6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pohon Semesta dan Pelajaran Menerima Perbedaan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 18, 2025
in Esai
Pohon Semesta dan Pelajaran Menerima Perbedaan

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

BAYANGKAN sebatang pohon besar di halaman belakang rumah kita. Batangnya kokoh, cabangnya banyak, rantingnya menjulur ke segala arah, dan setiap ranting menumbuhkan daun yang berbeda—ada yang hijau muda, ada yang menguning, ada pula yang jatuh ke tanah. Begitulah kira-kira gambaran alam semesta menurut Hugh Everett, fisikawan muda yang pada tahun 1957 berani menantang arus besar pemikiran zaman itu.

Everett mengajukan ide yang disebut relative state formulation, atau yang kini lebih dikenal sebagai Many-Worlds Interpretation. Ia menyatakan bahwa setiap kali ada peristiwa di alam semesta—setiap keputusan, setiap kemungkinan—tidak ada satu pun yang hilang. Semua hasil itu tetap hidup, hanya saja di “ranting” yang berbeda. Alam semesta, menurutnya, bukan satu garis lurus waktu, melainkan pohon dengan cabang-cabang tak terhingga.

Satu Pohon, Banyak Cabang

Bayangkan kita melempar koin. Hasilnya bisa gambar atau angka, kepala atau ekor. Menurut pandangan klasik, hanya satu hasil yang nyata: yang muncul saat koin berhenti berputar. Namun menurut Everett, kedua hasil itu sama-sama terjadi, hanya di dua cabang kenyataan yang berbeda. Dunia tidak memilih salah satu, melainkan mengizinkan semua kemungkinan hidup berdampingan.

Di sinilah keindahan filosofis teori Everett: ia mengajarkan kita bahwa keberagaman bukan kesalahan sistem, tetapi justru bagian dari keseimbangan semesta. Bahwa dunia tidak harus tunggal, karena kehidupan sendiri adalah tarian antara banyak kemungkinan. Inilah hukum probabilitas

Einstein dan Kerinduan Akan Keteraturan

Namun tidak semua ilmuwan sepakat. Albert Einstein, sang ikon fisika modern, pernah berkata, “Tuhan tidak bermain dadu.” Ia tidak bisa menerima gagasan bahwa alam bekerja secara acak. Bagi Einstein, alam semesta harus punya hukum yang pasti, keteraturan yang dapat dipahami akal. Ia menginginkan satu kebenaran universal yang indah dan sederhana.

Bila Everett melihat keindahan dalam percabangan, Einstein melihat keindahan dalam kesatuan. Keduanya berbicara dalam bahasa berbeda, tetapi sesungguhnya menatap arah yang sama: mencari makna di balik misteri semesta.

Hawking: Melihat dari Atas Semesta

Stephen Hawking melangkah lebih jauh. Ia tidak menolak gagasan Everett, tetapi juga tidak memeluknya secara dogmatis. Dalam pandangan Hawking, fungsi gelombang alam semesta bisa mencakup semua kemungkinan—seperti peta besar yang memuat setiap jalur yang bisa ditempuh waktu dan ruang. Bagi Hawking, tidak perlu memilih antara satu dunia atau banyak dunia, karena semuanya bagian dari satu persamaan raksasa yang ia sebut “mind of God”, pikiran alam semesta.

Dari sini kita belajar bahwa bahkan pemikiran paling rasional pun menyisakan ruang untuk keajaiban. Hawking mengingatkan: kita tidak harus mengerti seluruhnya untuk bisa mengaguminya.

Michio Kaku dan Taman Multiverse

Lalu datang Michio Kaku, fisikawan Jepang-Amerika yang dikenal pandai menjembatani sains dengan imajinasi. Ia menggambarkan ide Everett sebagai taman semesta yang luas, di mana setiap pohon mewakili dunia paralel yang eksis dalam dimensi berbeda. Bagi Kaku, ini bukan metafora, melainkan kemungkinan nyata dari teori string—bahwa ruang dan waktu memiliki banyak lapisan, dan kita hanyalah satu dari sekian banyak “dunia gelembung” yang mengapung di samudra kosmos.

Jika Einstein melihat keteraturan, dan Everett melihat cabang, maka Kaku mengajak kita berjalan-jalan di taman kosmik: penuh warna, penuh kebebasan. Ia mengajak kita untuk kagum, bukan takut, pada keberagaman realitas.

Pelajaran untuk Dunia Manusia

Kini mari kita keluar dari laboratorium dan kembali ke kehidupan sehari-hari. Bukankah masyarakat kita juga seperti semesta Everett—penuh cabang, penuh perbedaan, tetapi tetap satu pohon besar kehidupan?

Kita sering berselisih karena keyakinan, pandangan politik, atau cara hidup. Kita ingin dunia kita lurus, seragam, tak bercabang. Namun alam semesta sendiri, tempat kita berpijak, justru menunjukkan hal sebaliknya: bahwa perbedaan adalah struktur dasar eksistensi. Alam bekerja dengan keberagaman, bukan keseragaman.

Everett mengajarkan kita untuk melihat bahwa setiap pilihan hidup, setiap nilai, setiap sudut pandang—adalah cabang sah dari pohon besar manusia. Einstein mengingatkan agar kita mencari hukum moral yang menyatukan. Hawking menuntun kita memandang dari ketinggian, agar tak terjebak di satu ranting saja. Dan Kaku mengajak kita tersenyum pada misteri: bahwa mungkin ada dunia lain di mana kita dan orang yang kita benci justru bersahabat.

Menerima, Bukan Menyeragamkan

Pesan tersembunyi di balik perdebatan para fisikawan itu sesungguhnya sederhana namun mendalam:
Belajar menerima bahwa kenyataan tidak harus tunggal untuk bisa benar.

Dalam dunia yang mudah terpecah karena perbedaan, teori Everett bisa menjadi cermin spiritual modern—mengajarkan kita bahwa segala yang berbeda tidak selalu bertentangan; bisa jadi hanya “cabang” lain dari sistem yang sama.

Kita tidak perlu memotong ranting yang tumbuh ke arah berbeda, cukup menyirami akar kebersamaan di batang kehidupan.

Penutup: Alam Semesta Tidak Pernah Salah Jalan

Mungkin pada akhirnya, seluruh perdebatan antara Einstein, Everett, Hawking, dan Kaku hanyalah cara berbeda untuk mengatakan satu hal: semesta tidak pernah salah jalan.
Ia mengekspresikan dirinya lewat keberagaman, seperti pohon yang terus menumbuhkan ranting baru di setiap musim.

Dan kita, manusia, yang merupakan bagian kecil dari pohon itu, hanya perlu belajar satu hal:
bukan memilih cabang mana yang benar, tetapi bagaimana tetap saling berakar pada kasih, pengertian, dan kesadaran bahwa semua ini — semua perbedaan yang membingungkan — adalah cara alam menunjukkan kebijaksanaannya sendiri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: duniapohonsemesta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gagal Sarjana” Bukan Akhir Kehidupan

Next Post

Open House, Acara Pertemuan Hangat antar Anak Muda dalam INSPIRATION 2025 FBS Undiksha

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Open House, Acara Pertemuan Hangat antar Anak Muda dalam INSPIRATION 2025 FBS Undiksha

Open House, Acara Pertemuan Hangat antar Anak Muda dalam INSPIRATION 2025 FBS Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co