6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak Pak Lurah || Analisis Semantik

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 27, 2020
in Esai
Anak Pak Lurah || Analisis Semantik

“Anak Pak Lurah” beberapa hari terakhir ini menjadi trending topik di media sosial. Hal ini disebabkan oleh pemberitaan Majalah Tempo tentang rekomendasi pembuatan goodie bag alias kantong kemasan untuk paket bansos dari Kementerian Sosial. Frase anak Pak Lurah mengacu pada Gibran Rakabuming yang disebut-sebut sebagai pihak yang merekomendasikan PT Sritex ke Kemensos untuk pembuatan tas itu. Gibran Rakabuming sudah memberi klarifikasi atas berita itu.

Yang menarik dari pemberitaan itu bukan saja masalah jatah kantong bansos itu, melainkan juga penggunaan frase “Anak Pak Lurah”, yang merujuk pada Gibran yang baru saja memenangkan Pilkada Solo. Apakah ini sebuah konspirasi untuk menjatuhkan Gibran? Tulisan ini tak membahas soal itu. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah, mengapa hanya untuk menyebut nama Gibran dalam masalah ini harus menggunakan frase anak Pak Lurah. Mengapa tidak memakai anak Bapak Kepala Desa. Mengapa tidak memakai anak Pak Camat. Apakah ada sesuatu yang istimewa dari penggunaan frase anak Pak Lurah.

Makna kata lurah dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, kata lurah berarti (1) kepala pemerintahan tingkat terendah; kepala desa; (2) kepala atau pimpinan suatu bagian pekerjaan. Mengapa Gibran sebagai anak presiden dibandingkan dengan anak Pak Lurah yang hanya memimpin  wilayah kelurahan. Jika dibandingkan wilayah kekuasaan antara seorang lurah dengan presiden tentu sangat-sangat tidak sebanding.  

Apa makna yang tersirat pada frase anak Pak Lurah. Secara semantik ada tiga pendekatan untuk menganalisis makna dari sebuah kata.

Pertama, pendekatan konseptual memandang bahwa setiap satuan ujaran (leksem atau kata) pada dirinya secara inheren telah terkandung suatu konsep, gagasan, ide atau pemikiran mengenai sesuatu yang ada, terjadi, berlangsung atau yang dilakukan dalam dunia nyata. Pendekatan ini berawal dari teori yang dilontarkan Bapak Linguistik Modern, yaitu Ferdinand de Saussure (1857-1913) bahwa setiap tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari dua komponen, yaitu penanda (signifian) dan petanda (signifie)

Yang dimaksud dengan penanda adalah wujud bunyi bahasa dalam bentuk urutan fonem tertentu, sedangkan yang dimaksud dengan petanda adalah konsep gagasan, ide atau pengertian yang dimiliki oleh penanda itu. Umpamanya tanda linguistik yang di sini ditampilkan dalam wujud ortografis (kuda) terdiri dari komponen penanda dalam wujud deretan fonem /k/, /u/, /d/, dan /a/; dan komponen petanda, yaitu berupa konsep atau makna sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai (Chaer, 2020). Demikian pula frase anak Pak Lurah jika dianalisis secara pendekatan konseptual,  Anak Pak Lurah merupakan penanda yang terdiri dari deretan fonem /a/,/n/,/a/,/k/,/p/,/a/,/k/,/l/,/u/,/r/,/a/,/h/. Deretan fonem tersebut memiliki komponen petanda anak dari seorang kepala pemerintahan terendah (kelurahan).

Kedua, pendekatan  komponensial, setiap kata itu dapat dianalisis atau diuraikan atas sejumlah ciri atau komponen yang membentuk makna kata itu secara keseluruhan. Umpamanya kata bapak memiliki komponen atau ciri makna sebagai berikut: bapak (+ manusia,+ dewasa,+ punya anak, + sapaan dari anak untuk orang tua laki-laki, dan + sapaan terhadap orang laki-laki lain), ayah (+ manusia,+ dewasa,+ punya anak,+ sapaan dari anak untuk orang tua laki-laki, – sapaan terhadap orang laki-laki lain). (tanda + berarti memiliki ciri atau komponen makna itu; tanda – berarti tidak memiliki ciri makna itu dan tanda ± bisa memiliki bisa tidak).

Dari ciri atau komponen makna bisa kita lihat bahwa kata bapak bisa digunakan untuk menyapa siapa saja yang pantas disebut bapak atau pantas dihormati. Kalimat  (1) berikut berterima dan (2) tidak berterima. (1) kami mohon kesediaan Bapak lurah untuk membuka pertemuan ini. (2) Kami mohon kesediaan ayah lurah untuk membuka pertemuan ini.

Beranalogi dari analisis tersebut kata presiden dan lurah memiliki komponen makna:


Presiden

+ kepala pemerintahan (tertinggi)

+ cakupan wilayah (negara dalam bentuk republik)


Lurah

+ kepala pemerintahan (terendah)

+ cakupan wilayah (kelurahan)

Analisis berdasar pada komponen makna sangat jelas perbedaan antara presiden dan lurah. Presiden merupakan kepala pemerintahan suatu negara yang berbentuk republik sedangkan lurah merupakan kepala pemerintahan (terendah) suatu kelurahan. Yang menjadi pertanyaan mengapa majalah Tempo menggunakan frase Anak Pak Lurah untuk merujuk pada Gibran. Apakah pemerintahan Pak Jokowi dianggap seperti pemerintahan sebuah kelurahan? Apakah dengan menganggap Gibran sebagai anak Pak Lurah, tersirat bahwa  memimpin negara seperti memimpin sebuah kelurahan dan ada suatu stigma negatif  terhadap pemerintahan kelurahan, misalnya sistem birokrasi kelurahan tidak dilakukan dengan menerapkan prinsip manajemen good governance? Secara implisit, misalnya, pemimpin keluharan bisa begitu mudah melibatkan anggota keluarga dalam proyek pembangunan.

Ketiga, pendekatan operasional menyatakan bahwa makna setiap leksem/kata sangat tergantung pada konteks (kalimat) di mana kata itu digunakan. Frase anak Pak Lurah, mungkin digunakan untuk  menyindir dan memberikan kritik secara tidak langsung. Majalah Tempo tidak dengan terang-terangan menyebut keterlibatan anak presiden dalam memberikan rekomendasi PT Sritex. Ini merupakan bentuk satire. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masker = Pakaian Dalam?

Next Post

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co