23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

tatkala by tatkala
June 16, 2022
in Pertanian
Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mempertahankan sebuah rasa agar selalu sama selama-lamanya adalah sebuah usaha besar yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pahwalan di bidang kuliner. Pahlwan itu bisa saja ibu kita, bisa pengusaha warung kecil, bisa juga seorang chef professional.

Untuk itulah seorang pahlawan di bidang kuliner perlu mendapat penghargaan sebagaimana pahlawan di bidang-bidang lainnya.

“Kita akan selalu ingat apa yang kita rasakan saat makan, rindu akan rasa dan lezatnya makanan buatan orang terbaik, chef terbaik, tetapi kita kadang lupa usaha-usaha mereka.” kata Janet DeNeefe. Janet adalah pendiri dan direktur Ubud Food Festival (UFF).

Dan tahun ini, UFF diselenggarakan pada 24 – 26 Juni 2022, di Ubud, Gianyar, Bali.  Tentu, UFF tahun menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh peminat kuliner di Indonesia maupun di dunia, setelah sempat tidak diselenggarakan selama dua tahun karena pandemi.

Festival kuliner ini melibatkan chef, budayawan, pencinta lingkungan, pemilik bisnis dan pakar kuliner ini menjadi tanda kembalinya geliat kreatifitas dan pariwisata Bali kembali pulih.

Kegiatan yang mencakup acara demo memasak dari para chef dan selebriti, bincang-bincang mengenai dunia kuliner, lokakarya, tur kuliner, live musik dan seni, hingga jamuan makan mewah yang spesial. 

“Mengembalikan apa yang telah hilang karena Covid sungguh tidak mungkin, namun kami mencoba tetap membuat sesuatu yang kami gemari dan tidak bisa lepas dari pokok kehidupan, yaitu makanan. Untuk itu festival ini penting untuk dihidupkan kembali. Menjadi percikan api bagi pariwisata dan masyarakat Bali,” ujar Janet DeNeefe.

Tahun ini UFF mengangkat tema HEROES, para pahlawan yang berjasa di dunia kuliner hingga yang terdekat, pahlawan dapur, ibu dan nenek. Merenungkan kembali apa yang kita makan dan apa yang telah mereka buat untuk diwariskan kembali ke anak-cucunya.

Janet juga menyebutkan bahwa tahun ini festival memberikan penghargaan kepada William Wongso yang berjasa terhadap kuliner nusantara. 

Festival ini mengajak puluhan bisnis kuliner dari berbagai ide dan rasa yang tersebar di Taman Kuliner di area festival, dan ini menjadikan UFF mendapat sorotan penting akhir bulan Juni ini. Makanan, minuman hingga bahan makanan pilihan yang khusus dikurasi oleh tim festival dapat dijumpai selama tiga hari sepanjang festival.

***

Ubud Food Festival (UFF) yang didirikan sejak 2015 itu adalah perayaan kuliner lintas budaya dengan kuliner Indonesia sebagai bintangnya. Di dalamnya berisi acara -acara istimewa, demo memasak, tur makanan, bincang-bincang, lokakarya, musik, pertunjukan seni, film, pasar makanan, dan banyak lagi.

Festival ini merayakan keragaman dan kelezatan lanskap kuliner Indonesia. Telah menggoda 15.000+ pecinta makanan dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Filipina, Thailand, dan India pada tahun 2019, Ubud Food Festival sekarang menjadi Festival kuliner terkemuka di Asia Tenggara dan acara yang wajib dihadiri. Menyatukan foodies Indonesia dari seluruh tanah air, UFF19 juga telah menyambut 85% penonton Indonesia, termasuk pengunjung dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Papua.

Foto dokumen Ubud Food Festival

UFF diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati. Itu adalah yayasan nirlaba independen yang berkomitmen untuk memperkaya kehidupan dan penghidupan masyarakat Indonesia melalui berbagai program pembangunan komunitas seni, budaya, dan kuliner.

Yayasan itu didirikan pada tahun 2003 oleh Janet DeNeefe dan Ketut Suardana sebagai proyek penyembuhan dalam menanggapi bom Bali pertama. Tujuan Yayasan adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan kegiatan kreatif di Indonesia, individu, dan komunitas sembari menunjukkan keragaman budaya baik tradisional maupun kontemporer kepada dunia.

Menciptakan ruang untuk pertukaran lintas budaya dan dialog serta diskusi adalah inti dari Yayasan. Hal tersebut dapat dicapai melalui inisiatif Ubud Food Festival dan Ubud Writers & Readers Festival. Melalui acara internasional besar ini, Yayasan mempromosikan Ubud sebagai pusat seni dan budaya serta menampilkan seniman, penulis, chef, dan produser.

