6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Kumpulan Cerpen dalam Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Santi Dewi by Santi Dewi
December 19, 2019
in Ulasan
Membaca Kumpulan Cerpen dalam Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha (Foto Sonia)

Drama adalah salah satu mata kuliah wajib semester 5 yang mungkin sangat dinanti bagi mahasiswa-mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Sebab, inilah kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreatifitas dan memutar otak bersama-sama yang sekaligus menjadi sebuah final project di akhir semester. Salah satunya adalah drama yang berjudul A Mother & A Monster yang dibawakan oleh kelas 5F. Naskah ini merupakan naskah dari Kadek Sonia Piscayanti dan disutradarai oleh Anggun Sentyawati yang juga adalah ketua UKM Teater Kampus Seribu Jendela, Undiksha.

Pementasan ini diselenggarakan pada Rabu, 18 Desember 2019 di Wantilan Kampus Bawah, Undiksha. Sebenarnya, ada dua drama yang tampil di hari yang bersamaan di mana salah satunya lagi berjudul Schizophrenia. Namun sangat sayang sekali, saya melewatkannya karena ada sesuatu hal yang tidak dapat diganggu gugat. Alhasil, hanya drama A Mother & A Monsterlah yang sempat saya nikmati.

Drama ini bercerita tentang seorang perempuan yang tenggelam di dunia prostitusi yang diperankan oleh Gek Diah dan menemukan seorang bayi di suatu jalan yang kemudian dibesarkannya hingga dewasa. Sampai suatu hari, sang ibu memberitahu sebuah kebenaran kepada anaknya Ananda yang diperankan oleh Yanti, bahwa ia bukanlah ibu kandungnya. Setelah menerima kenyataan pahit, sang anak memutuskan untuk pergi, yang kemudian membawanya bertemu dengan Knowledge yang diperankan oleh Andre Sastra, serta Love yang diperankan oleh Pande Baba, dan segala pertentangan yang ada di dunia. Akhirnya, sang anak pun bertemu dengan ibu kandungnya yang diperankan oleh Sri Puspita dan sang ibu membunuh darah dagingnya sendiri.           

Setelah saya menonton pementasan ini, saya merasa seperti habis membaca kumpulan-kumpulan cerpen yang menarik saya untuk larut dan hanyut pada setiap adegannya. Ketika membaca kumpulan cerpen, saya membaca berbagai macam cerita yang berbeda dan muncul pula berbagai macam perasaan di masing-masing ceritanya. Dan hal serupa inilah yang saya temukan ketika menonton pementasan ini. Di mana saya sebagai penonton merasa seperti menyaksikan beberapa kisah yang juga mempermainkan perasaan saya yang awalnya dibuat kagum, turut merasa pilu, kemudian hanyut dalam romansa percintaan, dan perasaan-perasaan yang lainnya.

Mulanya, pementasan diawali dengan nyanyian dan musik yang dimainkan secara live dan dilanjutkan dengan monolog perempuan yang berkisah tentang hidup pahitnya hingga akhirnya ia menemukan seorang bayi. Saya pribadi sangat menyukai adegan awal ini. Padahal, setting panggungnya sangat sederhana sekali. Hanya terdapat sebuah kursi yang dimandikan oleh lampu netral dan kuning yang menerangi panggung serta pemain yang bermonolog sambil merokok. Namun entah kenapa, saya merasa bahwa adegan ini sangat kuat. Saya rasa, pemain telah berhasil mendalami perannya dengan baik sehingga memunculkan emosi yang pas takarannya.

Kemudian, bagian favorite kedua saya adalah adegan akhir. Di mana terjadi pertentangan batin sang ibu kandung antara kecemasan dan keikhlasan. Cemas akan nasib sang anak, atau ikhlas merelakan sang anak. Lampu putih menyorot fokus pada sang ibu kandung dan anaknya, kemudian saat mereka berpelukan, sang ibu perlahan mengangkat tangannya dan “aaaaaaa!!!”. Darah merah menyembur ke atas. Sang ibu lalu menangis & tertawa memeluk anaknya yang tergeletak penuh darah, dan lampu mati diiringi dengan tepuk tangan dan sorak-sorai penonton.

Potongan-potongan adegan yang disuguhkan oleh drama ini membuat saya seperti benar-benar merasa membaca sekumpulan cerpen. Sebab, saya seperti di bawa pada kisah-kisah dan perasaan-perasaan yang berbeda di setiap adegannya. Musik-musik yang hadir di awal dan di sela-sela adegan seperti menyuguhkan kita sebuah orkestra musik yang dapat dinikmati tersendiri. Lalu kisah pertikaian sang anak dan ibu yang membesarkannya. Kemudian kisah cinta sang anak yang bertemu dengan seorang laki-laki, yang di tengah-tengahnya diselipkan adegan dansa romantis serta pertentangan-pertentangan hidup yang membuat resah sang anak. Sebelum akhirnya, kisah ditutup dengan pertemuan sang anak dengan ibu kandungnya yang berakhir dengan tak terduga.


Pentas Drama “A Mother & A Monster” di Kampus Bawah Undiksha

Adegan-adegan dalam setiap kisahnya benar-benar kuat. Termasuk beberapa pemain yang hadir memberikan tragedi-tragedi kecil seperti tokoh The Land yang diperankan oleh Yeni Wahyuningsih, tokoh Jelousy yang diperankan oleh Enik Kristyani, tokoh Hatered yang diperankan oleh Yunita, tokoh Mother 1 yang diperankan oleh Yuni Widianingsih, dan Mother 2 yang diperankan oleh Mutiara Dalta. Keseluruhan pemainpun berhasil memainkan perannya dengan apik sesuai dengan porsinya masing-masing.

Respon penonton yang duduk di sekitar saya pun beraneka ragam, ada yang ikut merasa sedih, baper, dan tak terkecuali saya yang hampir saja menitikkan air mata. Ya, kisahnya memang sangat nano-nano. Namun tak hanya kisahnya, artistiknya pun dirancang sangat sungguh-sungguh dan kreatif, seperti memberi tambahan bumbu yang menjadikan hidangan tersebut lebih lezat. Terlebih lagi, permainan lampu dan gradasi warna yang dimainkan secara tepat membuat setiap adegannya semakin indah. Tak terkecuali permainan lampu yang dimainkan dari belakang panggung yang memunculkan siluet-siluet si pemain.

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Mungkin itulah kata yang tepat menurut saya untuk sutradara dan seluruh team-nya yang sudah berhasil mementaskan drama dengan sangat memukau penonton dan mungkin membekas di ingatan para mata yang menangkapnya. Pengalaman ini tentunya akan sangat berguna bagi saya dan teman-teman, karena tahun depan, giliran angkatan sayalah yang harus berproses dan berjuang bersama-sama. Huhu… [T]

Tags: Kadek Sonia PiscayantiTeaterUndiksha
Share76TweetSendShareSend
Previous Post

Tabu Dan Batasan-Batasan yang Mengekang Tubuh

Next Post

Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Drama Ini Tak Akan Berakhir – Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Drama Ini Tak Akan Berakhir - Obituari Sunaryono Basuki Ks.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co