23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 13, 2021
in Khas
Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah, “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji [Foto-foto: Gading Ganesha]

Pukul 6.30 pagi pria paruh baya ini sudah tiba di tempat kerjanya. Letak tempat kerjanya itu ada di depan Setra/Kuburan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, tepatnya di Jalan Kibarak Panji Sakti.

Tempat kerjanya tentu saja bukan seperti kantor pada umumnya.  Tapi tidak kalah padat aktivitas yang dilakukannya. Setiap hari bertemu dengan banyak orang di tempat kerjanya, mereka yang datang ke tempat Itu selalu membawa sesuatu yang tidak mereka perlukan lagi, yang sering kita sebut sampah.

Ya, tempat kerjanya itu adalah tempat sampah, lebih tepat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ada Desa Panji. 

Nama pria itu Nyoman Sujana. Di Desa Panji ia lebih akrab disapa Bapak Brenyit. Di TPS Desa Panji, pria kelahiran 31 Desember 1960 ini bertugas “mengawasi” setiap warga yang membawa sampah ke tempat tersebut. Diawasi, bukan berarti dilarang buang sampah. Melainkan, warga dipastikan akan membuang sampahnya dengan baik di kontainer yang disediakan, bukan membuang sembarang di sekitar kontainer.  Selain itu ia juga memastikan tempat tersebut tetap terlihat bersih.

Di usia yang sudah 61 tahun ini ia tampak masih begitu kuat mengangkat sampah-sampah yang berserakan di bawah ke kontainer, sambil memilah sampah-sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.

Seharian dia akan menunggu di tempat sampah tersebut.  Pagi ia melakukan bersih-bersih dengan menyapu dan menaikkan sampah-sampah yang dibuang di samping kontainer oleh warga. Lalu dia akan duduk sambil membersihkan plastik-plastik yang ada nilai ekonominya.

“Saya bersih-bersih disini,  kalau ada yang yang buang sampahnya tidak di kontainer saya naikkan ke kontainer, sambil menunggu dari mobil DLH datang,” ujarnya.

Setiap hari memang akan datang mobil dum truk DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mengambil kontainer sampah tersebut untuk dibawa ke TPA, lalu menggantikan dengan kontainer sampah baru yang kosong. Pemerintah Desa Panji dengan Dinas Lingkungan Hidup telah menjalin kerjasama terkait itu,  di mana desa wajib membayar kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bapak Sujana menjelaskan jam kerjanya di TPS itu setiap hari. “Awai nyoyong dini jam 6.30 sampai sore, sube mebekel nasi,  ibi kurnane kajak, men jumah masih sing ade gae,” jelasnya.  Yang artinya ia seharian di sini dari pagi jam 6.30 sampai sore,  Sudah berbekal nasi, istri juga kadang mendampingi,  kalau di rumah tidak ada kerjaan.

Pria dengan dua orang anak ini juga menerangkan bagaimana dia bisa bekerja di sana.  Katanya dulu, kerjaannya menunggu kontainer sampah di depan Perumahan Panji Asri. Di tempat itu ia mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi sambil mencari sisa makanan untuk ternak babinya.

“Uli kontainernya di bedelod di Perumahan Panji Asri be nuduk sampah gen ajak sisa-sisa makanan ane ade baang ngamah kucit,” jelas pria yang tinggal di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Panji itu.

Sebelum dibangunnya TPS di depan kuburan,  kontainer sampah di Desa Panji memang diletakkan di pintu masuk Desa Panji dari arah utara yang berbatasan dengan Desa Baktiseraga, tepatnya depan perumahan BTN Panji Asri. Karena terkesan kumuh, sekitar 5 tahun lalu disepati oleh pemerintah desa melalui APBDes untuk membangun TPS di depan kuburan.

Sejak saat itu Bapak Brenyit beralih dari menunggu kontainer sampah di depan BTN Panji Arsi menjadi penunggu kontainer di TPS depan Kuburan Desa Panji.

