23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belum Saatnya Membawa Kebiasaan Lalai Pulang ke Tanah Air | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Belum Saatnya Membawa Kebiasaan Lalai Pulang ke Tanah Air | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya [penulis]

Baca Kabar dari Jepang lain:

  • Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah
  • Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan

_____

Masih dalam suasana pandemi Covid-19, saya dan rekan-rekan diliburkan karena hotel harus ditutup. Pemerintah siap dengan konsekuensinya, karena mendukung hotel menutup usaha dalam kurun waktu dan persyaratan yang ditentukan. Meskipun seluruh karyawan dipastikan tidak berkerja sampai akhir Juni, dalam usaha memutus rantai penyebaran virus yang bisa semakin parah saja menyebar apabila hotel masih tetap beroperasi, pemerintah telah bersedia mengucurkan dana bantuan yang dikolaborasikan pihak hotel agar tetap dapat menggaji karyawan.

Keputusan pendanaan ini sangat melegakan untuk pekerja migran seperti saya. Walaupun masih harus sabar menanti update untuk bulan-bulan berikutnya. Selama hotel tutup, pemerintah melakukan random check, untuk memastikan pihak hotel tidak berbuat curang dengan mempekerjakan karyawannya tanpa sepengetahuan mereka.   

Dengan tidak adanya aktivitas khusus selama bulan ini, pikiran saya selama di asrama jadi mudah melayang kemana-mana, mengingat-ingat saat saya datang ke Jepang, kemudian saya teringat saat Februari lalu,

“Hugo, kamu sedang memperhatikan apa?” tanya saya kepada salah seorang rekan kerja dari Malaysia, yang menatap monitor laptop dengan serius.

“Ahh, aku sedang bingung mau beli Hand-Phone yang mana. Yang murah tapi berkualitas.”

“Lah, HP-mu yang biasanya kenapa? Bosan?” tanya saya ingin tahu. Tadinya saya pikir dia sedang browsing keperluan tamu.

“HP-ku hilang sejak kemarin sore saat jalan-jalan ke daerah Hirafu,” ungkapnya.

Rupanya HP-nya hilang semenjak kemarin sore dan belum ditemukan hingga siang ini. Jaman sekarang hidup tanpa HP adalah hal yang kronis. Ia sangat kalut, sudah mencoba kembali ke restoran dan store yang ia kunjungi kemarin tetapi sayangnya tidak ditemukan.

Tiba-tiba ia dan saya teringat pada saat yang bersamaan: “Shuttle Bus!”

“Riris, tolong bantu tanyakan kepada driver shuttle bus hotel kita dalam Bahasa Jepang ya. Aku benar-benar lupa ada kemungkinan HPku terjatuh dalam bus.” (Hotel tempat kami bekerja memiliki fasilitas bus gratis yang mengantarkan para tamu ke lokasi-lokasi pusat hidangan dan perbelanjaan, yang juga boleh digunakan para karyawan dengan tetap memprioritaskan tamu-tamu).

Dan begitulah, setelah saya bercakap-cakap dengan petugas kontrol shuttle bus, menjelaskan detail HP rekan saya yang hilang, beberapa saat kemudian kami dikabari oleh driver yang bertugas di pos setelah mengecek ke tiap bus yang beroperasi. HP tersebut rupanya yang kemarin ditemukan, dan sudah disimpan di front desk hotel satu lagi dari 4 hotel yang dibangun di satu kawasan oleh pemilik yang sama.

Saya jadi ingat tamu yang juga kehilangan HP-nya, suatu hari datang tergopoh-gopoh ke front desk saat saya sedang belajar sistem, menanyakan apa ada seseorang menemukan telpon genggamnya. Tamu asal Australia itu menjelaskan ia hanya pergi ke daerah Kutchan, untuk berbelanja di supermarket yang terkenal memiliki banyak pilihan oleh-oleh. Setelah koordinasi dengan pihak pengaturan bus yang tidak menemukan satu handphone-pun pada hari itu, kami menghubungi stasiun Kutchan. Dengan hanya sekali panggilan, pihak stasiun Kutchan yang menyediakan ruang tunggu bagi para tamu langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Mereka menelpon balik dan membawa kabar gembira bahwa HP tersebut ditemukan, diserahkan salah seorang warga yang tadinya berbelanja di daerah sana.

