SEPULUH finalis tampil bergantian dengan penuh percaya diri. Selempang terpasang di dada, sikap tegap, dan tatapan fokus mengarah ke hadapan dewan juri serta hadirin. Mereka merupakan 10 peserta terbaik dari 32 peserta SMP se-Bali yang telah melewati rangkaian seleksi dalam ajang Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026. Grand final ini menjadi bagian dari rangkaian Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI dalam peringatan HUT SMK Kesehatan Bali Medika (Kesbam) ke-17.
Kamis, 12 Februari 2026, aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar menjadi lokasi puncak kompetisi. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 08.00 Wita, dilanjutkan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Suasana berlangsung tertib dan penuh antusiasme.
Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter remaja.
“Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri serta lingkungannya. Duta Remaja Sehat bukan sekadar memperebutkan gelar, melainkan tanggung jawab untuk menjadi teladan,” ujarnya.
Komang Rika juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, Kesbam ingin menghadirkan ruang kompetisi yang edukatif sekaligus membangun jiwa kepemimpinan dan rasa percaya diri peserta.


Ajang Duta Remaja Sehat dirancang melalui tahapan seleksi yang sistematis. Pendaftaran dimulai sejak 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Pengumpulan esai pada 4 Februari 2026, kemudian pengumuman 10 besar pada 7 Februari 2026.
Sepuluh finalis yang lolos kemudian mengikuti technical meeting pada 8 Februari, mengumpulkan video profil kreatif pada 9 Februari, serta menjalani tes wawancara dan presentasi pada 11 Februari 2026. Seluruh tahapan tersebut menjadi proses penyaringan untuk memastikan finalis memiliki wawasan yang memadai tentang isu kesehatan remaja, kemampuan komunikasi yang baik, serta komitmen sebagai agen perubahan.
Pada hari grand final, kegiatan diawali dengan Senam Indonesia Hebat yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi simbol penerapan gaya hidup sehat yang mereka kampanyekan. Setelah itu, para finalis tampil dalam opening number untuk memperkenalkan diri sebelum memasuki sesi orasi.

Dalam sesi orasi, setiap finalis menyampaikan gagasan tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang berkaitan dengan isu kesehatan remaja. Topik yang diangkat meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesehatan mental remaja, gizi seimbang, hingga peran pelajar dalam mencegah perilaku berisiko. Penyampaian dilakukan secara terstruktur dengan pendekatan argumentatif dan komunikatif.
Dewan juri yang terdiri dari Bdn. Made Yuni Karina, S.Keb., I Kadek Putra Pradyana, dan I Wayan Dede Putra Wiguna, S.Pd., melakukan penilaian secara menyeluruh. Aspek yang dinilai mencakup wawasan, kemampuan public speaking, sikap, kepercayaan diri, serta potensi kepemimpinan.
Setelah seluruh finalis tampil, diumumkanlah enam besar yang kembali menjalani sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan bersifat situasional dan menguji kemampuan analisis serta empati peserta. Dari enam besar tersebut, dipilih tiga besar untuk menjalani sesi tanya jawab lanjutan sebelum penentuan juara.

Salah satu finalis, I Komang Rama Krisnanda Putra dari SMP Negeri 1 Kuta Utara, mengaku bersyukur dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tahap akhir.
“Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap grand final. Prosesnya tidak mudah, tetapi justru di situ saya belajar banyak tentang disiplin, manajemen waktu, dan kepercayaan diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapannya dilakukan dengan memperdalam materi tentang kesehatan remaja sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum.
“Saya mempelajari kembali tentang PHBS, kesehatan mental remaja, dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Selain itu, saya rutin berlatih public speaking agar penyampaian saya lebih terstruktur,” tambahnya.
Menurut Rama, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mengatur waktu antara sekolah dan persiapan lomba.
“Tantangan paling sulit bagi saya adalah membagi waktu. Namun dari situ saya belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab,” katanya.

Puncak acara berlangsung saat pengumuman pemenang. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Ni Putu Kana Tresnarani dari SMP Negeri 1 Gianyar ditetapkan sebagai Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026. Runner Up I diraih I Komang Rama Krisnanda Putra dari SMP Negeri 1 Kuta Utara, disusul Runner Up II oleh I Gusti Ayu Agung Daivya Arintya Widiya Putra dari SMP Negeri 3 Denpasar.
Penghargaan Intelegensia diberikan kepada Shafira Nathania Halim dari SMP Negeri 1 Abiansemal, sementara kategori Terfavorit diraih Kadek Anggi Agraeni Puspita Dewi dari SMP PGRI 2 Denpasar.

Seusai pengumuman tersebut, acara dilanjutkan dengan penyematan selempang. Prosesi tersebut berlangsung khidmat. Para pemenang menerima apresiasi disertai tepuk tangan meriah dari hadirin. Sementara untuk penyerahan hadiah, dilangsungkan pada puncak HUT Kesbam ke-17, Jumat, 13 Februari 2026.
Barangkali melalui ajang ini, KAC VI tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter remaja. Duta Remaja Sehat yang terpilih tentu diharapkan mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat. Lebih dari sekadar gelar, tanggung jawab kini berada di pundak mereka untuk terus mengedukasi dan menginspirasi sesama remaja di Bali, khususnya di lingkungan sekolah. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana



























