26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
September 22, 2022
in Esai
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Manusia adalah makhluk naratif, dia memiliki kebutuhan bercerita dan mendengarkan cerita. Kebutuhan mendengar cerita adalah sebuah dorongan yang paling mendasar, sebab manusia memerlukan berita, informasi melalui cerita.

Cerita membuatnya bertumbuh, dan terus bertumbuh. Cerita menjadikan manusia lebih humanis, membuatnya lebih peka, menjadikannya manusia yang mendengar, dan sekaligusnya membuatnya belajar.

Sampai kapanpun, cerita dan bercerita menjadi relevan sepanjang manusia ada. Karena pertumbuhan manusia tak pernah selesai hingga akhir hayatnya.

Dongeng adalah sebentuk cerita yang mengandung pesan tertentu yang membuat manusia bercermin soal dirinya dan kemanusiaannya. Serupa cermin pula, dongeng bisa menunjukkan sisi kejujuran dari manusia yang kadang tak tampak oleh orang lain namun terasa hanya oleh diri sendiri.

Dengan sebuah kesadaran yang tinggi, dongeng bisa mengolah karakter manusia menjadi lebih peka dan lebih kontekstual, juga lebih kreatif dan produktif.

Relevansi dongeng dan mendongeng sejalan lurus dengan perkembangan jaman karena setiap detik, manusia memproduksi dongeng di kepalanya, sebab itulah caranya mengkonstruksi pengetahuan untuk dikonsumsi dirinya, lalu orang lain, lalu masyarakat.

Jadi dalam konteks masyarakat luas, dongeng-dongeng yang hidup di kepala masing-masing manusia menjadi sebuah pemantik untuk hidupnya dongeng di kepala manusia lainnya. Maka terciptalah jejaring dongeng yang massive dan gigantic yang kelak membuat pola dongeng bergerak dari satu pola budaya ke pola budaya lainnya.

Begitu unik dan rumitnya pola satu dengan lainnya dalam konteks budaya yang saling bersilangan atau yang saling mengadakan dan meniadakan, ada sebuah benang merah yang menyatukan kita sebagai manusia, bahwa kita semua butuh cerita, butuh dongeng di kepala.

Maka, Komunitas Mahima dalam Festival Mendongeng se-Indonesia ini menjadikan dongeng sebagai sebuah cara mengaktifkan kembali narasi-narasi yang pernah ada di kepala, yang pernah ada dan mengusik kita, atau yang pernah mengajari kita untuk menjadi manusia yang lebih sadar pada kemanusiaan kita.

Mahima secara kontinyu telah melakukan upaya untuk menyegarkan kembali narasi soal pentingnya cerita dalam hidup kita. Mahima Mendongeng awalnya diinisiasi pada awal pandemi covid-19 di tahun 2020 berhasil menghadirkan 100 dongeng dan pendongeng yang hadir secara virtual.

Dongeng hadir sebagai pelipur dan penawar cemas karena virus yang membuat kita percaya bahwa satu-satunya yang membuat kita waras adalah masih ada cerita soal mimpi dan harapan untuk keluar dari cengkeraman virus. Mimpi itu kita pelihara di kepala, dan kini kita pelan-pelan telah keluar dari masa-masa yang menakutkan itu.

“Storytelling continues to be relevant right now and will continue to be relevant for as long as humans feel the need to tell each other stories.” King Campbell-storyteller

Benarlah bahwa cerita menerbitkan mimpi dan harapan dan sebuah usaha untuk membuatnya nyata. Mahima kembali membuat Mahima Mendongeng jilid dua di tahun 2021 yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia.

Kini di tahun ketiga, 2022 Mahima kembali hadir dengan program mendongeng, dengan format baru yaitu festival mendongeng se-Indonesia yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia dan menghadirkan program beragam seperti pertunjukan mendongeng, baik online maupun offline, lomba mendongeng pelajar dan umum, bedah buku dongeng, workshop mendongeng dan tentunya juga bursa buku dongeng.

Kesadaran mendongeng adalah kesadaran yang terus menerus harus diupayakan hadir dalam kepala kita. Sebab di akhir hidupnya, yang ditinggalkan manusia kelak hanyalah cerita. Dalam konteks festival ini, saya bagikan beberapa pendongeng dan pengapresiasi dongeng yang akan tampil di Festival Mendongeng Mahima.

Pertama, Cok Sawitri. Cok adalah seorang novelis, penyair, actor dan sutradara teater. Cok telah menghasilkan banyak karya sastra dan karya pertunjukan. Dalam festival ini, Cok akan membawakan dongeng Sang Landean, yang membuat kita akan terkejut pada daya pikir dan daya kritis pembuat cerita ini di masa lalu. Betapa sebuah moment konyol, aneh, dan lucu dalam kisah cerita menjadi sebuah sentakan yang mengajak kita berpikir ulang tentang kemanusiaan kita.

Kedua, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., seorang dokter ahli penyakit dalam yang juga penulis produktif, yang akan membawakan dongeng bergenre science fiction Dinosaurus versus Virus.

Dongeng ini bercerita soal si kecil dan si besar, si “terlihat maha kuat” dan si “tak terlihat” berperang dan mengajarkan kita bahwa kesombongan makhluk besar dapat diakhiri dengan “ketiadaan” makhluk lemah. Plot twistnya adalah secara science, yang lemah bisa mengalahkan yang kuat hanya dengan struktur genetic dan selubungnya (kapsid).

Ketiga, Nova Ruth dan Filastine, pasangan inspiratif yang merupakan seniman musik, storyteller, dan pelayar antar benua yang secara heroic berlayar dari satu benua ke benua lainnya untuk berbagi pesan perdamaian melalui music dan cerita. Ia singgah di Bali Utara untuk membagikan cerita yang indah untuk dikenang.

Tini Wahyuni, seorang mantan dokter yang kini total sebagai penikmat seni dan budaya. Ia merespons dongeng dengan music gender dan penting, alat music Bali yang menghasilkan nada-nada magis dan membius.

Luh Wanda, pendongeng muda, seorang pendongeng ventriloquist yang membuat suara dengan teknik khusus  sebagai karakter cerita. Luh Wanda adalah ventriloquist yang kini telah dikenal banyak kalangan karena hadir di berbagai festival.

Dengan sebuah kesadaran bahwa dongeng dan mendongeng adalah kebutuhan manusia, maka sepanjang hayatnya manusia tak akan selesai mendongeng dan menciptakan dongeng. [T]

Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengfestival mendongengKadek Sonia PiscayantiKomunitas Mahima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Next Post

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co