PERINGATAN HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Gunaksa, Klungkung, Bali, berlangsung berbeda. Merah Putih dikibarkan di Bukit Belong dengan tiang setinggi 17 meter yang memadukan semangat kemerdekaan dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan pengibaran bendera di Bukit Belong dihadiri oleh perangkat desa, pramuka SMAN 1 Dawan, mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana periode XXXI, PPK Ormawa Teknik Mesin Unud, serta para dosen pembimbing dan masyarakat sekitar yang turut meramaikan. Bahkan untuk menjaga kelancaran acara, turut hadir petugas Linmas dan tenaga kesehatan dari puskesmas.

Para Peserta yang Menghadiri Upacara Bendera di Bukit Belong pada 17 Agustus 2025
Rangkaian acara ini diawali dengan pendakian menuju puncak Bukit Belong pada pukul 07.30 WITA. Meski mendapati medan yang menanjak, semangat para peserta tidak surut. Setibanya di lokasi, mereka langsung mengikuti upacara pengibaran bendera yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WITA
Dari Proposal KKN ke Panggung Besar Desa
Awalnya, pengibaran bendera di Bukit Belong hanya dirancang secara sederhana dalam proposal KKN mahasiswa Universitas Udayana. Namun, ide tersebut mendapat sambutan berbeda dari Kepala Desa Gunaksa.
Ia mengusulkan agar pengibaran dilakukan dengan lebih meriah, yakni menggunakan tiang setinggi 17 meter dan melibatkan lebih banyak pihak. Usulan ini kemudian disepakati bersama, hingga akhirnya persiapan dilakukan secara kolaboratif antara perangkat desa, mahasiswa, pramuka, hingga masyarakat.
Makna dan Harapan
Momentum pengibaran bendera di Bukit Belong tidak berhenti pada seremoni formal belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan kebersamaan warga dalam merawat semangat kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu. Tiang setinggi 17 meter yang berdiri tegak di puncak bukit menjadi simbol tekad masyarakat Gunaksa untuk menjaga nilai persatuan.
Harapan juga mengalir kepada generasi muda yang ikut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka diingatkan bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati setiap 17 Agustus, tetapi perlu dijaga dan dihidupi dalam keseharian. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa semangat cinta tanah air akan terus tumbuh, sekaligus mendorong generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dengan cara-cara yang relevan pada zamannya.
Dari sebuah bukit kecil di Desa Gunaksa, semangat besar kemerdekaan kembali digelorakan. Pengibaran bendera dengan tiang setinggi 17 meter bukan hanya penanda peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, melainkan juga wujud nyata kebersamaan warga, pemerintah, hingga generasi muda dalam merawat warisan perjuangan bangsa.
Jika semangat itu mampu tumbuh di lereng Bukit Belong, bukankah artinya kemerdekaan selalu menemukan cara untuk hidup di hati rakyatnya? [T]
Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole



























