SETELAH lebih dari satu dekade, Urban Social Forum (USF) mendorong pembangunan perkotaan yang berlandaskan prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan partisipasi masyarakat. Tahun ini, USF ke-11 akan digelar di Denpasar, Bali, pada tanggal 30-31 Agustus 2025.
Acara yang dicetuskan oleh Yayasan Kota Kita ini akan menghadirkan 15 panel diskusi, 9 lokakarya, 2 penayangan film, 2 tur jalan kaki bersama 41 komunitas dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, dan lainnya.
Acara itu bertajuk “the 11th Urban Social Forum”. Kegiatannya akan dilakukan di Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa, serta beberapa titik ruang publik lainnya di Denpasar.
“Bali sering dilihat dari kacamata pariwisata, padahal warga kota di sini mulai menghadapi dampak serius dari pembangunan kota, mulai dari isu tata ruang, transportasi, hingga sampah,” kata Vanesha Manuturi, Manajer Komunikasi dan Advokasi di Kota Kita sekaligus inisiator dari Urban Social Forum, saat konferensi pers, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dialog perkotaan yang lebih inklusif dan beragam. Momentum ini bersamaan juga dengan semakin maraknya isu-isu perkotaan dan urbanisasi di kota-kota di Bali.
Sampai di situ, Vanesha Manuturi juga menjelaskan USF hadir di Denpasar untuk menjadi wadah bagi warga kota untuk saling belajar, bertemu, dan bergerak bersama.
Urban Social Forum (USF) merupakan agenda tahunan berbentuk ruang terbuka inklusif untuk berdiskusi tentang gagasan, pengalaman, dan pengetahuan, serta ruang bertemu dan berjejaring aktivis sosial urban dan organisasi yang bergiat di isu-isu perkotaan di Indonesia.
Sejak diinisiasi oleh Yayasan Kota Kita (kotakita.org) di tahun 2013, USF telah melibatkan ribuan mahasiswa, aktivis, akademisi, praktisi, komunitas, dan organisasi isu perkotaan dan memfasilitasi ruang-ruang diskusi dan kolaborasi di Solo, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Makassar.
Sehingga, dari tahun ke tahun, USF membawa tema besar “Another City is Possible!”, sebuah ajakan publik untuk bersama-sama bermimpi, menggagas ide dan inisiatif kerja dan kolaborasi, untuk menciptakan kota yang sejahtera dan dibangun atas partisipasi masyarakat.

“Kami percaya bahwa partisipasi warga dan kolaborasi multi pihak seharusnya tidak hanya menjadi sekadar formalitas, tapi kunci untuk memastikan kota tumbuh dengan adil dan manusiawi,” lanjut Vanesha Manuturi.
Rangkaian acara USF akan dimulai pada pukul 10:00 WITA sampai selesai. Melalui kolaborasi dengan 41 komunitas, organisasi, dan institusi dari berbagai kota di Indonesia, Urban Social Forum akan menghadirkan 15 panel diskusi, 9 lokakarya dan 2 penayangan film yang melibatkan lebih dari 60 narasumber, mewakili akademisi, aktivis, mahasiswa, dan pemerintah.
Beberapa tokoh dan komunitas perkotaan yang akan hadir dan terlibat dalam Urban Social Forum yang ke-11 juga cukup penting. Ada Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, I Gusti Agung Made Wardana, akademisi hukum lingkungan sekaligus penulis dari ‘Berebut Bali: Pertarungan atas Ruang dan Tata Kelola’.
Kemudian juga ada BaleBengong melalui lokakarya ‘Complaining 101’ yang akan mengajarkan cara melapor melalui platform ProDenpasar. Terus ada Koalisi Berhak Bergerak yang akan menyelenggarakan panel diskusi ‘Bergerak Bersama: Perjuangan Warga Biasa untuk Transportasi yang Adil di Bali”, serta Kisara PKBI Bali yang akan menayangkan film berjudul ‘Purusa, Utama?’ dan ‘F(l)ight’.

USF juga berkolaborasi dengan Capybara, Stravenues, Koalisi Pejalan Kaki, dan Climate Reality Indonesia. Sebagai rangkaian acara nanti, USF akan melangsungkan tur jalan kaki yang akan melewati dua rute; Pantai Segara Ayu Sanur dan Taman Kota Denpasar.
Sementara itu, di area pameran Studio Aksi akan ada instalasi interaktif dari Kota Kita, Anugerah Jurnalis Warga 2025, dan Greenpeace Indonesia. Dalam semangat kewargaan, Urban Social Forum 11 ingin merayakan dan memperkuat solidaritas di antara para aktor masyarakat sipil, meski dengan isu dan latar belakang yang berbeda-beda, alias lintas usia, atau yang sudah mapan maupun yang baru muncul.
Tujuan dari Urban Social Forum 11 adalah menemukan persamaan di tengah perbedaan tersebut. Sehingga dapat menjadi dasar dan panduan bagi warga kota untuk berjuang bersama menuju masa depan yang lebih baik bagi kota-kota di Indonesia.
Acara USF bisa didatangi siapa saja alias terbuka untuk umum, dan gratis. Warga yang tertarik bisa mendaftarkan diri di link berikut: urbansocialforum.or.id.
Ayo daftar, ayo datang…![T]
Diolah Sonhaji Abdullah dari rilis
Editor: Jaswanto



























