6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 15, 2025
in Esai
Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KOMUNIKASI publik merupakan salah satu aspek terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Pejabat publik tidak hanya dituntut untuk membuat kebijakan yang tepat, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan kebijakan tersebut secara jelas, sopan, dan efektif kepada masyarakat. Di era keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial yang kian pesat, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti yang menentukan citra, legitimasi, serta keberhasilan kepemimpinan. Banyak kasus menunjukkan bahwa kebijakan yang sebenarnya baik menjadi kontroversial dan ditolak karena disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Fenomena inilah yang membuat komunikasi publik menjadi sangat penting bagi setiap pejabat yang memegang amanah publik.

Di berbagai daerah, kita sering melihat contoh pejabat yang berbicara “asal ceplos” atau bereaksi spontan terhadap pertanyaan publik tanpa mempertimbangkan konteks sosial, kondisi psikologis masyarakat, atau sensitivitas isu. Ketika hal ini terjadi, bukan hanya pesan yang gagal tersampaikan, tetapi kepercayaan publik pun ikut terkikis. Padahal dalam hubungan antara pemimpin dan masyarakat, kepercayaan adalah modal utama. Sekali rusak, pemulihannya memerlukan waktu, energi, dan upaya yang tidak sedikit. Ucapan pejabat publik bukan hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga institusi yang dibawanya. Karena itu, kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Komunikasi publik sejatinya tidak pernah netral. Setiap kata yang diucapkan membawa makna, emosi, nilai, dan interpretasi yang berbeda-beda tergantung konteks sosial dan budaya. Inilah mengapa teori Sosiopragmatik sangat relevan digunakan dalam membahas komunikasi pejabat publik. Sosiopragmatik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial, bagaimana maksud dan makna ditangkap oleh pendengar, serta bagaimana struktur sosial memengaruhi cara berkomunikasi. Konsep “kesantunan berbahasa” menjadi salah satu unsur penting dalam Sosiopragmatik, karena di dalam interaksi sosial, kesantunan bukan hanya sebagai etika tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Kesantunan berbahasa memiliki dua aspek penting, yaitu kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Kesantunan niat berarti bahwa seseorang berbicara dengan tujuan baik, tanpa maksud merendahkan, menghina, atau menyakiti pihak lain. Namun niat baik saja tidak cukup. Ia harus diikuti oleh kesantunan bentuk, yakni bagaimana pesan tersebut dikemas, dipilih kata-katanya, nada penyampaian, serta konteks ucapan itu dilakukan. Banyak pejabat merasa bahwa selama maksudnya baik, maka ucapan mereka pasti diterima. Padahal, publik tidak selalu menilai niat. Publik lebih sering menilai bentuk, cara, serta kesesuaian ucapan dengan norma sosial yang berlaku.

Contoh sederhana bisa dilihat ketika seorang pejabat berkata, “Sampah punya sendiri urus sendiri, kalau orang lain punya sampah kamu disuruh urus memang mau?” Tujuan dari ucapan tersebut mungkin baik, yaitu ingin mengajak masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah berbasis sumber. Tetapi bentuk penyampaiannya menimbulkan kesan merendahkan, kasar, serta tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat. Alih-alih memberikan edukasi, ucapan itu justru memicu kemarahan dan ketersinggungan publik. Akibatnya, pesan yang sebenarnya positif menjadi tidak sampai, bahkan berubah menjadi bumerang yang merusak citra pejabat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan betapa pentingnya seorang pejabat memahami hubungan antara bahasa dan persepsi. Kata-kata bukan sekadar alat menyampaikan informasi, tetapi juga alat membangun relasi. Jika relasi antara pejabat dan masyarakat terbangun melalui bahasa yang santun, empatik, dan terukur, maka masyarakat akan lebih mudah menerima kebijakan apa pun, sekalipun kebijakan tersebut berat atau tidak populer. Sebaliknya, jika relasi dibangun melalui bahasa yang merendahkan atau tidak sensitif, maka kebijakan yang paling baik sekalipun dapat ditolak hanya karena buruknya cara penyampaian. Inilah salah satu tantangan terbesar komunikasi publik.

Dalam konteks kepemimpinan, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara. Ia adalah seni mengelola makna. Pejabat publik harus mampu memprediksi bagaimana publik akan menafsirkan pesan tertentu, bagaimana media akan mengutipnya, dan bagaimana lawan politik akan memanfaatkan celah komunikasi yang buruk. Setiap kata memiliki potensi politis, sosial, dan psikologis. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi harus menjadi kemampuan yang dibangun secara sadar melalui pelatihan, pembinaan, dan evaluasi berkala. Tidak cukup mengandalkan intuisi atau karakter pribadi, karena komunikasi publik memiliki standar yang wajib dipahami.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi mendorong pejabat untuk semakin hati-hati. Media sosial membuat setiap ucapan dapat direkam, dipotong, disebarkan, dan dipelintir dalam hitungan detik. Ketidakhati-hatian bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu krisis informasi yang berdampak panjang. Dalam kondisi seperti ini, pejabat publik harus memiliki kesadaran bahwa diam kadang lebih baik daripada berbicara tanpa persiapan. Namun ketika harus berbicara, persiapan matang dan empati adalah kunci.

Komunikasi publik yang baik memberi banyak keuntungan bagi pejabat publik. Pertama, membangun kepercayaan dan kredibilitas. Masyarakat menilai seorang pemimpin pertama kali melalui kata-katanya sebelum melihat kinerjanya. Kedua, komunikasi yang baik memperkuat efektivitas kebijakan. Saat masyarakat paham, mereka lebih mungkin bekerja sama. Ketiga, komunikasi yang santun memperkuat keteladanan moral, sesuatu yang sangat dibutuhkan dari pejabat publik. Keempat, komunikasi yang baik mencegah konflik sosial serta memperkuat stabilitas politik.

Maka dari itu, pejabat publik perlu memahami bahwa komunikasi bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Komunikasi adalah jembatan antara negara dan rakyat. Ketika jembatan itu kuat, hubungan yang terbangun pun akan kokoh. Sebaliknya, ketika jembatan retak karena bahasa yang buruk, maka seluruh sistem pemerintahan dapat terganggu. Di sinilah pentingnya menerapkan prinsip kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Dua prinsip ini membantu pejabat agar selalu mempertimbangkan bukan hanya apa yang ingin mereka katakan, tetapi juga bagaimana masyarakat akan menerima ucapannya.

Akhirnya, komunikasi publik bagi pejabat publik adalah keterampilan yang tidak dapat diabaikan. Pejabat yang baik bukan hanya yang membuat kebijakan, tetapi yang mampu menyampaikan kebijakan tersebut dengan bahasa yang santun, jelas, dan membangun kepercayaan. Kesalahan bahasa mungkin tampak sepele, namun dampaknya dapat jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Oleh karena itu, setiap pejabat publik seharusnya menjadikan komunikasi sebagai bagian integral dari profesionalisme. Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara pemerintah dan rakyat dapat terjalin lebih harmonis, lebih produktif, dan lebih berkeadaban. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasipejabat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Medan ke Toba: Ziarah Ilmu dan Rasa Kopi di Tanah Batak

Next Post

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co