6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Gody Usnaat by Gody Usnaat
December 8, 2024
in Dongeng
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

SEBUAH kampung dengan lima puluh rumah, dan kampung itu dipagari gunung-gunung batu.

Rumah-rumah itu berdinding kulit kayu, beratap daun sagu dan berlantai belahan kayu yang diikat dengan tali rotan. Rumah-rumah itu, berdiri melingkari bangunan sekolah.

Sekolah itu punya 90 murid; pada tahun-tahun awal—banyak guru yang datang dan betah tinggal di sana: mereka ajar anak-anak menulis, membaca dan berhitung.

Namun pada suatu waktu guru-guru pergi dan tak ada yang pulang. Mereka memang bertugas di sekolah, tapi  tak ada guru yang betah tinggal—mereka seperti kelelawar yang hanya datang saat tiba musim buah.

Pada suatu saat, seorang ibu guru datang ke kampung itu. Ia datang dan anak-anak membuat pertanyaan saat masuk ke kelas di hari pertama: “Ibu guru, berapa lama tinggal dan mengajar di sini?”

“Saya akan tinggal bersama kalian, selama dua semester,” jawab ibu guru.

Sebab sudah berkali-kali ditipu, anak-anak tak percaya dengan jawaban ibu guru.

Ibu guru itu datang pertama kali, pada suatu sore dan selain membawa bahan makanan yang dipikul lima orangtua murid. Mereka menempuh perjalanan selama sembilan jam. Begitu tiba di kampung—hujan deras mengguyur kampung.

Begitulah selalu terjadi di kampung ini: setiap tamu yang datang, akan datang hujan beberapa jam. Ini pertanda bahwa tamu yang datang itu diterima oleh tanah, pohon dan udara.

Selain bahan makanan ibu guru  juga  membawa satu buah buku dongeng. Buku dongeng H.C Andersen: di sampul buku itu ada tulisan: Buku Kumpulan Dongeng Andersen. Ibu guru selalu membawa buku ini ke mana-mana. Ia membawanya ke dapur, ia membawanya ke kali, ia membawanya ke kamar tidur: dan saat tidur, ia selalu memeluk buku itu.

Ibu guru punya satu kebiasaan baik lain: ia membacakan cerita-cerita itu kepada anak-anak. Anak-anak senang dengar cerita-cerita Andersen; sambil dengar—mereka membayangkan itik yang buruk rupa itu atau tuk kecil yang baik,  juga seorang gadis dan korek api.

Sudah dua semester ibu guru tinggal dan mengajar anak-anak. Ia tak pernah pulang ke kota untuk libur atau membeli makanan saat ia kehabisan makanan—saat itulah ia dibantu oleh anak-anak menyediakan kepadanya makanan lokal: sagu, petatas, keladi dan buah merah. Ia makan apa yang diberikan anak-anak dan orangtua murid: ia makan sagu bakar, ia makan papeda, ia makan pisang rebus.  

Suatu sore, ibu guru kumpulkan anak-anak. Ia hendak mengatakan sesuatu—yah, ia hendak pindah tugas. Anak-anak melarang.

“Sebab ini perintah kepala dinas pendidikan, ibu guru mesti pergi,” kata ibu guru.

Ia pergi—tapi ia tinggalkan buku dongeng itu dengan pesan kepada Lukas. “Lukas, tolong jaga baik ini buku. Saat tidur—Lukas harus peluk buku ini!”

Lukas mengangguk dan tak terasa air mata jatuh. Ibu guru peluk Lukas. Satu persatu, anak-anak datang ucapkan salam perpisahan dengan ibu guru. Orang tua antar ibu guru ke ibu kota distrik. Di sana, sebuah mobil membawa ibu guru pergi ke tempat tugas baru.

Sejak kepergian ibu guru, Lukas-lah yang menjadi guru bagi teman-temannya dan juga bagi adik-adik kelas.

Malam pertama, Lukas peluk buku itu dan Lukas dapat mimpi; ia bertemu gadis kecil penjual korek api. Mereka dua bercerita banyak tentang negara Denmark, tentang dingin salju, tentang pohon natal, tentang korek api.

Lukas kini tahu; kenapa ibu guru bilang, kalau dia tidur, ia wajib peluk ini buku.

Namun sesuatu terjadi pada suatu malam, di luar rumah Lukas seekor tikus jalan keliling rumah—sesekali ia melihat jangan sampai saat tidur Lukas lepas buku. Si tikus ini berencana—ia hendak membawa lari itu buku ke hutan dan sembunyi di lubang batu.

Nah, suatu malam karena Lukas pulang dari kebun dan ia cape, ia langsung tidur tanpa memeluk buku dongeng itu. Tikus itu pun datang lalu membawa buku itu. Di sarang tikus itu—buku itu disimpan berbulan-bulan.

Buku itu mulai memudar dan sebagian besar kertasnya sobek tetapi halaman yang berkisah tentang Tuk Kecil yang baik hati itu tak pernah luntur tintanya, atau pun sobek kertasnya. Tikus heran kenapa bisa terjadi; ia  lalu mengundang rayap untuk datang dan makan kertas itu tapi rombongan rayap tak kuat untuk memotong kertas itu dengan gigi mereka yang tajam.

Suatu saat, seekor burung pembawa kabar datang dan hinggap di salah satu dahan matoa dekat rumah Lukas. Burung itu mengabarkan bahwa buku itu telah lama dibawa oleh seekor tikus. Burung pembawa kabar itu siap untuk membantu Lukas memberi tahu alamat dan ia nekat untuk membawa pulang buku itu.

Lukas dan burung pembawa kabar berjalan selama enam hari. Mereka menemukan rumah tikus,  tapi bagaimana mau masuk?

Pintu rumah itu sangat kecil. Burung pembawa kabar pergi bertemu dengan ratu semut. Ia meminta bantuannya agar mereka bisa masuk ke sana. Permintaan mereka direstui oleh ratu semut, Lukas dan burung pembawa kabar diberikan sebuah ranting gaharu.

Ranting itulah sebagai kunci rumah. Dengan ranting itu, Lukas mengetuk batu dan terbukalah pintu rumah. Waktu itu, tikus sedang  pergi dan ini adalah kesempatan baik untuk membawa pulang buku dongeng Andersen. Tentu saja, mereka hanya membawa sisa-sisa buku itu: kisah Tuk Kecil yang Baik Hati.

Kisah itu dibawa Lukas pulang sampai di kampung. Di sana setiap malam kisah itu seolah hidup dalam satu layar: anak-anak dapat bertanya jawab dengan Tuk Kecil. Mereka pun diajarkan menulis dan membaca juga berhitung. Orang tua para murid heran—kenapa anak-anak mereka pandai membaca dan berhitung dan menulis.

Hingga suatu hari Lukas mengatakan bahwa ada seorang guru, ia bernama Tuk. Guru itulah yang mengajari mereka layaknya seorang guru.[T]

  • KLIK untuk BACA dongeng lainnya
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”

Next Post

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Gody Usnaat

Gody Usnaat

Penyair tinggal Umuaf, Papua. Salah satu buku puisi "Mama Mengayam Noken"

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co