5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nauru: Belajar dari Tragedi untuk Kembali ke Pertanian

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 28, 2025
in Esai
Nauru: Belajar dari Tragedi untuk Kembali ke Pertanian

Gambar dari Canva

KETIKA membaca kisah tentang para raksasa teknologi dunia—Bill Gates, Mark Zuckerberg, hingga Jack Ma—yang kompak berinvestasi ke sektor pertanian, banyak yang bertanya: ada apa dengan masa depan dunia? Mengapa orang-orang yang membangun kerajaan digital kini kembali menoleh ke tanah, benih, dan pangan?

Jawabannya mungkin dapat ditemukan dari kisah pilu sebuah negara kecil di Samudra Pasifik bernama Nauru. Sebuah pulau mungil yang pernah menjadi salah satu negara terkaya di dunia per kapita, setara bahkan melampaui Arab Saudi. Namun dalam waktu kurang dari satu generasi, Nauru jatuh menjadi salah satu negara termiskin, paling rusak lingkungannya, tergantung impor pangan, dan terlilit utang internasional.

Kisah Nauru adalah cermin masa depan yang menakutkan jika sebuah bangsa mengabaikan keberlanjutan, pertanian, dan ketahanan pangan. Dan bagi Bali serta Indonesia, kisah ini bukan sekadar cerita jauh di Pasifik—tetapi peringatan yang sangat relevan.

Dari Surga Tropis Menjadi Tambang Fosfat

Nauru dulunya adalah pulau hijau dengan ekosistem tropis kaya: hutan kelapa, burung laut, tanah subur, dan laut penuh ikan. Namun semuanya berubah ketika ditemukan deposit fosfat berkualitas tinggi, berasal dari akumulasi kotoran burung laut selama ribuan tahun.

Pada awal abad ke-20, kolonial Jerman, Inggris, dan Australia berebut mengeksploitasi kekayaan ini. Setelah merdeka tahun 1968, Nauru mengambil alih industri fosfat dan mendadak menjadi negara superkaya. Penduduknya hidup mewah tanpa bekerja: pendidikan, kesehatan, rumah, mobil, semuanya gratis. Pemerintah membangun gedung-gedung mewah, hotel berbintang, maskapai penerbangan, dan investasi besar-besaran di luar negeri.

Namun kenyataan pahitnya adalah:

  • 80% daratan Nauru dikupas habis menjadi kawah kapur tandus
  • hampir seluruh lapisan tanah hilang
  • ekosistem hancur total
  • pertanian lokal musnah

Penduduk kehilangan kemampuan untuk menanam pangan. Ironis: negara kaya, tetapi tidak punya tanah untuk menanam singkong sekalipun.

Kejatuhan yang Tragis

Ketika cadangan fosfat habis pada 1990-an, Nauru mendadak kehilangan seluruh sumber pendapatan utama. Investasi luar negeri gagal, kasus korupsi merajalela, dan utang menumpuk. Negara itu bangkrut.

Dampak sosial dan kesehatan menyusul:

  • 90% makanan harus diimpor
  • pola makan instan menyebabkan epidemi diabetes
  • Nauru menjadi negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia
  • pengangguran mencapai lebih dari 50%

Untuk bertahan hidup, Nauru melakukan langkah-langkah yang menyedihkan dan kontroversial:

  • menjadi tax haven pencucian uang internasional
  • menyewakan wilayahnya untuk kamp detensi imigran Australia
  • menjual paspor untuk dana cepat

Dari negara kaya raya menjadi negara yang “menjual diri” demi bertahan hidup.

Pelajaran Besar Nauru: Ketika Kekayaan Alam Habis, Apa yang Tersisa?

Kisah Nauru adalah contoh ekstrem tentang kegagalan:

  1. mengelola sumber daya alam
  2. membangun ketahanan pangan
  3. berpikir jangka panjang
  4. menjaga martabat bangsa

Kekayaan alam tidak akan bertahan selamanya jika hanya dieksploitasi.

Refleksi untuk Bali

Bali saat ini menghadapi situasi yang mengkhawatirkan:

  • sawah berubah menjadi vila dan hotel
  • air tanah menyusut drastis
  • ketergantungan pangan dari luar meningkat
  • pariwisata menjadi sumber ekonomi tunggal

Pertanyaannya:

Jika suatu saat pariwisata Bali kolaps—karena pandemi, bencana alam, atau perubahan tren—apa yang akan terjadi?