Saya jadi merasa terharu. Terharu oleh driver, oleh orang sekitar yang berbelanja ke supermarket, oleh petugas stasiun dan polisi, serta oleh sebagian besar orang yang saya temui di sini. Terharu karena saya merasa aman dan nyaman. Dan saya juga menjadi kagum, memikirkan betapa negara ini sudah memiliki kecukupan finansial. Masyarakatnya tidak serta-merta memati-dayakan HP yang ditemukan, diformat ulang, kemudian dijual atau dipakai pribadi. Finansial tentu saja merupakan salah satu pendukung jaminan keamanan di suatu negara. Dan saya juga tersentuh, masyarakatnya masih mau meluangkan waktu untuk menyerahkan barang temuan ke pihak berwajib. Masyarakat yang sejahtera, yang masih memiliki etika. Masyarakat dan pihak berwajib bekerjasama dan saling percaya.

Ingatan saya makin berulang, hingga teringat pada Desember tahun lalu saat awal saya mulai bekerja, saya membantu tamu berkomunikasi dalam bahasa Jepang kepada polisi yang bertugas di daerah Hirafu, yang menjawab panggilan dari sang ayah ketika mencoba menelepon ke nomor HP milik putrinya yang hilang. Kami berkoordinasi agar HP diambil ke pos polisi dan mengikuti arahan petugas untuk membawa beberapa data diri tamu. Saya kagum pada sistemnya. Pada kemudahan mengikuti proses penemuan barang hilang. Sekali lagi, kagum pada perasaan aman dan nyaman. Tentu saja beberapa yang saya kisahkan ini di luar dari penanganan HP hilang yang dapat dibantu menggunakan aplikasi “Find my Iphone” dan sejenisnya.

Saya masih ragu saat menyimpulkan Jepang terpercaya dalam hal penanganan barang hilang. Apa mungkin karena daerah saya tinggal bukanlah kota besar? Tetapi rupanya setelah berbincang-bincang dengan adik tingkat kuliah saya yang sudah sekian tahun hidup di Tokyo, pusat dari peradaban Jepang, ia dan teman-temannya mengalami hal serupa. Mengalami kemudahan-kemudahan saat tidak sengaja meninggalkan barang di keramaian. Entah dompet, entah tas berisikan passport, ataupun juga handphone. Mereka dibuat segan terhadap pihak berwajib, dan diarahkan untuk tidak lagi mengulang kelalaian yang sama. Memang negara ini telah mampu memberikan jaminan keamanan, dalam hal ini saya menyoroti masalah kehilangan barang. Suksesnya sinergi antara warga, pemilik usaha, dan petugas keamanan, serta seluruh pihak relevan lainnya.

Bayangkan, jika saat pulang nanti ke tanah air, dan kebiasaan lalai masih dibawa-bawa, tentu akan lain urusannya. Atau, bayangkan ,jika pulang nanti ke tanah air, dan suatu pernah menemukan barang berharga, mungkin akan berbeda juga ceritanya.

Pada Maret sebelum hotel ditutup, saya masih ingat, saya dan rekan-rekan kerja melakukan bersih-bersih skala besar dengan pemilahan sampah yang edan bagi saya itu. Selain memilah sampah, kami juga memilih dan memilah barang temuan. Saya membelalak melihat barang-barang berharga yang diletakkan di meja berbeda. Berbagai brand yang saya idamkan di majalah Cosmopolitan dan online beauty pages, ada di sana. Ada jam tangan, kaca mata, perhiasan, dan benda-benda cantik lainnya. Saya langsung tanyakan kepada senior, apa ada tamu yang mengiklaskan miliknya untuk si penemu? Biar saya negosiasi ke penemu. Masa begini sahutnya:

“Riris, sebentar lagi setelah kita data, kita akan ke kantor polisi.”

“Hah? Ada masalah apa? Saya kan baru bertanya, belum mengambil apa-apa.” kaget kan saya.

“Benda-benda berharga seperti ini yang kita tidak bisa telusuri pemiliknya, akan kita laporkan sebagai barang temuan hotel, jadi kapanpun tamu kembali dan menanyakan benda miliknya, kita tidak usah repot lagi. Mereka bisa koordinasi langsung dengan pihak kepolisian.”

Astaganaga. Memang ya, di balik segala keamanan dan kenyamanan itu ada segala daya upaya untuk menciptakannya. Pihak yang selama ini bersinergi itu ternyata termasuk juga hotel tempat saya bekerja. Jadi, selama berbicara tentang Jepang, belum pernah saya dengar topik mengarah ke pencurian barang berharga, adanya malah pencurian pakaian dalam. Nah, itu beda. [T]

Tags: Jepangperjalanan
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Idulfitri yang Berbeda & Kepura-puraan Kita

Next Post

Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co