25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
May 8, 2020
in Esai
Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Perth, Western Australia

Pandemi Covid-19 saat ini belum menunjukkan titik ujungnya. Namun bukan berarti kita tidak dapat membuat suatu rencana besar, bukan? Salah satu hal menarik dan luar biasa yang bisa dilakukan kelak pandemi ini usai adalah traveling. Banyak yang bilang kalau ada orang stress berarti mereka kurang liburan. Kesehatan mental harus dipulihkan ketika semuanya kembali normal nantinya. Salah satunya dengan traveling.

Sebagian besar orang tentu suka jalan-jalan. Namun, seringkali kita merasa kita sudah mengunjungi semua tempat wisata di daerah kita dan menjadi bosan untuk pergi ke tempat yang sama. Dewasa ini, muncul trend traveling luar daerah, bahkan luar negeri di kalangan anak muda. Segala kisah perjalanan kini dapat diabadikan pada lini masa media sosial.

Kebanyakan orang lebih suka jalan-jalan jika ada teman yang bisa diajak. Sayangnya, waktu luang dan kesibukan yang berbeda-beda menyulitkan terciptanya rencana perjalanan bersama. Lalu, kenapa tidak jalan-jalan sendiri? Pada umumnya seseorang merasa takut dan khawatir untuk berpergian sendiri ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi. Kenyataannya, solo traveling tidaklah semenakutkan yang dipikirkan dan ada banyak hal positif yang bisa didapatkan.

Yang pertama dikhawatirkan pastilah keselamatan. Tidak ada yang dapat menjamin keselamatan seseorang di rumahnya sendiri apalagi di tempat asing. Namun, mereka yang pernah berpergian sendiri pasti setuju bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan kala pergi sendiri. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik dan ketika kita mendapati kesusahan, akan selalu ada yang membantu jika kita mau bertanya dan meminta tolong.

Suatu malam ketika mencari makan di Hanoi, baterai handphone saya tinggal sedikit dan tidak dapat digunakan untuk memesan taksi online. Saya hanya bisa mengaktifkan airplane mode dan GPS yang masih bisa digunakan untuk menuju hotel. Untungnya hotel tersebut bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bayangkan, berjalan kaki sendiri di malam hari di tempat yang masyarakatnya tidak bisa berbahasa Inggris.

Tapi semuanya baik-baik saja. Bekal utama adalah rasa yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Semuanya bermula pada pikiran kita. Namun, tetaplah menyiapkan asuransi perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi. Biaya asuransi perjalanan tidaklah semahal yang dipikirkan. Ada beberapa penyedia jasa asuransi perjalanan dengan polis di bawah Rp 300.000 untuk perjalanan luar negeri selama 1 minggu.


Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Hal kedua yang perlu dicatat adalah ketika kita merencanakan suatu perjalanan, kita sudah harus meriset tempat-tempat yang akan kita kunjungi, mulai dari biaya hidupnya, metode transportasi, cuaca, dan hal-hal lain yang kita perlukan. Untuk menganggarkan biaya perjalanan ada situs bernama budgetyourtrip.com yang memberikan gambaran tentang biaya rata-rata untuk makan, transportasi, akomodasi, biaya hiburan, serta biaya-biaya untuk hal-hal yang tak terduga. Dari sana kita bisa memperkirakan anggaran biaya yang kita perlukan ketika berpergian ke suatu tempat untuk durasi waktu tertentu.

