10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengantisipasi “Burnout” pada Tenaga Kesehatan

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
September 26, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Pembaca mungkin merasa bosan karena saya sering membicarakan pandemi Covid-19 yang rasanya tidak berkesudahan. Saya cukup paham akan hal itu. Sebagai seorang psikiater, menjadi tugas saya untuk terus memberikan fokus pada apa yang perlu dilakukan bagi teman-teman dan rekan tenaga kesehatan untuk bisa bekerja dengan lebih maksimal di masa pandemi ini.

Ketika semua orang mulai melupakan soal pandemi ini, sesungguhnya saya yakin rekan-rekan tenaga kesehatan tetap bekerja keras seperti sebelum terjadi pandemi. Saya khawatir ada rasa burnout atau kelelahan dan kebosanan pada tenaga kesehatan. Tentang sampai kapan kita harus bekerja seperti ini. Juga tentang kekhawatiran akan ketidakpastian selain juga masalah pekerjaan dan juga soal rumah tangga, soal ekonomi dan soal keluarga, karena kesulitan ekonomi yang dialami oleh masyarakat tentu juga dialami oleh seluruh tenaga kesehatan.

Ada hal menarik dari  kondisi psikologis para tenaga kesehatan yang di awal-awal masa pandemi diglorifikasi sebagai garda terdepan oleh masyarakat, yang saya yakin juga ha-hal itu tidak terlalu diinginkan oleh rekan-rekan tenaga kesehatan.

Tetapi kini, selain tetap harus bekerja juga ada rasa serba salah pada diri mereka. Di satu sisi, mereka ingin terus mengedukasi masyarakat tentang keamanan dan kesehatan, tapi di sisi lain sudah agak bosan melakukan itu, karena kini itu bukanlah sesuatu hal yang populer dan justru dibenci oleh masyarakat untuk mereka melakukan edukasi tersebut.

Rasanya, mendengar kata “Covid-19” saja masyarakat sudah muak dengan hal tersebut. Tetapi, muak atau tidak muak, ternyata pandemi ini berlangsung dan sampai saat ini rekan-rekan tenaga kesehatan bekerja sekeras sama seperti sebelumnya. Dan tentu saja, rasa burnout ini perlu diantisipasi yang terjadi pada mereka, agar kelelahan fisik yang terjadi tidak berubah menjadi kelelahan psikologis atau kelelahan mental.

Selama ini orang hanya membicarakan soal dukungan fisik atau dukungan materi, namun perlu diketahui bahwa dukungan psikologis dan psikososial sangat diperlukan bagi para tenaga kesehatan. Sebelumnya, cukup banyak dukungan mental dan psikososial yang dilakukan bahkan secara online atau daring. Juga, diberikan di sentra-sentra layanan kesehatan tetapi kini hal itu hanya menjadi sebuah formalitas.

Saya selalu menekankan pentingnya upaya mandiri, bagaimana mengantisipasi agar burn out tidak terjadi karena lebih mudah mengantisipasi daripada ketika burnout sudah terjadi. Hal-hal yang sering menjadi atau memicu burnout pada tenaga kesehatan misalnya soal keamanan. Seperti kita tahu, tingkat keamanan tenaga kesehatan di Indonesia selama menangani Covid-19 menjadi yang terburuk di seluruh dunia. Angka kematian dan kesakitan, terpapar Covid-19 sungguh sangat banyak terjadi. Bukan hanya pada dokter tapi juga tenaga perawat ataupun tenaga administrasi di rumah sakit.

Dengan begitu banyak dan meluasnya angka pasien Covid-19 saat ini tenaga kesehatan juga terancam akan hal itu. Belum lagi memikirkan keluarga, memikirkan ekonomi dan lain sebagainya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah fokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita saja. Seringkali karena kelelahan emosi kita kemudian terpicu, mengurusi hal-hal yang sebenarnya tidak dalam kendali kita, tentang kapan pandemi ini berakhir atau tentang bagaimana apresiasi masyarakat terhadap itu, bagaimana soal komentar pemegang kebijakan atau pemimpin daerah tenang kinerja kita, itu berada di luar kendali kita.

Hal yang menjadi kendali kita adalah kapan kita mulai bekerja, apa yang kita lakukan selama bekerja, pemasangan dan pencopotan Alat Pelindung Diri (APD) yang perlu kita lakukan itu berada dalam kendali kita.

Tentang kapan kita harus memikirkan pekerjaan kita, kapan kita harus memikirkan keluarga kita dan berfokus pada anak-anak dan istri/suami atau orang tua yang ada di rumah, itu ada dalam diri kita, kita Yang menentukan

Kita sebaiknya tidak menanamkan kita ingin melakukan pengorbanan atau rasa kepahlawanan karena sesungguhnya tidak ada yang cukup fair untuk menjadi martir, seseorang menjadi martir dalam sebuah pandemi.

Kita hanyalah manusia biasa, dan ini hanyalah sebuah pekerjaan, kita lakukan apa yang kita bisa lakukan, apa yang menjadi tugas dan  pekerjaan yang diharuskan sebagai bagian dari diri kita. Setelah itu kita tetap juga perlu untuk menyayangi diri kita, melakukan self-care dan self-love, mempunyai waktu untuk diri kita sendiri termasuk juga berbagi bersama keluarga.

Ketika ada hal-hal yang menjadi beban atau kecemasan, kita bisa bercerita pada teman-teman baik kita atau ketika kita mengalami kesulitan bercerita pada teman baik, carilah tenaga-tenaga profesional kesehatan jiwa di layanan kesehatan tempat kita bekerja, apakah itu psikiater, psikolog klinis ataupun perawat jiwa.

Cari tahu juga tentang dukungan kesehatan jiwa dan psikososial yang biasanya diberikan secara gratis via online. Tetap menjaga pola sehat kesehatan, tidur di waktu yang kurang lebih sama termasuk cukup makan makanan yang bergizi. Kurangilah pemakaian media sosial untuk berdebat soal Covid-19.  Perbanyak juga aktivitas lain termasuk berolahraga.

Jangan mengubah empati kita menjadi simpati dan larut pada pekerjaan, apalagi ingin menjadi martir pada pandemi ini. Tidak ada hal yang cukup berharga untuk mengorbankan diri kita dan orang-orang kita sayangi di sekitar kita

Besok adalah hari raya Kuningan, hari kemenangan dimana semua rumah akan menampilkan trofi kemenangannya. Mari kita jadikan momen itu untuk menunjukkan bahwa kemenangan terjadi sesungguhnya bukan hanya terjadi saat pandemi Covid-19 selesai, tetapi kemenangan itu ada setiap hari ketika kita masih memiliki diri kita, masih menyayangi diri kita dan menyayangi orang-orang terdekat yang ada di dalam hati kita.

Tetapi ketika kita tidak lagi mampu melakukannya hingga menganggu tidur dan aktivitas kita maka tidak ada salahnya dan bukanlah sesuatu yang aib ketika kita mencari pertolongan lebih lanjut pada teman-teman sejawat kita, profesional kesehatan jiwa. Semoga kita semua betul-betul merasakan kemenangan. Di dalam diri kita. Selamat hari raya Kuningan. Salah mantap jiwa-raga.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunitas Omah Laras dan Panggung yang MenghidupkanTopeng-topeng Mati

Next Post

Tibet, Poliandri dan Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tibet, Poliandri dan Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co