6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Uniknya “Nyepi Desa” di Desa Adat Kintamani: Dilaksanakan 3 Hari, Diawali “Maboros”, Tanpa Ogoh-ogoh

Putu Sawitra Danda Prasetia by Putu Sawitra Danda Prasetia
March 24, 2025
in Esai
Uniknya “Nyepi Desa” di Desa Adat Kintamani: Dilaksanakan 3 Hari, Diawali “Maboros”, Tanpa Ogoh-ogoh

Bakti tandingan malang saat prosesi nyepi desa di Desa Adat Kintamani

SALAH satu tradisi Bali Aga yang dimiliki oleh Desa Adat Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, ialah nyepi desa. Secara etimologis, nyepi desa terdiri dari dua kata yaitu nyepi dan desa. Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti tidak melakukan aktivitas apapun. Sedangkan desa berarti wilayah sama seperti pengertian desa pada umumnya. Sehingga dengan demikian, nyepi desa dapat dimengerti sebagai suatu bentuk kearifan lokal dengan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah desa. Nyepi desa di Desa Adat Kintamani dilaksanakan setiap setahun sekali pada sasih kesanga atau bulan kesembilan menurut penanggalan kalender Bali.

Jadi setiap tahunnya Desa Adat Kintamani melaksanakan dua jenis nyepi yaitu nyepi desa dan nyepi umum yang juga dilakukan desa-desa lain di Bali untuk menambut Tahun Baru Saka. Ada perbedaan antara nyepi desa di Desa Adat Kintamani dan nyepi umum Tahun Baru Saka, di mana waktu pelaksanaan nyepi desa biasanya selama tiga hari dan tidak ada pembuatan ogoh-ogoh.

Nyepi Desa Bagian Penting dalam Siklus Pujawali

Nyepi desa menjadi bagian terpenting dalam siklus pujawali atau upacara keagamaan di Desa Adat Kintamani. Sebelum nyepi desa, diawali dengan ritual maboros yaitu tradisi berburu seekor kijang pada hutan desa adat. Kijang yang telah berhasil diburu kemudian akan diolah menjadi sarana upacara yang akan dipersembahkan dalam ritual mejaga (prosesi berjaga). Setelah ritual mejaga dilaksanakan, dilanjutkan dengan tradisi ngeker bulan.

Tradisi ngeker bulan merupakan tradisi dimana masyarakat dilarang untuk menyembelih hewan berkaki dua dan empat, mengonsumsi telur, menginap keluar desa dan mendatangkan tamu dari luar desa.

Pemerintahan Desa Adat Kintamani yang disebut ulu apad memiliki peran yang paling penting selama pelaksanaan nyepi desa. Ulu apad merupakan seperangkat majelis tetua desa yang beranggotakan beberapa perwakilan keluarga yang sudah menikah dan memiliki hak pengelolaan tanah Pura.

Ulu apad Desa Adat Kintamani yang dipimpin oleh 16 orang (Saing Nembelas) dan dibantu beberapa anggota akan membagi tugas dalam mempersiapkan tradisi nyepi desa. Masing-masing jabatan dalam ulu apad yaitu dua orang jro kubayan dan dua orang jro bahu bertugas sebagai pemimpin ritual, dua orang jro singgukan bertugas sebagai juru belanja dan sekretaris, dan dua orang jro penakehan bertugas sebagai juru takar dan bendahara.

Selanjutnya terdapat 8 orang penembelasan dan 50 orang kraman tebenan yang bertugas untuk membuat sarana upacara yang diperlukan dalam prosesi nyepi desa.

Bersamaan dengan pelaksanaan tradisi ngeker bulan, ulu apad melaksanakan tradisi ngaliwon yaitu rapat adat yang membahas tentang persiapan nyepi desa. Tradisi ngaliwon dilaksanakan bertempat di bale pegat di Pura Bale Agung.

Pada akhir tradisi ngaliwon ulu apad akan mengadakan sesi mabacakan atau absensiserta ngedum malang yaitu pembagian hasil sarana upacara berupa daging, sate, dan nasi. Sementara itu,para istri anggota ulu apad akan melaksanakan tradisi ngaturang emping yaitu tradisi menghaturkan beras merah yang disangrai pada tempat bambu yang disebut sanggah posa di rumah masing – masing.

Sehari sebelum nyepi desa, dilaksanakan piodalan mosa atau usaba dalem di Pura Dalem Pingit. usaba  dalem merupakan wujud syukur masyarakat kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sarana upakara yang digunakan dalam usaba  dalem terbuat dari sapi jantan yang menandakan berakhirnya tradisi ngeker bulan. usaba  dalem diawali dengan tradisi melaibang sanggah yaitu semacam lomba melarikan sanggah posa.