Ketika merencanakan perjalanan tentunya kita sudah mengetahui tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi. Pastikan kita sudah mengetahui jarak satu tempat ke tempat lainnya. Contohnya, ketika sampai di bandara, tentunya kita akan menuju tempat akomodasi yang sudah dipesan sebelumnya. Dengan Google Maps, kita dapat mengetahui berapa lama perjalanan dari bandara ke lokasi akomodasi tersebut, bahkan Google Maps juga menyediakan opsi rute melalui ojek/taksi online beserta estimasi biaya dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap daerah/negara memiliki transportasi online baik sepeda motor ataupun taksi dan masing-masing tempat juga memiliki sarana transportasi publik seperti bus, kereta api, tram, dsb. Usahakan cek biaya masing-masing sarana transportasi. Contohnya, di Kathmandu terdapat aplikasi Tootle yang mirip dengan Gojek di Indonesia. Kita bisa menghemat biaya perjalanan yang seharusnya Rp 200.000 menggunakan taksi, menjadi sekitar Rp 25.000 dengan ojek Tootle. Namun di tempat lain bisa jadi transportasi publiknya lebih murah. Contohnya, di Perth berpergian menggunakan bus di pusat kota sama sekali gratis!

Opsi rute melalui taksi online di Google Maps

Kita juga perlu menyiapkan diri untuk menerima cuaca yang berbeda dari tempat tinggal kita. Selalu riset bulan apa keberangkatan kita dan musim apa yang terjadi di tempat tujuan pada saat itu. Siapkan beberapa lapis pakaian jika cuaca diperkirakan dingin dan usahakan jangan membawa terlalu banyak pakaian yang ujung-ujungnya justru tidak digunakan. Kebanyakan kota memiliki tempat laundry untuk mencuci pakaian dengan kilat. Jadi tidak perlu khawatir mengenai pakaian kotor.

Nah, ketika kita sudah memiliki cukup informasi mengenai tempat tujuan dan sudah mempersiapkan itinerary perjalanan, hal penting lain yang harus dipikirkan tentunya adalah tiket pesawat. Kita bisa mencari opsi tiket pesawat yang paling murah di beberapa situs, salah satunya skyscanner.com. Skyscanner memberikan informasi mengenai harga tiket paling murah pada tanggal tertentu, dan bisa memberikan informasi mengenai bulan apa tiket ke suatu tempat harganya paling murah. Satu tips lain adalah usahakan berangkat/kembali pada hari Selasa atau Rabu untuk mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah. Rute pesawat dengan transit malam juga biasanya lebih murah.

Yang paling mudah sebenarnya adalah memesan paket wisata dari penyedia jasa tour and travel. Kita hanya perlu menyiapkan diri dan keperluan pribadi saja. Makan, transportasi dan akomodasi sudah disiapkan oleh penyedia jasa. Tentunya hal tersebut akan menguras lebih banyak isi dompet dibandingkan berpergian dengan rencana perjalanan sendiri.

Banyak hal positif yang bisa didapat dengan solo traveling. Pertama, kita diajarkan untuk lebih dewasa dalam mempersiapkan suatu hal. Kita diajarkan cara mengatur keuangan karena di tempat asing akan lebih susah untuk mendapatkan uang selain bekal yang sudah dipersiapkan. Selain itu, kita juga diajarkan untuk menabung untuk bekal jalan-jalan, Mental kitapun dilatih untuk lebih berani dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam mempelajari sesuatu hal yang kita perlukan untuk bertahan hidup di tempat asing. Kita juga diajarkan untuk lebih fleksibel dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Yang terpenting, solo traveling mengajarkan kita bahwa dunia begitu luas untuk kita sia-siakan dan kita terima apa adanya. Kita dapat belajar banyak hal baru di tempat baru dan akhirnya kita akan lebih menghargai hidup serta akan lebih sering mengucap syukur atas hidup yang kita miliki karena mungkin di tempat yang dikunjungi hidup masyarakatnya tidak senyaman yang kita miliki. Jadi kawan, berjanjilah kala pandemi ini usai kalian akan mengunjungi suatu tempat baru, bertemu orang-orang dengan budaya dan tradisi berbeda serta mempelajari banyak hal baru yang bisa memberikan makna lebih dalam hidup kalian. Travelinglah dengan bijak, tetap jaga keasrian dan kesakralan Bumi. Salam damai.[T]

Tags: Australiapandemiperjalanan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Atat Yang Bijaksana #1

Next Post

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co