6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ragam Seni Sasak untuk Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika | Dari FGD ISI Denpasar dan ITDC Mandalika

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
September 23, 2022
in Budaya
Ragam Seni Sasak untuk Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika | Dari FGD ISI Denpasar dan ITDC Mandalika

Rektor ISI Denpasar Bersama Pemateri, Tim Peneliti, dan Peserta FGD | Sumber: Dokumentasi Tim Peneliti Reka Cipta Pesona Mandalika, Tahun 2022

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, bekerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Mandalika menggelar focus group discussion (FGD) bersama seniman-seniman Sasak di di Gedung Art Centre, Kota Mataram, Lombok, NTB, 12 September 2022.

FGD mengundang seniman tradisional Sasak, yakni I Komang Kantun (seniman vokal), Saifuloh Hamdi (seniman musik sasak, komposer musik Sasak, pelatih Kendang Beleq), dan Ibu I Komang Aritini, S.Sn (Penari, pembina tari, pengelola sanggar Dewi Saraswati, yang juga pernah mengikuti event di Korea).

Para seniman Sasak itu diundang untuk memberi masukan berkaitan dengan proyek seni Pagelaran Kolosal Reka Cipta Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika.

Bersama-sama seniman Sasak membangun pagelaran Kolosal Reka Cipta Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika dalam rangka Pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional. Dari segi tematiknya karya ini bersumber pada cerita Putri Mandalika. Garapan ini diharapkan mampu berkontribusi pada kemajuan wisata Mandalika.

Ketua Program Bapak Dr. I Gede Yudarta, S.S.Kar M.Si. pada awal FGD memberi sambutan dan menyampaikan dasar kegiatan, yakni menyerap berbagai informasi dari seni pertunjukan Sasak untuk digarap sebagai sebuah karya seni demi menunjang pariwisata berskala nasional berlandaskan seni kearifan lokal Sasak.

“Bentuk kegiatan ini merupakan reka cipta pagelaran kolosal,” kata Gede Yudarta.

Seniman Sasak yang hadir itu berbagi dan berdiskusi memberi masukan terkait keberadaan kesenian Sasak yang akan direkacipta menjadi sebuah pertunjukan kolosal.

“Diharapkan nanti karya ini bisa menjadi motivasi perkembangan kesenian Sasak sebagai komoditi pariwisata di NTB,” ujar Gede Yudarta.

Rektor ISI Denpasar Bapak Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn.,M.Sn. menegaskan arti matching fund sebagai salah satu ruang project penelitian karya seni.

“Matching artinya sepadan. ISI bekerjasama sepadan dengan mitra ITDC,” ujar Wayan Adnyana yang biasa disapa Kun Adnyana itu..

Seniman-seniman Sasak

Dr. I Gede Yudarta,S.S.Kar.,M.Si dalam FGD itu memandu sesi penyampaian dari pemateri dengan memperkenalkan kembali tokoh I Komang Kantun.

“I Komang Kantun adalah seorang tokoh seniman Sasak.  Beliau adalah Pensiunan Pegawai Kebudayaan,” kata Gede Yudarta.

Selanjutnya, tokoh I Komang Kantun memberikan materi tentang perkembangan musik vokal Sasak.  I Komang Kantun kemudian memperkenalkan tokoh-tokoh musisi Sasak, yakni Mani Angawa, Manik Darma yang adalah seniman vokal dari Lombok Utara.

Menurut I Komang Kantun, berbiacara vokal berhubungan dengan kemunculan tembang dari daerah Jawa, Bali, Sasak, dan daerah lainnya.

Tembang yang berkembang di Sasak yakni Sekar Alit, yang mencakup tentang Tembang Pupuh seperti Pangkur, Durma, Maskumambang, dan lain-lain. Seni tembang diikat oleh aturan. Ada lawas, belawas, ada sandaran, kayak (adanya elemen musik, instrumen suling dalam sajian), ada sesendon. Guru wilang dan guru lagu juga mengikat dalam penyajian tembang.

Benayak sebuah bentuk ansambel terdiri dari instrumen kendang, ricik, suling. Sandaran bentuk teksnya romantic. Teksnya bisa dipakai bahasa Indonesia, bahasa daerah, menggunakan jenis pantun.

Turun Daun adalah sajian kesenian Sasak dengan menggunakan alat musiknya Pereret dengan bentuk ngeding-ngedang (struktur baku) memperhatikan unsur guru/lagu. Beliau juga menerangkan tentang permainan Bau Daya; permainan suling besar yang terdiri dari 2 instrumen. Lawas, Gugur Mayang adalah penyajian vokal tembang disesuaikan dengan pengiringnya.

“Diperlukan pemahaman konsep dalam berkarya,” tegas I Komang Kantun.

Sebagai seorang tokoh yang memahami pertunjukan kesenian Sasak, I Komang Kantun juga menyinggung tentang pertunjukan Wayang Sasak.

Dalam pewayangan ada gending Pengrumrum yang dipergunakan pada saat tokoh berjalan. Ada dua jenis gending Pengrumrum; kasar dan halus.

Pengajum; pengenalan watak tokoh dalam adegan. Pada penyajian tembang, guru-lagu, guru-wilang secara struktur tidak ada perbedaan, namun yang berbeda hanya pada penyajian wiletnya saja.

Pemateri FGD didampingi Ketua Tim Peneliti | Sumber: Dokumentasi Tim Peneliti Reka Cipta Pesona Mandalika, Tahun 2022

Selanjutnya pemaparan materi dari seniman Saifuloh Hamdi. Ia menerangkan keberadaan jenis-jenis alat musik Sasak.