Pandemi COVID-19 sudah memberi gambaran kecil. Bali lumpuh. Ribuan orang kembali bertani karena tidak ada pilihan lain. Itulah alarm keras yang mirip tanda awal tragedi Nauru.

Bali sedang menuju arah yang sama:

  • meninggalkan pertanian
  • merusak lingkungan
  • bergantung pada sektor tunggal
  • kehilangan kemandirian pangan

Jika seluruh sawah berubah menjadi beton, Bali bisa kehilangan jiwa dan keberlanjutannya. Yang lebih mengerikan: Bali bisa menjadi “Nauru versi pariwisata”.

Refleksi untuk Indonesia

Indonesia kaya sumber daya alam: batubara, nikel, minyak, gas, kelapa sawit, emas. Namun pertanyaan pentingnya:

Apakah kita membangun masa depan atau hanya menjual masa depan?

Jika kita hanya mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah dan merusak lingkungan, maka Indonesia berisiko mengikuti pola Nauru:

  • kaya sebentar
  • miskin selamanya
  • lingkungan rusak permanen
  • bergantung impor pangan

Saat ini Indonesia sudah mengimpor:

  • gandum
  • kedelai
  • bawang putih
  • gula
  • daging sapi
  • susu

Padahal tanah kita subur.

Jika suatu hari impor terganggu, ketahanan pangan menjadi ancaman nasional.

Mengapa Para Miliarder Dunia Investasi ke Pertanian?

Kembali ke gambar para tokoh teknologi dunia memakai caping dan berkebun—ikonik namun sarat makna. Mereka memahami satu hal penting:

Masa depan dunia bukan di digital semata, tetapi di pangan.

Bill Gates membeli jutaan hektar lahan di Amerika.
Mark Zuckerberg membeli tanah pertanian di Hawaii.
Jack Ma mengembangkan teknologi pertanian pintar.

Mereka melihat:

  • krisis pangan global
  • perubahan iklim
  • degradasi lahan
  • pertumbuhan penduduk
  • ketergantungan impor

Pertanian adalah sektor strategis masa depan.

Teknologi boleh berubah, tetapi manusia tetap butuh makan.

Pelajaran untuk Bali dan Indonesia

Kisah Nauru memberi pelajaran sangat penting:

  1. Pertanian adalah fondasi kedaulatan
    Tanpa pangan, segala kemewahan tidak berarti.
  2. Keberlanjutan lebih penting daripada keuntungan cepat
  3. Diversifikasi ekonomi wajib dilakukan
  4. Lahan pertanian harus dilindungi
  5. Investasi pendidikan dan teknologi pertanian menjadi keharusan

Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Bali memiliki peluang besar:

  • agro-wisata
  • pertanian organik
  • edu wisata
  • spiritual agriculture
  • community farming
  • sistem subak yang diakui UNESCO

Jika dikelola bijak, Bali bisa menjadi contoh dunia: pariwisata yang selaras dengan pertanian dan spiritualitas, bukan menggantikannya.

Indonesia pun memiliki kekuatan besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, bukan sekadar eksportir bahan mentah.

Nauru adalah kisah tentang kekayaan yang berubah menjadi kutukan karena keserakahan dan ketidakbijaksanaan. Kisah tentang bangsa yang lupa menanam masa depan, sehingga memanen masa suram.

Bagi Bali dan Indonesia, kisah ini bukan sekadar tragedi jauh di Pasifik, tetapi cermin yang memantulkan kemungkinan masa depan kita sendiri.

Jika kita memilih jalan Nauru—meninggalkan pertanian, merusak lingkungan, dan bergantung pada sektor tunggal—maka nasib serupa bisa menanti.

Namun jika kita memilih jalan keberlanjutan, menjaga tanah, air, dan pangan, maka kita bukan hanya bertahan, tetapi berkembang.

Sebagaimana para miliarder dunia menyadari:

Masa depan dunia ada pada tanah yang kita pijak dan benih yang kita tanam.

Dan itu adalah pelajaran paling berharga dari kisah pilu Nauru. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: baliIndonesiaNaurupertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menenun Taksu di Jantung Kota Singaraja: Kala Generasi Muda Banjar Jawa Merayakan Warisan Leluhur

Next Post

Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
0
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

Read moreDetails

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails
Next Post
Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Bali Sepi? --Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co