ULANG tahun, momen yang ditunggu-tunggu, yang datangnya setahun sekali. Banyak momen ulang tahun yang dirayakan dengan meriah dengan berbagai sajian kue dan camilan. Ada juga yang dirayakan dengan sederhana dengan berkumpul bersama sanak saudara, ada juga yang tidak dirayakan karena sedang sibuk bekerja atau tidak mau untuk dirayakan, dan cukup dengan berdoa, bersyukur dengan apa yang sudah dilalui dalam hidup ini.
Ulang tahun sebagai momen bertambahnya usia kita yang ditandai dengan kado-kado hadiah yang diberikan oleh sanak keluarga, teman maupun sahabat yang datang untuk merayakannya.
Apakah kita sudah memberikan hadiah yang paling berharga saat perayaan ulang tahun kita? Hadiah paling berharga tentunya adalah kesehatan yang bisa kita nikmati setiap hari.
Pola makan yang sehat, olahraga yang teratur, istirahat yang cukup tentunya merupakan kado yang paling berharga bagi tubuh kita untuk kesehatan kita yang lebih baik. Ulang tahun bukan hanya soal bertambahnya umur kita, tetapi juga merupakan kesempatan kita untuk memulai kebiasaan baru yang lebih bagus dan sehat agar dapat memberi manfaat yang lebih baik dalam jangka waktu yang panjang.
Memulai hari dengan sarapan merupakan salah satu cara merayakan momen ulang tahun kita. Sarapan pagi merupakan asupan pertama bagi tubuh kita, setelah tubuh kita puasa 6 – 8 jam pada saat kita tidur malam. Sarapan yang sederhana contohnya telur rebus dikombinasikan dengan sumber karbohidrat seperti kentang, jagung atau pun nasi dapat menjadi menu sarapan untuk menjalani hari.
Tanpa sarapan tentu kita akan kehilang energi dan semangat kita jadi menurun. Sarapan pagi buat kita ngantuk, itu tidak sepenuhnya benar dan mungkin hanya alasan kita melewatkan sarapan.
Hal yang belakangan ini banyak terjadi adalah kurangnya buah dan sayur dalam menu kita sehari hari. Buah dan sayur sebagai sumber antioksidan untuk melawan radikal bebas dan juga untuk meningkatkan sistem imunitas kita biar tubuh kita tak gampang untuk sakit. Buah dan sayur yang bervariasi dapat juga menjadi menu pengganti dari kue-kue maupun camilan kita saat perayaan ulang tahun.
Makan dengan perlahan, istilah kerennya adalah mindful eating, dalam artian makan dengan berlahan. Nikmati berbagai macam kuliner yang ada dengan perlahan.
Tentunya yang harus perlu diingat adalah pastikan tubuh kita membedakan antara lapar perut dengan lapar mata. Lapar perut berati kita bisa berhenti stop makan sebelum benar-benar kenyang agar makanan dapat dicerna dengan sempurna di dalam tubuh.
Lapar mata berarti kita tidak akan bisa berhenti makan meskipun perut kita sudah full berisi makanan, dan juga berisi minuman-minuman manis karena kita tergoda untuk mencicipi semua menu yang telah disiapkan. Kita tahu bahwa makanan yang dengan porsi berlebih serta ditambah minuman manis bisa meningkatkan resiko kejadian diabetes maupun obesitas.
Menu-menu saat perayaan ulang tahun juga bisa kita modifikasi dengan menu olahan dari bahan segar tanpa banyak ada tambahan bahan pengawet. Itu lebih baik daripada kita menyediakan menu makanan olahan yang mengandung banyak gula, garam dan lemak.
Pilihan menyediakan menu olahan dari bahan segar, yang meskipun lebih repot, tetapi lebih aman bagi tubuh kita dalam jangka waktu yang panjang. Contohnya bisa kita siapkan popcorn tanpa tambahan caramel atau mentega, ataupun kita bisa sediakan salad buah tanpa adanya penambahan bahan tambahan lain.
Hadiah ulang tahun terbaik bagi tubuh kita adalah kesehatan dengan pola makan yang sehat dan teratur. Ini bisa kita mulai dengan menerapkan salah satu kebiasaan makan yang baik, dan memang hasilnya akan tidak secara instan bisa kita nikmati seperti makan cabe. Makan sekarang pedasnya juga sekarang.
Kebiasan pola makan yang sehat akan terlihat dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun lagi. Jadi apapun pola makan atau kebiasaan yang kita terapkan sekarang akan berimbas dengan pola hidup dan kondisi tubuh kita nanti. Mari ubah kebiasaan dan jadikan momen ulang tahun sebagai refleksi kita untuk memulai kebiasaan yang lebih sehat dan berharga.
Selamat ulang tahun bagi yang merayakannya! [T]
Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole


























