) dalam State of Phygital, Figitaldapat diartikan sebagai filosofi tatanan dunia baru, di mana Figital pada dasarnya memungkinkan integrasi yang erat dari lingkungan virtual (digital) ke dalam fisik kehidupan manusia yang nyata.

Saat ini memang diterima secara luas bahwa sejak 1975 kita berada pada Revolusi Industri Ketiga atau Revolusi Informasi,yaitu peralihan dari dunia elektronik analog ke digital. Namun demikian, banyak ahli mempercayai bahwa sebenarnya kita sudah melampaui era itu dan sedang berdiri di ambang pintu gerbang selanjutnya, yaitu Figital.

Apabila diurutkan, seperti inilah urutan revolusi teknologi dari agrikultural hingga Figital: Agrikultural (1965), Industrial (1780), Steam Engine (1810), Heavy Engineering (1875), Automobile (1900), Science (1940), Information (1975), Phygital (2021).

Hadirnya Era Figital tampak dianggap serius oleh perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia. Misalnya, Facebook Inc,yang saat ini berubah nama menjadi Meta, perusahaan ini sudah mengenalkan inovasi bernama Metaverse yang disebut sebagai dunia baru yang menggabungkan antara pengalaman fisik dan digital.

Di berbagai belahan dunia, berbagai perusahaan sudah menjalankan strategi menghadapi Era Figital, misalnya dengan pemanfaatan AR dan XR pada bidang konstruksi bangunan, layanan kesehatan, fashion, retail, travel, pendidikan, dan sebagainya.

***

Sampai di sini, mari kita kembali ke pengalaman figital yang dialami mahasiswa tadi. Jika kemudian kebanyakan masyarakat melakukan hal yang sama saat hendak membeli sesuatu, maka hal ini akan berpengaruh besar terhadap toko-toko yang hanya berjualan secara digital (marketplace).

Seperti kita ketahui, tidak sedikit pedagang yang hanya memiliki toko digital, tidak memiliki toko fisik. Misalnya, UMKM-UMKM yang hanya berjualan dari dalam rumah dan melayani pembeli melalui fitur chat di gawainya.

Pembeli yang ingin mendapatkan pengalaman fisik terhadap sesuatu yang ingin dibelinya tentu tidak dapat dilayani oleh UMKM tersebut. Karena itulah, para ahli mengatakan bahwa memiliki toko fisik di era figital adalah wajib ketika tidak ingin tergerus oleh toko-toko yang memberikan pengalaman fisik sekaligus digital.

Sebenarnya, masalah ini tidak sesederhana membuka toko fisik untuk memberi pengalaman fisik pada konsumen. UMKM akan berhadapan lagi dengan modal usaha, tempat usaha, strategi penjualan, karyawan, manajemen waktu, dan sebagainya, termasuk, tentu saja, penguasaan keterampilan berkomunikasi secara bertatap muka dengan konsumen.

Seseorang yang mahir berjualan secara digital (melalui tulisan/chat atau siaran langsung) belum tentu mahir juga berjualan secara fisik. Masing-masing ada pada ragam bahasa yang berbeda sehingga perlu penguasaan keterampilan berbahasa yang berbeda. Kehadiran lawan bicara, kebutuhan untuk menjawab dan menawarkan secara cepat, gestur tubuh, mimik wajah, intonasi, dan faktor-faktor lain perlu dipelajari.

Kompetensi bahasa Indonesia yang mumpuni dapat menjadi pendorong pemberdayaan UMKM dalam Era Figital. UMKM dapat memanfaatkan bahasa Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, membangun kepercayaan konsumen, serta membangun citra bisnis yang kuat melalui komunikasi yang jelas dan efektif.

Memperluas jangkauan pasar

UMKM dapat memanfaatkan bahasa Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Dengan terampil berbahasa Indonesia, baik pada toko fisik maupun digital, UMKM dapat menjangkau pelanggan lokal yang lebih luas, memahami kebutuhan dan preferensi mereka, dan menyampaikan pesan pemasaran yang sesuai.

Bahasa Indonesia yang digunakan secara efektif dalam pemasaran dan komunikasi dapat membantu UMKM mencapai target pasar yang lebih besar dan meningkatkan daya saing bisnis mereka.

Menjalin kemitraan yang saling menguntungkan

Kemampuan bahasa Indonesia pada konteks fisik dan digital juga memungkinkan UMKM untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan mitra bisnis.

Dalam menjalin hubungan kerja sama, komunikasi yang jelas dan efektif merupakan kunci utama.

UMKM yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dapat membangun kepercayaan, memahami kebutuhan mitra bisnis, dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Membangun kepercayaan konsumen

Bahasa Indonesia yang digunakan dengan baik secara fisik dan digital dapat membantu UMKM membangun kepercayaan konsumen.

Komunikasi yang jelas, akurat, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal dapat menciptakan hubungan yang kuat antara UMKM dan konsumen.

Dengan memahami kebutuhan konsumen dan menyampaikan informasi dengan tepat, UMKM dapat membangun reputasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen potensial.

Berkomunikasi dengan jelas dan efektif

Komunikasi yang jelas dan efektif memainkan peran penting dalam membangun citra bisnis yang kuat.

UMKM yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dapat mengomunikasikan pesan, nilai, dan keunikan bisnis mereka dengan tepat kepada konsumen.

Komunikasi yang jelas juga membantu menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dengan membangun citra bisnis yang kuat melalui komunikasi yang baik, UMKM dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan meningkatkan kesuksesan jangka panjang.

Melalui sedikit paparan di atas, dapat dikatakan bahwa pada Era Figital, keterampilan berbahasa Indonesia secara fisik dan digital penting dikuasai oleh pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, membangun kepercayaan konsumen, serta berkomunikasi yang jelas dan efektif dalam rangka membangun citra bisnis yang kuat.

Bahasa Indonesia menjadi alat yang penting dalam menjalankan kegiatan bisnis dan mencapai kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang semakin figital.[T]

Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Menarasikan Produk, Menyambung Napas UMKM
Tags: Bahasa Indonesiadigitalmarketplace onlineUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter

Next Post

Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?

Yoga Yolanda

Yoga Yolanda

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co