25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makanan, Hasil Perkawinan Alam dan Budaya

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 19, 2021
in Esai
Makanan, Hasil Perkawinan Alam dan Budaya

Foto ilustrasi makanan [Suiraoka]

Sejak zaman dahulu dan sepanjang sejarah peradaban, manusia (dan juga spesies lainnya) di planet ini telah berinteraksi dengan alam. Ada satu perintah utama dalam interaksi dengan alam tersebut yang mesti diiikuti yaitu: “bertahan hidup”.

Dalam kurun waktu yang sangat panjang, keharusan bertahan hidup ini tidak hanya didasarkan pada kemampuan melindungi dirinya dari kondisi lingkungan yang (mungkin) sangat merugikan, tetapi juga pada kemampuannya untuk memenangkan tantangan makan atau diimakan.

Pada zaman purba kita dapat menyimak bahwa manusia telah menempatkan kelangsungan hidupnya dalam dua prinsip praktis yaitu pengumpulan segala sesuatu yang dapat dimakan dan berburu. Bahkan dikatakan bahwa “Manusia telah hidup sebagai pemburu-pengumpul selama 99 persen dari sejarahnya, dan ini mungkin telah membentuknya secara biologis”. Bentuknya dapat dalam bentuk mengumpulkan buah dari pepohonan ataupun membunuh mangsanya, hubungan manusia dengan lingkungan disekitarnya didasarkan pada transformasi itu.

Perkembangan selanjutnya adalah ketika nenek moyang kita mengembangkan pendekatan yang semakin canggih terhadap alam, jauh sebelum munculnya pertanian sekitar 15.000 tahun yang lalu. Di zaman paleolitik, manusia telah menemukan dan mulai menggunakan api.

Selama periode yang sama, mereka menciptakan semakin banyak alat-alat untuk berburu, memancing, pertahanan dan juga bangunan penampungan. Peralatan-peralatan ini awalnya dari kayu, batu kemudian dari semakin berkembang dengan menggunakan logam.   

Karena keterbatasan-keterbatasan fisiknya jika dibandingkan dengan hewan lainlah, manusia si pemburu-pengumpul mengembangkan hal itu. Berangkat dari sumber daya mental dan keingintahuannya yang luar biasa.

Pola konsumsi makanan beberapa populasi manusia juga mengikuti apa yang tersedia dan menjadi sumber daya di lingkungannya. Sehingga sampai saat ini kita banyak menemukan pola konsumsi makanan masyarakat yang tinggi konsumsi dagingnya, ada juga yang dominan dari ikan dan kerang atau bahkan beberapa kelompok dengan pola vegetarian.

Bagaimana lantas pola budaya konsumsi makanan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya? Apakah memang karena kondisi alam yang tidak menyediakan sumber daya yang cukup? Tetapi kenapa mereka tidak berpindah untuk mencari tempat yang lebih banyak sumber daya makanannya? Ataukah hal tersebut memang merupakan hasil pemikirannya? Karena perkembangan semakin besarnya volume otak manusia?

Akibatnya, upaya “budaya” pertama manusia sebagian besar melibatkan masalah tentang cara menemukan makanan dan membuka jalan bagi dorongan luar biasa omnivora-nya. Pollan, dalam karyanya yang terkenal, “Dilema Omnivore”, menyetujui sepenuhnya dengan pandangan kaitan volume otak dengan pemilihan makanan ini. Dalam catatan Pollan, hewan lain mengikuti strategi yang berlawanan, yaitu pola makan yang sangat selektif dan, sejalan dengan ini, mereka pada umumnya memiliki otak yang sangat kecil.

Seperti sempat disebutkan di awal, bahwa penemuan api menandai langkah besar dalam kemampuan manusia untuk memanipulasi alam. Digunakan bergantian untuk panas, cahaya, perlindungan dari binatang buas, mengirim pesan dan mengeringkan pakaian, api memungkinkan perkembangan budaya progresif yang sangat penting, terutama dalam hal diet. Bagi Levi Strauss, memasak makanan menggunakan api adalah “penemuan yang membuat manusia menjadi manusia”. Sebelum belajar memasak, makanan (terutama daging) dimakan mentah atau busuk.

Penggunaan api membawa perubahan yang menentukan. Dalam karyanya Levi Strauss menyatakan bahwa memasak secara simbolis menandai transisi dari alam ke budaya, dan juga dari alam ke masyarakat, mengingat bahwa ketika mentah itu asli dari alam, dimasak berarti suatu langkah yang bersifat kultural dan sosial.

Konsep-konsep ini dijabarkan lebih lanjut dengan menggunakan analisis “segitiga kuliner” yang membagi “memasak makanan” menjadi tiga kategori berbeda: dipanggang, direbus, dan diasap. Di semua masyarakat, pemanggangan adalah bentuk memasak pertama, yang paling dekat dengan tatanan alam. Penggunaan api yang paling kuno didasarkan pada langsung mengekspos makanan ke api – makanan yang diletakkan di atas tongkat hanya “dibakar”.

Mengasap dan merebus adalah dua bentuk perkembangan budaya yang membedakan diri dari memanggang dalam penggunaan kreatif dua elemen terpisah untuk memasak. Udara dan asap untuk kegiatan mengasap, serta air dalam beberapa jenis wadah atau wajan untuk merebus. Penggunaan peralatan untuk memasak, persyaratan untuk merebus, tentu saja merupakan bukti evolusi budaya, tetapi demikian juga kemampuan untuk mengasap dalam rangka memperluas kemampuan makanan untuk menahan pembusukan untuk jumlah waktu yang jauh lebih lama dibandingkan metode memasak lainnya.

Hubungan antara alam dan budaya dapat dijelaskan oleh Levi Strauss berdasarkan perbandingan berbagai metode yaitu : “Mengukus dan merebus berbeda dalam hal sifat elemen perantara antara api dan makanan, yaitu udara atau air. Mengasap dan memanggang dibedakan oleh peran yang lebih besar atau lebih kecil yang diberikan udara; dan memanggang dan merebus dibedakan dengan ada atau tidak adanya air. Batas antara alam dan budaya, yang dapat dibayangkan sebagai sejajar dengan poros udara atau poros air, menempatkan pembakaran dan mengasap di sisi alam, merebus di sisi budaya dalam hal cara yang digunakan; atau mengasap di sisi budaya dan memanggang dan merebus di sisi alam dalam hal hasil “. [T]

Tags: alamBudayamakanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Laporan Keuangan Desa Adat dengan Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Kebudayaan Bali

Next Post

Lumbung Padi Sudah Roboh | Kini, Lumbung untuk Kamar Turis Roboh Pula

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Lumbung Padi Sudah Roboh | Kini, Lumbung untuk Kamar Turis Roboh Pula

Lumbung Padi Sudah Roboh | Kini, Lumbung untuk Kamar Turis Roboh Pula

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co