***

Festival Manager UFF, Ermayanthi, mengatakan, dengan membeli tiket terusan untuk 1 hari atau 3 hari, pengunjung dapat menikmati kekenyangan yang luar biasa, menikmati acara masak-memasak di Teater Kuliner, berdiskusi dan mendengar para pakar kuliner di Food for Thought, program anak-anak.

“Di areal itu kita juga bisa memanjakan diri dengan Live Music & Arts yang berisi deretan musisi Bali ternama, Navicula, KIS Band, Soulfood, sanggar Kerta Art dan masih banyak lagi.” tambah Ermayanthi.

Jamuan makan malam dan sesi Masterclass juga menjadi sorotan menarik. Festival bekerja sama dengan restoran dan hotel sekitar Ubud untuk memberikan sentuhan tidak biasa bagi makanan yang disajikan dalam level yang berbeda.

Dengan riset dan pengalaman, para chef yang didatangkan juga tidak biasa, seperti Nyesha Arrington dari Los Angeles yang menggabungkan sentuhan klasik perancis dengan latar belakang kehidupan Korea-Amerika-Afrikanya.

Chef Petty Elliott akan menyajikan makanan khas yang menampilkan bahan-bahan unik, resep yang terlupakan, dan rempah-rempah khas Indonesia dalam perayaan hidangan tradisional Indonesia yang dikumpulkan dari relief Borobudur.

Putu Dodik Sumarjana, salah satu chef muda Bali, pada saat jumpa pers UFF di The Ambengan Tenten, Denpasar, Kamis 16 Juni 2022, menceriatakan proses kreatifnya dalam menemukan dan mengolah kuliner yang khas.  

Jumpa pers UFF di The Ambengan Tenten, Denpasar, Kamis 16 Juni 2022 | Foto: Martino Wayan

“Menggali desa, dekat dengan apa yang kita lihat, kami fokus di desa Payangan untuk memilih  bahan makanan, mulai dipinggiran sungai hingga sawah, kami mendapatkan buah, bunga dan buah-buahan yang restoran lain belum tentu menggunakannya,” kata Putu Dodik.

Putu mulai memasak pada usia yang sangat muda dan fokus dengan bahan-bahan lokal yang secara teratur menciptakan hidangan baru yang diadaptasi oleh tim di dapurnya di Nusantara by Locavore. Ia akan membawa sebuah penghormatan kepada pohon pisang di UFF kali ini, menggunakan semua tubuh dari pohon pisang untuk menyajikan sajian istimewa. 

Festival juga menghadirkan aristek Gede Kresna dari Rumah Intaran yang berkomitmen menghidupkan dan menceritakan kembali tradisi lokal tentang kehidupan yang berkelanjutan, terutama di Bali utara bersama istrinya Ayu Gayatri Kresna, chef dari Pengalaman Rasa.

Mereka akan menjadi bagian dari 100 lebih program yang dikurasi oleh festival. Bukan hanya chef namun seorang pecinta lingkungan Bali, Ni Ketut Yudani turut diundang di festival. Ia telah membagi pengetahuannya tentang eko-enzim sejak tahun 2020, mengedukasi komunitas dan masyarakat di Bali tentang bagaimana mengubah limbah makanan organik dengan eko-enzim.

“Hal ini sesungguhnya sangat berperan di dunia kuliner, karena kita membuat eko-enzim itu dari alam kembali ke alam, bahan makanan sebelum kita olah dapat kita sehatkan dengan menggunakan cairan eko-enzim.” ujarnya. 

Festival tahun ini memberikan warna yang beragam dengan mengajak pembisnis yang sudah terkenal di bidang kuliner babi guling Bali, yaitu pemilik warung pande Egi, Dodo Pande. Ia menyebutkan bahwa masa-masa di awal covid adalah masa yang paling sulit bagi dirinya untuk bertahan menjalankan bisnis ini.

Dengan adanya festival ini menjadi salah satu wadah berbagi bagi dirinya dan kawan-kawan  pembisnis kuliner di Bali untuk saling dukung ke depannya.

“Hal seperti ini patut untuk diutamakan sekarang, diskusi dan berbagai ilmu tentang apa yang kita tekuni untuk berbisnis, membantu sesama pembisnis di Bali. Dan terbuka untuk apa yang terbaik bagi kita semua,” ujar Dodo Pande.

UFF menjadi wadah bagi para pelaku dan sekaligus menjadi ajang untuk promosi. Festival memberikan banyak penawaran untuk dapat dinikmati di akhir pekan. Tiga hari festival yang patut dikunjungi. Selain mengenyangkan perut, UFF akan menyegarkan pikiran dan menghilangkan dahaga atas pertanyaan-pertanyaan tentang kuliner Indonesia dan mancanegara. [T][Ado/*]

Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Next Post

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co