13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perihal Betapa Gagah dan Kece Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia

I Putu Supartika by I Putu Supartika
February 4, 2022
in Lingkungan
Perihal Betapa Gagah dan Kece Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia

Dari obrolan iseng di sebuah kedai kopi, maka lahirlah sebuah festival yang awalnya bernama Festival Kritik Sastra Bali Modern dan kemudian berubah menjadi Festival Sastra Bali Modern dengan pertimbangan agar bisa mencakup hal yang lebih luas dalam dunia sastra Bali modern. Untuk menambah kesan gagah, berkelas, megah, keren, kece, kekinian, out op de bok, tiada tanding, dan karena sepanjang pengamatan kami belum ada festival yang khusus untuk sastra Bali modern, maka dibubuhilah embel-embel Pertama dan Terbesar di Dunia.

Namun sebelum ide festival ini tercetus, dalam rangka HUT ke-5 Suara Saking Bali, digelar Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern yang merupakan penyederhanaan dari Lomba Kritik Sastra Bali Modern yang terkesan menakutkan. Lomba ini dibuat dengan harapan agar karya sastra Bali modern yang kini bisa dikatakan sudah berkembang pesat dibaca oleh khalayak lebih luas. Bukan hanya dibaca penulisnya sendiri, oleh sesama penulis, ataupun dibaca untuk keperluan tugas-tugas kampus atau tugas-tugas untuk menambah angka kredit agar bisa naik pangkat. Lebih dari itu, bisa dibaca oleh semua kalangan secara lebih serius lagi.

Tak pernah terpikirkan oleh kami jika akan banyak peserta yang ikut dalam lomba ini. Kami berpikir, dapat peserta 15 saja sudah luar dari biasa. Apalagi hingga lima hari menjelang penutupan, jumlah karya yang masuk masih kurang dari 10. Pada kenyataannya, peserta yang ikut ternyata sangat antusias karena di detik-detik akhir penutupan karya yang masuk ke email panitia menumpuk yakni peserta 60 orang dengan 61 karya, karena ada satu peserta yang mengirim dua karya.

Sudah barang tentu, ini adalah hal yang luar biasa, perlu dicatat dalam sejarah, diukir dalam sebuah prasasti, dibuatkan baliho besar di pinggir jalan, atau bahkan semestinya dibelikan Rekor MURI. Tapi tentu itu tak perlu dilakukan karena toh tak berguna dan lebih baik uang kas kami yang bertumpuk-tumpuk disimpan dalam brankas terkunci.

Singkat cerita, dalam sebuah obrolan biasa-biasa saja, tanpa meja yang disusun melingkar, tanpa Focus Group Discusion, tanpa tulisan-tulisan ilmiah yang panjang dan lebar serta mengutip ahli sana maupun ahli sini, tanpa laptop maupun proyektor, tanpa perdebatan-perdebatan yang alot tanpa ujung, tiba-tiba tercetus ide membuat sebuah festival. Ide ini dicetuskan oleh kawan kami dari Teater Kalangan, I Wayan Sumahardika dan kawan kami dari Lingkar Studi Sastra Denpasar, I Putu Pegok Juli Sastrawan.

Festival ini diniatkan untuk merespon dan memberikan apresiasi, sekaligus memelihara hubungan baik dan hubungan kreatif dengan 60 orang peserta Lomba Esai Timbang Buku ini. Karena kami percaya, semua peserta yang terlibat entah dapat juara atau tidak, entah baru belajar menulis maupun sudah biasa menulis, entah masih muda maupun tua adalah bibit-bibit masa depan lahirnya kritikus sastra Bali modern mumpuni dan handal. Dengan begitu, yang selama ini sastra Bali modern selalu disebut berjalan tanpa kritik, kedepannya bisa berjalan dengan kritik yang mapan.

Kami dari Suara Saking Bali yang memiliki keterbatasan sumber daya dan sumber dana tentu sedikit ragu jika festival ini bisa benar-benar bisa diwujudkan. Apalagi selama ini jika kami mendengar kata festival yang digelar oleh pemerintah selalu ada sumber dana yang melimpah-limpah. Sementara di Suara Saking Bali, semua dana yang kami punya masih dikunci dalam brankas dan PIN-nya masih sedang kami cari-cari.

Namun karena kami memiliki tekad lala-lele, cande-cande, dan haha-hihi yang kuat dan kawan Sumahardika beserta kawan Pegok mengaku siap membantu dan mengerahkan segala sumber daya yang dimilikinya, festival pun digelar. Dan jadilah Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia dengan menghadirkan 74 pelaku sastra, peserta tak terbatas, 1 bulan (tak) penuh, 12 sponsor dan donatur, 1001 wacana. Setelah melalui pertimbangan yang paling matang dan alasan yang sangat bisa dipertanggungjawabkan, maka diputuskan acara bersejarah ini digelar bulan Februari 2022.

