6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelapa, Kepala, Warna dan Permainan Makelar

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 13, 2025
in Esai
Kelapa, Kepala, Warna dan Permainan Makelar

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

MASYARAKAT Hindu di Bali yang bersifat komunal, sangat terikat dengan kebiasaan komunitasnya (keluarga, soroh, banjar, pamaksan, desa adat dll)

Keterikatan ini tidak saja terkait perbuatan, tetapi juga kata-kata dan pikiran. Keterikatan pikiran bagi masyarakat yang bersepakat   disebut juga keyakinan. Keyakinan yang disepakati oleh sebagian besar orang Bali disebut Agama Hindu (Hindu Dharma, Agama Tirta, Sanatana Dharma dll)

Keyakinan yang sesungguhnya bersifat sangat pribadi, dengan kesepakatan-kesepakatan secara sadar dan tak sadar kemudian diwariskan secara secara turun temurun, dilakukan dalam keluarga inti, keluarga besar (paibon/kesatuan garis ibu).

Di Bali kesepakatan antara keluarga diwadahi dalam bajar/dusun/berbagai bentuk lainnya, yang diperluas dalam desa/desa adat/pakraman/ dan berbagai sebutan lainnya.

Kelapa, Kepala, Warna

Kelapa (Cocos nucifera) termasuk  genus Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae.

Kelapa, coconut dalam bahasa Inggris berasal dari kata Portugis dan Spanyol abad ke-16, coco yang berarti “kepala” atau “tengkorak”

Kelapa yang dimaknai sebagai kepala oleh leluhur manusia, juga dimaknai sebagai pemimpin (yang mengepalai). Umat beragama/khususnya Indonesia menyakini bahwa kepala dari sebagai kehidupan, dunia hakerat adalah Tuhan, yang tercermin dari sila pertama dari Pancasila.

Dalam Negara Republik Indonesia, yang disepakati sebagai kepala adalah presiden, secara berurutan adalah gubernur, bupati/walikota, camat, kelapa desa, lurah, kelapa RT/Rw/banjar, kepala keluarga dan berbagai sebutannya.

Dalam kesepakatan bernegara terhimpun berbagai suku, ras, budaya, bahasa, adat istiadat, profesi    yang dikenal dengan istilah bhinneka tunggal ika.

Umat Hindu di Bali memuja kemahakuasaan Tuhan dalam manesfestaNYA sebagai yang maha kuasa, maha serpurna, yang disimbolkan dengan buah kelapa, yang bulat sempurna.

Persembahan kepada Tuhan sebagai pemilik segalanya dilakukan dengan keyakinan sebagai manusia yang berjiwa raga, melalui pikiran, kata-kata dan perbuatan.

Kekuataan keyakinan manusia pada kesempurnaan Tuhan berbeda-beda, sesuai dengan jiwa raga, kondisi dan situasinya seorang manusia. Leluhur Bali mengajarkan rasa syukur kehadapan Tuhan bisa dilakukan dengan berbagai jalan: bakti (persembahan pala patra puspa toya biasanya dilakukan oleh pekerja pisik (petani,pengrajin),  jnana (persembahan berupa pengetahuan), raja persembahan berupa ketrampilan, keahlian, kebijaksanaan dalam mengelola sumber daya alam dan manusia, dyana/yoga persembahan dengan media jiwa-raga manusia itu sendiri.

Sekala-Niskala dan Makelar

Dalam perkembangan kehidupan manusia, ketika hubungan manusia dengan manusia lainnya mencangkup ruang yang lebih luas dan bersifat global. Sistem warna/pembagian tugas yang tercipta dari tata cara mengungkap rasa syukur, memerlukan perantara, yang memunculkan empat jenis warna: sudra, wesya, ksatria, dan brahmana. Untuk menjalankan kehidupan, makan, minim, rumah dll, umat Hindu mendapatkannya dengan bekerja sesuai darmanya,

Petani, pengrajin (produsen) mendapatkan hasil dari pembeli (kunsumen) barangnya secara langsung. Waisya (pedagang/perantara) mendapatkan hasil dari selisih harga produsen dan konsumen. Ksatria/pengelola mendapatkan hasil penyisihan pajak yang dibayarkan, dan inteleltual/brahmana mendapatkan hasil dari punia/sesari yang dihaturkan.

Hidup dan kehidupan tidak hanya masalah kecukupan makan minum, rumah dll. (material), juga menyangkut keamanan, kenyamanan, dan kebahagian (spiritual). Umat Hindu di Bali menyebutkan sekala-niskala yang disimbolkan dengan warna “poleng’ (hitam-putih),, sehingga harus dipimpin secara sekala-niskala, juga.