Kemudian tepat saat tengah malam ulu apad akan melaksanakan ritual nangluk merana yang di tempat yang disebut kalang beten. usaba  dalem diakhiri dengan tradisi medangdung yaitu tradisi menimbulkan bunyi dengan maksud mengusir kekuatan jahat agar tidak mengganggu saat nyepi desa.

Tiga Hari Nyepi Desa

Pada hari pertama nyepi desa, dipentaskan tarian sakral megoak-goakan. Magoak-goakan berasal dari kata goak atau burung gagak. Magoak-goakan ditarikan pada tempat khusus yang disebut karang suci. Para penari magoak-goakan membagi diri menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan yang terdiri dari belasan orang.Masing-masing kelompok dipimpin oleh satu orang yang disebut “ina” atau induk dalam Bahasa Indonesia.

Gerakan tarian ini sangat sederhana, masing-masing kelompok akan membentuk barisan panjang yang saling memegang selendang teman, lalu saling kejar dan saling tangkap. Apabila salah satu ina kelompok dapat menangkap orang pada barisan akhir (ekor) kelompok lawan, makai kelompok tersebut akan menjadi pemenang.

Tarian magoak-goakan menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Adat Kintamani.

Seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang dan usia dapat ikut menarikan magoak-goakan. Diyakini jika seseorang ikut menari magoak-goakan (ngayah) maka bisa sembuh dari suatu penyakit yang dideritanya. Secara niskala (tak kasat mata), tarian magoak-goakan merupakan wujud persembahan kepada Ida Ratu Bhatara yang berstana di Pura Dalem Pingit, untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Adat Kintamani.

Sedangkan secara sekala (kasat mata), magoak-goakan sebagai simbolis bagaimana seorang pemimpin melindungi rakyatnya dan membangun rasa persatuan diantara masyarakat Desa Adat Kintamani.

Pada hari kedua nyepi desa, masyarakat Desa Adat Kintamani melaksanakan tradisi pengalihan saang yaitu tradisi mencari kayu bakar. Dalam tradisi tersebut terdapat aturan yang sangat ketat, masyarakat dilarang untuk mencari kayu bakar dari pohon yang masih hidup dan hanya diperbolehkan memungut dari pohon yang sudah mati atau tumbang secara alami sebelum nyepi desa dilakukan.

Tradisi pengalihan saang ini erat kaitannya dengan bhisama kayu larangan yang berlaku sejak dulu di Desa Adat Kintamani. Bhisama kayu larangan merupakan aturan tidak tertulis yang melarang penebangan pohon dan tumbuhan kecuali dalam keadaan tertentu dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi untuk menanam 10 jenis pohon yang ditebang.

Pada hari ketiga nyepi desa, dilaksanakan tradisi myepiang ibu pertiwi. Tradisi nyepiang ibu pertiwi merupakan tradisi yang melarang diadakannya kegiatan yang berkaitan dengan mengolah tanah seperti mencangkul, bertani, menyapu, bahkan sekedar menggosek tanah. Tradisi myepiang ibu pertiwi bertujuan untuk memberikan waktu istirahat bagi tanah yang selama ini menjadi tempat bagi mayoritas masyarakat Desa Adat Kintamani yang bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan.

Selama tiga hari perayaan nyepi desa, terdapat 4 pantangan dasar yang harus diikuti yaitu, dilarang menyalakan api, dilarang membuat hiburan selain magoak-goakan, dilarang bekerja, dan dilarang berpergian keluar wilayah desa dengan kendaraan. Keesokan harinya saat ritual ngembak berlangsung, ditandai dengan bunyi kentongan kulkul sebanyak 11 kalimaka nyepi desa sudah berakhir. [T]

Penulis: Putu Sawitra Danda Prasetia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Di Nusa Penida, Nyepi Tanpa Bantal Bleleng seperti Nggak Nyepi
Perayaan Nyepi di (Kota Budaya) Surakarta: Berbeda dan Meriah
NYEPI BUKAN PERAYAAN TAHUN BARU ŚAKA
Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi
MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA
Tags: desa adat kintamaniDesa KintamaniHari Raya NyepiKintamanitradisi nyepi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Terpilihnya Figur Remaja Teladan di Pemilihan Duta GenRe Tabanan 2025

Next Post

Saling Memaafkan: Deklaratif atau Performatif?

Putu Sawitra Danda Prasetia

Putu Sawitra Danda Prasetia

Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Udayana. IG @sawitra.dp

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Saling Memaafkan: Deklaratif atau Performatif?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co