26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak Pak Lurah || Analisis Semantik

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 27, 2020
in Esai
Anak Pak Lurah || Analisis Semantik

“Anak Pak Lurah” beberapa hari terakhir ini menjadi trending topik di media sosial. Hal ini disebabkan oleh pemberitaan Majalah Tempo tentang rekomendasi pembuatan goodie bag alias kantong kemasan untuk paket bansos dari Kementerian Sosial. Frase anak Pak Lurah mengacu pada Gibran Rakabuming yang disebut-sebut sebagai pihak yang merekomendasikan PT Sritex ke Kemensos untuk pembuatan tas itu. Gibran Rakabuming sudah memberi klarifikasi atas berita itu.

Yang menarik dari pemberitaan itu bukan saja masalah jatah kantong bansos itu, melainkan juga penggunaan frase “Anak Pak Lurah”, yang merujuk pada Gibran yang baru saja memenangkan Pilkada Solo. Apakah ini sebuah konspirasi untuk menjatuhkan Gibran? Tulisan ini tak membahas soal itu. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah, mengapa hanya untuk menyebut nama Gibran dalam masalah ini harus menggunakan frase anak Pak Lurah. Mengapa tidak memakai anak Bapak Kepala Desa. Mengapa tidak memakai anak Pak Camat. Apakah ada sesuatu yang istimewa dari penggunaan frase anak Pak Lurah.

Makna kata lurah dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, kata lurah berarti (1) kepala pemerintahan tingkat terendah; kepala desa; (2) kepala atau pimpinan suatu bagian pekerjaan. Mengapa Gibran sebagai anak presiden dibandingkan dengan anak Pak Lurah yang hanya memimpin  wilayah kelurahan. Jika dibandingkan wilayah kekuasaan antara seorang lurah dengan presiden tentu sangat-sangat tidak sebanding.  

Apa makna yang tersirat pada frase anak Pak Lurah. Secara semantik ada tiga pendekatan untuk menganalisis makna dari sebuah kata.

Pertama, pendekatan konseptual memandang bahwa setiap satuan ujaran (leksem atau kata) pada dirinya secara inheren telah terkandung suatu konsep, gagasan, ide atau pemikiran mengenai sesuatu yang ada, terjadi, berlangsung atau yang dilakukan dalam dunia nyata. Pendekatan ini berawal dari teori yang dilontarkan Bapak Linguistik Modern, yaitu Ferdinand de Saussure (1857-1913) bahwa setiap tanda linguistik (Signe Linguistique) terdiri dari dua komponen, yaitu penanda (signifian) dan petanda (signifie)

Yang dimaksud dengan penanda adalah wujud bunyi bahasa dalam bentuk urutan fonem tertentu, sedangkan yang dimaksud dengan petanda adalah konsep gagasan, ide atau pengertian yang dimiliki oleh penanda itu. Umpamanya tanda linguistik yang di sini ditampilkan dalam wujud ortografis (kuda) terdiri dari komponen penanda dalam wujud deretan fonem /k/, /u/, /d/, dan /a/; dan komponen petanda, yaitu berupa konsep atau makna sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai (Chaer, 2020). Demikian pula frase anak Pak Lurah jika dianalisis secara pendekatan konseptual,  Anak Pak Lurah merupakan penanda yang terdiri dari deretan fonem /a/,/n/,/a/,/k/,/p/,/a/,/k/,/l/,/u/,/r/,/a/,/h/. Deretan fonem tersebut memiliki komponen petanda anak dari seorang kepala pemerintahan terendah (kelurahan).

Kedua, pendekatan  komponensial, setiap kata itu dapat dianalisis atau diuraikan atas sejumlah ciri atau komponen yang membentuk makna kata itu secara keseluruhan. Umpamanya kata bapak memiliki komponen atau ciri makna sebagai berikut: bapak (+ manusia,+ dewasa,+ punya anak, + sapaan dari anak untuk orang tua laki-laki, dan + sapaan terhadap orang laki-laki lain), ayah (+ manusia,+ dewasa,+ punya anak,+ sapaan dari anak untuk orang tua laki-laki, – sapaan terhadap orang laki-laki lain). (tanda + berarti memiliki ciri atau komponen makna itu; tanda – berarti tidak memiliki ciri makna itu dan tanda ± bisa memiliki bisa tidak).

Dari ciri atau komponen makna bisa kita lihat bahwa kata bapak bisa digunakan untuk menyapa siapa saja yang pantas disebut bapak atau pantas dihormati. Kalimat  (1) berikut berterima dan (2) tidak berterima. (1) kami mohon kesediaan Bapak lurah untuk membuka pertemuan ini. (2) Kami mohon kesediaan ayah lurah untuk membuka pertemuan ini.

Beranalogi dari analisis tersebut kata presiden dan lurah memiliki komponen makna:


Presiden

+ kepala pemerintahan (tertinggi)

+ cakupan wilayah (negara dalam bentuk republik)


Lurah

+ kepala pemerintahan (terendah)

+ cakupan wilayah (kelurahan)

Analisis berdasar pada komponen makna sangat jelas perbedaan antara presiden dan lurah. Presiden merupakan kepala pemerintahan suatu negara yang berbentuk republik sedangkan lurah merupakan kepala pemerintahan (terendah) suatu kelurahan. Yang menjadi pertanyaan mengapa majalah Tempo menggunakan frase Anak Pak Lurah untuk merujuk pada Gibran. Apakah pemerintahan Pak Jokowi dianggap seperti pemerintahan sebuah kelurahan? Apakah dengan menganggap Gibran sebagai anak Pak Lurah, tersirat bahwa  memimpin negara seperti memimpin sebuah kelurahan dan ada suatu stigma negatif  terhadap pemerintahan kelurahan, misalnya sistem birokrasi kelurahan tidak dilakukan dengan menerapkan prinsip manajemen good governance? Secara implisit, misalnya, pemimpin keluharan bisa begitu mudah melibatkan anggota keluarga dalam proyek pembangunan.

Ketiga, pendekatan operasional menyatakan bahwa makna setiap leksem/kata sangat tergantung pada konteks (kalimat) di mana kata itu digunakan. Frase anak Pak Lurah, mungkin digunakan untuk  menyindir dan memberikan kritik secara tidak langsung. Majalah Tempo tidak dengan terang-terangan menyebut keterlibatan anak presiden dalam memberikan rekomendasi PT Sritex. Ini merupakan bentuk satire. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masker = Pakaian Dalam?

Next Post

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Pameran Surya Subratha di Kulidan || Menelisik Tradisi Membentang Ruang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co