6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
in Persona
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

Wahyu Ardi

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu, Bulan Bahasa Bali memberi pengaruh baik pada karir kesenimanannya, dan kini ia mulai menulis cerita pendek (cerpen) Bali modern.

Dan, betapa terkejut ia. Cerpen pertama berjudul “Medal Medil” yang ditulisnya berhasil meraih juara dua dalam lomba menulis cerpen Bali pada kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026. Tentu saja ia senang.

“Bagi saya pribadi, ini sebuah apresiasi yang benar-benar mengejutkan, mengingat berawal dari keisengan dan baru pertama kali menulis cerpen!” Begitu kata Wahyu Ardi menanggapi kemenangannya di ajang Bulan Bahasa Bali itu.

Wahyu Ardi bernama lengkap Kadek Wahyu Ardi Putra, S.Pd., M.Pd. Ia lahir di Cenigaan, Bangli, 28 Desember 1992, dan kini tinggal di Jalan Batuyang, Batubulan, Gianyar. Yang membuat orang juga kaget, ia bukan guru seni dan bukan guru sastra, melainkan guru pengajar Matematika di SMA Negeri 1 Sukawati

Meski jadi guru matematika, Wahyu Ardi yang diketahui punya pengalaman bermain drama sejak masa SMA dan kuliah, juga didapuk untuk menjadi guru pembina teater di sekolahnya. Namanya Teater Jungut Sari.

Wahyu Ardi (tengah) saat menerima piala sebagai pemenang kedua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Teater Jungut Sari yang dibinanya punya jam pentas yang tinggi dan beberapa kali memenangkan juara lomba drama modern. Teater Jungut Sari lumayan sering berpartisipasi di ajang Bulan Bahasa Bali dan selalu mendapat sambutan positif dari pengunjung atau penonton.

Wahyu Ardi bisa disebut berhasil melambungkan nama Teater Jungut Sari sebagai teater sekolah yang bisa bersaing dengan teater semi profesional di Bali. Sebaliknya, Teater Jungut Sari juga mengukuhkan namanya sebagai penulis naskah dan sutradara muda di Bali. Dan, sepertinya, kini Wahyu Ardi tak bisa dipisahkan dengan kehidupan teater, selaian kehidupan guru sekolah yang juga dilakoninya dengan serius.

Cerpen “Medal Medil” yang menjadi juara dua dalam lomba cerpen di Bulan Bahasa Bali ini juga punya riwayat unik yang juga bersumber dari penulisan naskah drama.

Awalnya ia menulis naskah drama, dan punya keinginan mencari jalan agar naskah yang juga berjudul Medal Medil itu bisa dikenal, bahkan mungkin suatu saat bisa dimuat atau menjadi bagian dari buku kumpulan naskah. Namun, secara kebetulan, pada ajang Bulan Bahasa Bali tahun 2026 ia mendengar ada lomba menulis cerpen, sehingga ia berpikir kenapa naskah drama itu tidak dibuat dalam bentuk cerpen saja agar bisa diikutkan dalam lomba.

“Mengetahui adanya lomba menulis cerpen pada Bulan Bahasa Bali tahun ini, menggugah saya untuk kenapa tidak dibuatkan cerpen terlebih dahulu, siapa tahu bisa membuka jalan yang saya impikan,” katanya.

Dan, benar saja. Jalan pun terbuka. Cerpen itu meraih juara, dan pencapaian itu membuatkan lebih bersemangat untuk menulis lagi, siapa tahu nanti bisa menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali modern.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu pemenang, bahkan bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi saja sudah membuat saya bangga,” ujar Wahyu Ardi.

***

Sebagai guru sekolah, Wahyu Ardi juga mencatat prestasi yang tak kalah dengan prestasinya di dunia seni teater. Ia pernah meraih juara 1 Lomba Implementasi Quizziz pada Pembelajaran antar Guru se-Bali Tahun 2021,  juara 2 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2022 (karya: Math Virtual Exhibition) , dan juara 3 Lomba Media Pembelajaran Guru tingkat Nasional tahun 2024 (karya: Komik Matematika Interaktif).

Wahyu Ardi

Prestasi di bidang teater, ia pernah dinobatkan sebagai   Sutradara Terbaik pada Lomba Teater Berbahasa Daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2024. Saat itu ia menyutradarai Teater Jungut Sari dengan judul karya Sang Bang Manik Angkeran.