Kepala bertugas memimpin agar penerapan Pancasila berjalan lancar, aman, nyaman dan damai, sayangnya pemimpin dalam ranah negara hanya mengacu pada sektor material semata, sedang sektor spiritual terabaikan, dibiarkan berkembang liar tanpa batas.

Kepemimpin seorang gubernur, bupati/walikota dst. semestinya juga memperhatikan kesetimbangan aspek material dan spiritual, sayangnya di Bali, sektor ini terpisah benar-benar terpisah jauh.

Jika kemimpinan aspek material di Bali dibiayai, diawasi dan dikontrol oleh presiden dan lembaga yang berwenang, dalam aspek spiritual, tak dibiayai negara, sehingga tak diawasi dan tak terkontrol, sehingga berkembang liar, bebas dan nyaris tanpa batas.

Jaman dahulu, raja mengelola sektor material selalu didampingi para pendeta bijaksana yang di belakang layar memimpin sektor spiritual.

Akibatnya aspek spiritual yang didasari keyakinan pada kemahakuasaan Tuhan dengan mudah dipermainkan dimulai dari tingkatan individu, keluarga, soroh, dadia, paibon, banjar/dusun, desa/desa adat, pakraman, Bali dan Negara. Parisada dan MDA diharapkan bisa menggantikan kekosongan kehadiran Negara dalam aspek spitual menjadi hanya sekedar nama dan jabatan.

Contohnya adalah ketika krama Hindu Bali yang mengeluh tentang mahalnya   harga kelapa untuk daksina, para pemimin urusan niskala Parisada, MDA, pendeta, kelian, pengertian dan menawarkan solusi. Pengetahuan cerdas, suci dan hebat yang dimiliki tak mau, tak mampu, tak siap untuk memberikan penerang bahwa kelapa hanya simbol, hanyalah buah (benda) yang bisa dipakai sebagai sarana memuja keagungan Tuhan, dan bukan Tuhan itu sendiri.

Buah kelapa memang kaya manfaat karena kandungan zat-zat pentingnya. Keluruhan bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia. Buah (daging dan airnya) dikomsumsi panggung maupun diolah menjadi minyak. Minyak kelapa mengandung 80-90 persen asam lemak jenuh (asam laurat  47 persen, asam miristat dan palmitat), bermanfaat untuk:

  • Mengurangi Risiko Perburukan Organ dan Jaringan Tubuh, Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
  • Membunuh Bakteri
  • Mengurangi Rasa Lapar
  • Meningkatkan Kolesterol Baik
  • Menurunkan Kolesterol Jahat
  • Melembapkan Kulit
  • Mencegah Stretch Mark
  • Menyehatkan Kulit Kepala
  • Mengatasi Ketombe
  • Membantu Meredakan Gejala Alergi
  • Mengatasi Gigitan Serangga
  • Menyehatkan Rambut
  • Melindungi Kulit dari Sinar UV

So what? Kalau tak punya kelapa kita tak bisa memuja Tuhan, tanpa membuat daksina dari Tuhan akan marah?

Yang pertama dan paling marah adalah diri kita sendiri yang terlanjur melekat pada buah/benda yang bernama kelapa.

Mahal dan sulitnya mencari kelapa sebaiknya kita manfaatkan sebagai momentum untuk mawas diri, agar tak mudah dibohongi, dipermainkan oleh pedagang kelapa, para makelar yang mempermainkan harga barang, dan harga persembahan kita pada Tuhan.

Mari berusaha lepaskan kemelekatan pada kelapa, sebagai simbol Tuhan, ada banyak buah, benda, bahan yang bisa dipersembahan sebagai wujud rasa syukur kehadapan Tuhan.

Kemelekatan pada kelapa, semoga bisa mengantarkan kita untuk bisa secara perlahan melepaskan diri dari kemeletakan pada bentuk, warna, rupa yang bersifat material, sehingga memahami makna yang lebih esensi. Sehingga mau, mampu, dan bersemangat berkreaei untuk menciptakan beragam bersembahan yang berguna dan bermakna bagi mahluk dan alam semesta. [T]

Kesiman, Denpasar, Bali, Sabtu Wage Julungwangi, 12/4/2025

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali, Label dan Ogoh-ogoh
Kembang Rampe dan Kebodohan yang Dipelihara
Harmonisasi Material-Spiritual | Sebuah Renungan
Virus, Masker dan Minyak – [Sebuah Renungan]
Nyepi, Belajar pada Belalang “Makules”
Tags: hinduHindu Baliminyak kelapa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lelaki yang Menghilang di Tengah Laut | Cerpen Pry S.

Next Post

Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co