Ada berbagai jenis alat musik Sasak, seperti; Gendang Beleq, Pereret, Tungklik, Cungklit, Terompong Tunggal, dan Klentang. “Di Sasak tidak ada struktur musik secara pasti,” ujar Saifuloh Hamdi.

Komang Aritini, S.Sn selaku pemateri ketiga kemudian menerangkan tentang jenis tarian Sasak yang digunakan sebagai pendukung karya reka cipta Mandalika, diantaranya tari Gandrung, tari Jaranan, dan Betek Baris.

Kekuatan vokal menjadi dasar penciptaan musik dan gerak tarinya. Petete, nyumping, ngumpih, tedung, tren andos, istilah-istilah yang digunakan dalam gerak tari Lombok.  “Gerak tari dalam karya cipta ini harus mencerminkan karakteristik tari Sasak,” kata Komang Aritini.

Perlu diketahui, I Komang Aritini, S.Sn  sebelumnya ikut sebagai penyusun metode dasar-dasar istilah ragam gerak tari Sasak bersama I Wayan Pasha, Raden Irtawati, dan tokoh lainnya.

Misibuan Sagigi sebagai perwakilan dari tim Mandalika memberikan arahan-arahan terkait dengan keterlibatan desa dan group yang ada di sekitar wilayah Mandalika untuk dilibatkan dalam garapan ini.

Selain itu, Misibuan juga menawarkan tiga lokasi yang akan digunakan dalam penyajian karya nanti. “Pihak IDTC sebagai mitra, mendukung penuh penyelenggaraan pertunjukan ini,” katanya.

Tentang Tembang Sasak

Pada sesi tanya-jawab, I Nyoman Mariyana sebagai salah satu tim peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan.

Kepada I Komang Kantun, Mariyana mengajukan dua pertanyaan:

Pertama, adakah penonjolan karakteristik dari masing-masing tembang atau pupuh yang ada di Sasak? Ini penting diketahui karena jenis tembang ini akan digunakan pada penentuan suasana yang diinginkan dalam setiap adegan pada karya cipta ini.

Kedua, Sinom Dasar, Sinom Cepung menunjukan kesan apa pada tembang di Sasak? Mohon berikan contoh tembang sesuai karateristiknya.  “Keinginan kami adalah menggali keragaman tradisi kearifan lokal dari musik dan tari, tanpa memasukan elemen dan pengaruh musik lain,” kata Mariayana.

I Komang Kantun menjawab, Durma, Dangdang, Jalan Pangkur, Turun Dauh,beberapa jenis tembang yang memiliki karakteristik tersendiri. Sandaran untuk berbalas pantun.

I Komang Kantun memberikan masukan, bahwa Lawas-lawas bisa digunakan untuk iringan musik Mandalika. Sesendon digunakan sebagai penguat adegan. Sedih kumambang digunakan untuk menentukan pilihan Putri Mandalika. Masukan tokoh penembang dari Lombok Tengah.

“Tim harus mencari seniman penembang dari berbagai daerah di Lombok untuk memunculkan tokoh yang ada. Cari tokoh yang mampu memahami musikal dan mampu memainkan tembang sesuai nada gamelan,” kata I Komang Kantun.

Pertanyaan lain datang dari I Gusti Ngurah Sudibya, yang ikut sebagai pendamping tim peneliti.

Ia menanyakan kepada I Komang Kantun, adakah larangan penggunaaan tembang tertentu? Adakah larangan-larangan tertentu dalam penghormatan alat?

I Komang Kantun menjawab, ada tembang dilaranng dinyanyikan di daerah Sasak. Kendang tidak boleh diduduki untuk daerah Lembar, namun di daerah Lombok Timur ada yang menduduki kendang.

Dalam tradisi Sasak, kata dia, sebelum menabuh gamelan ada ritual yang dilalui, yakni ritual itu disebut pemeras.

“Ritual ini bertujuan untuk memohon restu kepada Tuhan semoga penyuguhan kesenian itu berjalan lancar,” kata I Komang Kantun. [T]

Cakepung, Seni Vokal Karangasem, Sejarahnya Berkait Erat dengan Suku Sasak Lombok
Penerjemahan Roman “Mlantjaran ka Sasak” dan Gugatan Terhadap Pujangga Baru
Plat DK dan Masakan Sasak yang Menuntaskan Rindu | Cerita Mahasiswa Bali di Kota Malang
Tags: ISI DenpasarLombokPariwisata LombokSasak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Next Post

Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails

‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

PERCAYA atau tidak, agenda malajah sambil maplalianan (belajar sambal bermain) di ajang Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 menjadi favorit...

Read moreDetails

Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

Rumah I Ketut Arnyana di Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, mendadak menjadi pusat konservasi dan digitalisasi lontar, Rabu (25/2/2026)....

Read moreDetails

Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

PEMERINTAH Provinsi Bali mewajibkan penggunaan Bahasa Bali setiap hari Kamis. Kebijakan itu sempat membuat sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) takut...

Read moreDetails

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

Konservasi, identifikasi dan digitalisasi lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII kini berlanjut ke Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Read moreDetails

Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

by Nyoman Budarsana
February 23, 2026
0
Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

Sebanyak enam lomba lintas generasi memikat perhatian pengunjung dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, Sabtu (21/2/2026). Ragam wimbakara (lomba) yang...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co