5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perempuan Bali | Sastra dan Mode Berpakaian

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
March 31, 2021
in Esai
Perempuan Bali | Sastra dan Mode Berpakaian

Foto: Jayen Photography

Perempuan juga berarti wanita. Wanita juga berarti ibu. Ibu bisa jadi akronim dari Insting Budi Utama. Yang berarti seorang perempuan memiliki insting yang sangat utama.

Dengan berkembangnya sosial media yang semakin marak saat ini, maka seiring itu pula banyak perempuan yang menggunakan sosial media untuk menonjolkan dan mencitrakan diri. Itu sah-sah saja. Namun, yang agaknya adalah perempuan menonjolkan dirinya dalam  berpakaian, seakan-akan pakaian hal paling penting dalam hidup ini. Misalnya, banyak perempuan yang melihatkan dirinya dengan menggunakan pakaian serba mini dengan gaya kebarat-baratan.

Perempuan terlihat anggun atau tidak bukan hanya dilihat dari penampilan, tapi dari tingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, perempuan dengan pakaian sopan pun bisa menarik perhatian. Kewajiaban menjadi seorang perempuan tidak hanya dalam hal penampilan. Ada hal lebih penting, misalnya perempuan mampu menjaga kesuciannya sebagai seorang perempuan.

Perempuan dalam Sastra

Mari kita lihat salah satu buku yang mungkin menjadi tolak ukur dalam keseharian seorang perempuan. Buku tersebut ialah kekawin Ramayana jilid II pada kakawin LAKṢMĪWATĪ. Yang berbunyi:


Kěmbang jěnūttama wěḍihana malit marū,

Rangkang hěmās jamanika biddhanāga lén,

Molěs tilām wara taruni warāpsarī,

lakṣmīwatī mrědu paḍa paṇḍité siwo.


Terjemahan:

Bunga, pupur, kain sutra halus dan harum,

Balai emas, tirai serta sangkutanya berbentuk naga,

Kasur yang empuk serta para wanita muda remaja bagaikan bidadari yang utama,

Semuanya cantik-cantik, lemah lembut semuanya ahli dalam bercumbu.

(Tim Penyusun, 2001:376)


Melihat kutipan di atas diungkapkan bahwa wanita itu semuanya cantik dan mampu untuk berhias diri sesuai dengan kemampuanya. Di sana juga diungkapkan bahwa wanita itu bagaikan seorang bidadari yang mempunyai rupa yang cantik serta bagaikan seorang wanita yang utama. Akan tetapi, pikiran saya merasa terganggu dengan kata bercumbu. Bercumbu apakah yang dimaksud?

Untuk mamastikan hal itu saya mencoba untuk mencari di KBBI secara online dalam KBBI dungkapkan bahwa bercumbu merupakan bersenda gurau, berkelakar. Namun, saya tetap masih ambigu dengan maksud tersebut. Ataukah memang ia seperti itu, saya tidak dapat memastikanya secara pasti.

Jlantik, 1982:11, menjelaskan betapa beratnya menjadi seorang perempuan yang harus melakonin kehidupan sehari-hari dan berbakti kepada seorang laki-laki yang konon sebagai guru. Melihat hal seperti itu, dalam bukunya dijelaskan dalam bentuk sebuah  Pupuh Sinom: XVI:4. Yang berbunyi:

Aketo masih sahimbang, beratan anake istri, duk bajang patut tan hima, muruk  mangayahin laki, cara bakti ring sang aji, baktine ring kakung pungkur, aketo reko patutnya, reh lakine kaadanin, guru kakung, sangkan twara nyandang ampah.

[…Jika dilihat dari keseimbangannya, bahwa  brata seorang perempuan, ketika masih muda tidak boleh melakukan hal yang hina, belajarlah untuk melayani seoarang laki-laki, sama dengan menghargai Sang Aji berbaktilah sampai akhir hayat, begitulah yang sebenarnya, yang seperti itu, laki-laki namanya, Guru Kakung, itulah sebabnya tidak boleh ragu…]

Dari kutipan di atas dapat kita ketahui bahwa sejatinya menjadi seorang perepuan itu sangatlah suasah karena harus melakukan  berata. Selain melakukan  berata, harus berbakti kepada sorang laki-laki karena laki-laki adalah seorang guru. Namun, guru yang seperti mana yang dimaksud belum dapat dipastikan. Itulah sebabnya ketika menjadi seorang perempuan harus berbakti serta mampu untuk melakukan  berata untuk menjaga kesuciannya. Berata yang dimaksud adalah mampu untuk mengendalikan hawa nafsu dari sebuah rayuan yang berbau manis dan penuh nafsu.

Mode Pakaian yang Silih Berganti.

Dalam keseharian kita tidak terlepas dari adanya sebuah gaya pakian. Yang mana pakian dapat mempercantik dan dapat menarik perhatian orang-orang. Selain itu, dapat memikat suatu pandang lawan jenis ataupun sejenis. Dengan perkembangan zaman yang semakin marak yang dapat mengubah semua tatanan. Tidak hanya mengubah tatanan kehidupan, salah satu tatanan yang diubah adalah mode pakaian.

Dari foto-foto masa lalu  dapat kita ketahui bahwa pada zaman dulu di 1970-an hanya menggunakan kain sebagai penutup badan. Di era globalisasi saat ini pakaian adat yang semestinya dipakai dengan benar dan patut untuk dikembangkan. Karena sejatinya pakaian adat Bali pada khususnya sudah diatur dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Mode pakaian adat pun mesti disesuaikan pada zaman sekarang. Pakaian yang digunakan dalam acara kundangan atau menghadiri resepsi tentu saja berbeda dengan pakaian yang dipergunakan ke Pura atau tempat suci.  Jadi pakaian memang harus disesuaikan dengan ruang, waktu dan keadaaan, bukan semata-mata sesuai dengan keinginan  [T]                                                                                                     

Bibliography:

  • Jlantik, Ida Ketut.1982.Geguritan Sucita II.Denpasar.Cv.Kayu Agung.
  • https://kbbi.web.id/cumbu.html
  • Tim Penyusun.2001.Kekawin Ramāyana Jilid II.Denpasar.Dapertemen Agama RI (Kanwil Dapertemen Agama Provinsi Bali)
Tags: balimodepakaianPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harapan dan Kematian: Simbiosis Angga Wijaya

Next Post

Interkonektivitas | Dari Lukisan “All Being are Connected”

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
0
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

Read moreDetails

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
0
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

Read moreDetails

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
0
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

Read moreDetails

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
0
Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

Read moreDetails

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

Read moreDetails

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

by Sugi Lanus
September 2, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

Read moreDetails

Sepi Tak Berarti Tiada

by Angga Wijaya
September 2, 2026
0
Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

Read moreDetails

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

Read moreDetails

Ketika Api Menjadi Cermin

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

Read moreDetails
Next Post
Interkonektivitas | Dari Lukisan “All Being are Connected”

Interkonektivitas | Dari Lukisan “All Being are Connected”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot
Ulas Pentas

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

by Asmaran Dani
September 4, 2026
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja
Kuliner

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co