⁠ ⁠Naskah drama Bali modern yang dibuatnya adalah “Segara Saksi”, “Sang Bang Manik Angkeran” dan “Medal Medil”. Ia juga membuat naskah drama berbahasa Indonesia berjudul ” Penangkapan”.

***

Wahyu Ardi memang dikenal sebagai pemain teater sejak ia bersekolah dan kulaih di Singaraja. Ia pernah menjadi pemain di sejumlah kelompok teater di Singaraja, seperti teater sekolahnya dan Teater Komunitas Mahima.  Prosesnya sebagai seniman teater dan sastra memang dilalui lewat proses yang panjang.

“Benar bahwa belajar tentang sesuatu hal itu bisa dari mana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja, sekalipun kita tidak mempunyai skill  di bidang itu, asalkan mau mencoba dan niat tulus untuk berkontribusi dan berbagi kepada sekitar,” kata Wahyu Ardi menyampaikan pesan kreatifnya.

Karya cerpen Medal Medil yang menjadi juara itu juga tak luput dari proses panjang. Cerpen itu tidak serta merta jadi cerpen begitu saja. Cerpen itu berawal dari sebuah sketsa gambar, lalu naskah drama, kemudian garapan pertunjukan teater, hingga terakhir menjadi sebuah cerpen.

“Dan semua proses ini bisa dikatakan sebuah eksperimen bagi saya yang pada dasarnya seorang guru matematika yang hanya mungkin bermodalkan pengalaman berkesenian dan berteater sejak muda,” ujar Wahyu Ardi.

Wahyu Ardi bersama istri dan anak usai menerima penghargaan sebagai juara dua Lomba Cerpen Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

Wahyu Ardi kemudian bercerita karya “Medal Medil” ini berawal dari sketsa gambar, lalu menjadi naskah drama yang kemudian sempat dipentaskan di lomba drama Bali modern oleh Teater Jungut Sari SMA Negeri 1 Sukawati.

Menulis cerpen ini, kata Wahyu Ardi, adalah pengalaman pertama baginya. Dalam penulisannya, lebih banyak bermodalkan nekat dan eksperimen saja, sebab saya menyadari bukanlah seseorang yang terbiasa untuk menulis.

Untuk menjadikannya sebuah cerpen ia banyak mengambil refrensi dan terinspirasi dari cerpen-cerpen berbahasa Bali yang sudah ada. Ini dilakukan karena menyadari bahwa ia merasa benar-benar miskin akan teknik penulisan, kosa kata atau bahasa yang sering digunakan dalam pembuatan cerpen.

“Dari sanalah saya kemudian mengkaitkan dengan cerita pada naskah drama yang saya miliki,” ujarnya.

Kesulitan yang dihadapi antara lain, bagaimana naskah yang  cukup panjang, penuh dengan percakapan atau dialog-dialog dapat diubah ke dalam bentuk cerita pendek, apalagi menggunakan bahasa Bali. Ia sempat tidak percaya diri dan bertanya dalam hati apakah benar struktur cerpen yang ia buat. Apakah benar penggunaan bahasa Bali dalam cerpen itu?

“Namun karena saya ingat kembali tujuan awal saya untuk ingin ikut berkontribusi, khususnya dalam pelestarian sastra, saya menjadi tidak beban, dan justru besar harapan saya bisa belajar dan ada kritik serta saran membangun yang bisa saya perloleh melalui kompetisi ini,” kata Wahyu Ardi.

Dan, kontribusi itu membuahkan hasil. Selamat, Wahyu Ardi! [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026cerpen bahasa baliTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails

Tak Sekadar Piala, Prestasi di Bangku Sekolah Punya Makna Tersendiri di Hati Aiko

by Kadek Windari
December 26, 2025
0
Tak Sekadar Piala, Prestasi di Bangku Sekolah Punya Makna Tersendiri di Hati Aiko

SEDIKIT genangan air tampak di pelupuk mata. Raut wajahnya berubah setelah mendengar namanya disebut sebagai peraih juara kelas. Aiko Belva...

Read moreDetails
Next Post
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Pertunjukan Mini Esai Performatif 'Desa Kami': Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co