Atas inisiasi Perbekel Desa Panji saat itu, yakni Nyoman Sutama, maka diputuskan TPS tersebut tetap ada yang menjaga kebersihannya dengan anggaran melalui APBDes. Jadilah Nyoman Sujana alias Brenyit dipekerjakan oleh pihak Pemerintah Desa untuk bertugas di TPS tersebut.

“Ulian saya sai dini nongosin tempat sampahe trus nulungin bersih-bersih bange gaen ajak Pak Mekel Lempod (Panggilan Nyoman Sutama)” begitu jelasnya. Artinya, karena sering menunggu tempat sampah maka ia diberi pekerjaan oleh Pak Mekel Lempod.

Dari sanalah Nyoman Sujana akhirnya bekerja di TPS Desa Panji. Karena sudah diminta kerja di sana, ia tidak lagi memelihara babi. Ia  fokus menjaga kebersihan tempat itu. Apalagi di rumahnya kini sudah padat pemukiman, sehingga memelihara ternak bisa mengganggu tetangga karena kotoran ternak. Padahal menurutnya begitu mudah memelihara babi, karena pakannya sudah begitu mudah didapat di tempat TPS tersebut.

Kini, selain menunggu, ia sibuk mengumpulkan sampah bernilai. Dalam seminggu ia bisa menghasilkan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dengan mengumpulkan sampah yang bernilai, mulai dari plastik, kertas, besi dan kardus di TPS itu. “Ya cukup untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Sementara honornya dari Pihak desa sendiri tidak begitu banyak dalam sebulan, bahkan cairnya 3 bulan sekali. Jadi sumber penghasilan utamanya memang dari mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi, lalu dijual ke pengepul seminggu sekali, atau jika volume sedikit dalam dua minggu sekali baru bisa dijual.

Meskipun berada di depan kuburan, Sujana sendiri menyampaikan tidak ada rasa takut, sudah terbiasa,  kerjanya juga tidak malam, hanya dari pagi sampai sore. “Masih banyak orang yang lewat,”  katanya.

Justru masalah terbesar yang dia hadapi bukan karena berada di depan kuburan,  tetapi karena letaknya di seberang  di jalan utama,  sehingga berdampak cukup banyak warga masyarakat yang membuang sampahnya tidak di kontainer.  Sambil berkendara, warga langsung ditaruh sampahnya di bawah, kadang dilempar begitu saja. Sehingga sampahnya meluber hingga ke jalanan. Padahal oleh Perbekel Desa Panji yang baru sudah dipasang plang informasi agar masyarakat yang membuang sampah di TPS memasukkan sampahnya di kontainer.

“Tiang menjaga sampai sore gen, ane peteng ajak tengah lemenge ngutang luu sai awag-awagine” katanya. Artinya, ia menjaga hingga sore. Yang buang sampah malam-malam biasanya sembarangan.

Bahkan seringkali bukan warga Desa Panji yang membawa sampah. Dari luar Desa Panji juga sering membawa sampah ke TPS tersebut. “Meski sudah ditegur, selalu saja ada laporan yang melihat warga dari luar desa membawa sampah ke sini,” kata Sujana.

Meskipun begitu, Sujana tampak terlihat begitu sabar menghadapi  masyarakat yang membuang sampah sembarangan di tempat itu. Tak ada terlihat keluhan di wajahnya saat sedikit demi sedikit ia menyapu sampah-sampah yang berserakan lalu menaikkannya ke kontainer.

Melihat ukuran TPS-nya yang kecil dan hanya dengan 1 kontainer memang tidak akan mampu menampung semua sampah yang d hasilkan oleh warga Panji yang jumlah penduduk lebih dari 10.000 jiwa. Sehingga keberadaan Nyoman Sujana ini sangatlah penting di tempat tersebut. Semoga di usianya yang sudah lanjut,  beliau tetap sehat menunggu Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Desa Panji itu. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Desa PanjiSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern

Next Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co