Mrs Tan, klien konsultasi gizi sore itu, berumur 70 tahun dengan badan yang sedikit bungkuk. Badan bungkuk itu -dalam bahasa ilmiah disebut kifosis yang bisa disebabkan oleh proses penuaan dan gaya hidup.
Ia masuk ke ruang konsultasi, berjalan secara mandiri tanpa perlu dibopong. Ia datang ditemani oleh anaknya. Ia mengeluh ada refluks atau perut kembung serta rasa yang kurang nyaman di bagian dada, dan hal itu menyebabkan aktivitasnya menjadi sedikit terganggu.
Untuk diketahui Mrs Tan sehari-hari masih bisa aktif mengerjakan pekerjaan rumah, aktif olahraga. Ia punya kegiatan rutin menjaga toko peralatan rumah tangga di kota Singaraja.
Secara umum, Mrs Tan yang dengan umur sudah lansia masih dalam kondisi baik-baik saja. Namun keluhan yang dirasakan, itu membuat aktivitasnya menjadi sedikit terganggu.
Ia telah memeriksakan keluhannya itu ke dokter internist atau penyakit dalam di Klinik Sahabat. Hasilnya, Mrs Tan didiagnosa mengalami keluhan di lambung dengan ciri khas, memang ada refluks atau perut kembung.
Diduga, keluhannya itu berkaitan dengan aktivitasnya menjaga toko. Toko Mrs Tan akhir-akhir ini memang lebih ramai dari biasanya, sehingga seringkali hal membuat jam makannya terlambat, terutama di waktu jam makan siang.
Kita tak bahas toko Mrs Tan. Mari kita bahas pola makan yang sering terlambat.
Telat makan tidak hanya menimbulkan rasa lapar, tetapi juga bisa mengganggu kesehatan. Jadwal makan yang berantakan bahkan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti sakit maag dan bahkan diabetes.
Dalam satu hari, waktu makan terbagi menjadi tiga kali yaitu sarapan, makan siang dan makan malam. Ketiga hal ini perlu kita penuhi waktu jam makannya agar kinerja tubuh kita menjadi lebih baik dan tubuh bisa menyerap semua zat gizi dari makanan dengan baik
Telat makan seringkali dianggap sepele. Contoh kecil, bangun kesiangan dan tidak sempat sarapan menjadi alasan beberapa orang untuk melewatkan sarapan. Atau bisa juga karena terlalu sibuk dengan pekerjaan bisa membuat orang menunda jam makan.
Jadi jangan kaget kalau kita sulit kosentrasi dan susah dalam mengingat hal-hal penting, akibat telat makan. Ada juga yang karena gara gara tidak sarapan, berat badannya bukannya jadi tambah ideal malah jadi naik.
Banyak yang beranggapan, saat kita melewatkan waktu makan, hal itu nantinya bisa dibayar pada saat jam makan berikutnya. Misalnya tidak sempat sarapan, nanti saat jam makan siang bisa dibayar dengan porsi yang lebih banyak.
Hal seperti itu tentu sangat keliru. Hutang pada saat sarapan tidak bisa dibayar pada jam makan berikutnya. Malahan, makan siang dengan porsi berlebih dan ditambah dikonsumsi dengan secara berlebihan dengan jenis makanan yang tidak sehat, bisa membuat berat badan menjadi naik bahkan bisa menjadi obesitas.
Mrs Tan yang sering melewatkan jam makan siang karena tokonya lumayan ramai. Karena sering menunda waktu makan serta membiarkan perut kosong, hal itu menyebabkan asam lambung, yang seharusnya digunakan untuk memproses makanan, menjadi menumpuk. Akibatnya bisa menyebabkan berbagai gejala perut kembung, perut terasa sakit, ada juga sampai mual muntah. Mudah lelah juga bisa terjadi saat melewatkan jam makan karena jumlah makanan tidak cukup untuk diubah menjadi energi saat tubuh kita memerlukan asupan makan.
Beragam hal bisa muncul di tubuh kita akibat sering telat makan atau menunda karena alasan tertentu. Guna mencegah timbulnya efek samping dari telat jam makan, usahakan untuk selalu makan tepat waktu setiap harinya.
Jika kita hanya punya waktu beberapa menit untuk makan, baik sarapan, makan siang maupun makan malam, pilihlah jenis makanan yang sehat dan kaya zat gizi. Jangan lupa kita juga boleh kok makan camilan di sela-sela waktu makan, namun perlu diingat camilannya direkomendasikan camilan sehat seperti buah-buahan dan kacang-kacangan, tetapi tetap jangan berlebihan.
Ingat pola makan kita yang sekarang akan menentukan pola hidup kita nanti. Pola makan sehat bukan hanya tentang diet, tetapi juga tentang gaya hidup yang seimbang. Berhenti untuk mencari alasan makan dengan tidak sehat dan teratur, dan mulailah mencari alasan untuk makan dengan bijak.
Salam sehat. [T]
Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole
- BACA artikel lain dari penulis GEDE EKA SUBIARTA


