Ada banyak mata acara yang dihadirkan dalam festival ini dan semuanya keren. Acara pertama menghadirkan pembicara juara I dan juara II Lomba Esai Timbang Buku yakni Made Nurjaya PM dan Wulan Dewi Saraswati pada Sabtu, 5 Februari 2022 pukul 16.00 Wita sampai selesai dengan moderator seorang aktor dan sastrawan Agus Wiratama. Acara ini akan memperdebatkan kelayakan dua karya tersebut menyandang juara I dan juara II. Pantaskah? Silakan hadir.

Acara kedua menghadirkan peserta yang paling tua dan paling muda dalam lomba yakni I Komang Warsa dan Nabila pada Sabtu, 12 Februari 2022 pukul 16.00 Wita sampai selesai. Diskusi ini dimoderatori oleh penulis puisi dan aktor Jong Santiasa Putra dan bertajuk Yang Tua dan Yang Muda Menulis Kritik Sastra Bali Modern.

Pada pertemuan ketiga akan digelar kuliah kritik sastra Bali modern dengan menghadirkan narasumber yang sudah tak asing lagi dan sudah malang melintang di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional yakni guru besar Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra. Pertemuan ini digelar pada Jumat, 18 Februari 2022 pukul 17.00 Wita sampai selesai. Selaku moderator yakni peraih Hadiah Sastera Rancage perempuan pertama dari Bali, Carma Citrawati dan diantarkan oleh pengayah dan pembantu umum di Suara Saking Bali.

Selanjutnya juga digelar diskusi karya yang paling banyak diulas dalam lomba yakni kumpulan cerpen Ling karya I Komang Alit Juliartha yang telah mendahului kita semua. Pembicaranya I Gede Mardi Yasa dan Ni Luh Murniasih dengan moderator seorang aktor, sastrawan dan pegiat budaya I Wayan Sumahardika. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 19 Februari 2022 pukul 16.00 Wita hingga selesai.

Dan diskusi selanjutnya akan digelar pada pada Sabtu, 26 Februari 2022 yang bertajuk Peserta Bertanya Juri Menjawab. Narasumber yang dihadirkan tak main-main, dengan pengalaman yang teruji, malang melintang di dunia sastra baik tingkat lokal maupun nasional dan merupakan juri Lomba Esai Timbang Buku yakni sastrawan dan pemilik penerbitan Prasasti, Gde Aryantha Soethama, sastrawan dan wartawan serta founder tatkala.co Made Adnyana Ole, serta akademisi, kritikus I Made Sujaya. Acara ini akan dipandu oleh sastrawan dan pegiat literasi I Putu Juli Sastrawan.

Acara terakhir adalah panyineb Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia yang akan menghadirkan orasi budaya, serta penampilan pembacaan karya sastra Bali modern dari penulis, penggemar, pecinta, dan penikmat sastra Bali modern di seluruh dunia.

Namun karena kami menghormati Sang Hyang Korona yang sedang mesolah, dan agar tidak repot-repot mempersiapkan konsumsi, maka acara ini digelar secara daring via zoom meeting. Tak mau repot-repot menyiapkan konsumsi bukan berarti kami kere dan tidak punya uang. Kami sebenarnya kaya tapi, hanya tak mau saja menghambur-hamburkan uang untuk membeli kue ataupun nasi apalagi kami juga sangat menyadari semua peserta memiliki selera dan makanan favorit masing-masing. Jika seandainya kami berikan nasi jinggo, tidak semua suka nasi jinggo. Kalau kami berikan pred ciken, pasti akan ada yang meminta nasi jinggo. Kalau kami berikan nasi jinggo dan pred ciken pasti akan ada yang sulit menentukan pilihan dan akan ada yang nyeletuk jika dirinya doyan berger. Tentu saja hal itu akan sangat merepotkan, makanya kami putuskan daring saja!

Karena sangat pentingnya acara ini dan keren-kerennya pelaku yang terlibat, sudah barang tentu acara ini tak bisa dilewatkan oleh siapapun. Maka dari itu, hadirilah acara yang termahsyur dan spesial di tahun ini. Ajaklah semua saudara, kerabat, tetangga, teman kantor, teman kencan dan semua yang Anda kenal untuk menghadiri acara ini. Tentua Anda akan sangat menyesal seumur hidup jika tak hadir dalam acara ini.

Salam sastra. [T]

Tags: Festival Sastra Bali ModernLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modernsastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konservasi Lontar di Jembrana | Lontar di Dadya Kayu Selem Desa Budeng Sebagian Lapuk

Next Post

Menjaga Warisan | Cerpen Tuti Dirgha

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

by Redaksi Tatkala Buleleng
June 16, 2024
0
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

BULELENG | TATKALA.CO -- Sebanyak 91 mahasiswa yang mengikuti program mahasiswa merdeka (PMM) 4 inbound Universitas Udayana pada semester genap...

Read moreDetails

Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

by tatkala
May 22, 2024
0
Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

NTT  | TATKALA.CO – Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan pengelolaan kawasan konservasi yang dilaksanakan Pusat Unggulan Pembelajaran Terpadu Kawasan Konservasi...

Read moreDetails
Next Post
Menjaga Warisan | Cerpen Tuti Dirgha

Menjaga Warisan | Cerpen Tuti Dirgha

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co