6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

tatkala by tatkala
October 28, 2024
in Budaya
PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong”

JANGAN kaget kalau sering menyaksikan pementasan Okokan dalam pawai budaya, festival atau acara penyambutan tamu penting. Termasuk hiburan kepada para turis. Okokan sebagai salah satu kesenian tradisional Bali, memang memiliki keunikan, baik bentuk, cara memainkan serta suara yang dihasilkan.

Okokan sebagai alat musik tradisi terbuat dari bahan kayu menyerupai kentongan yang bagian dalamnya dilobangi sebagai sumber bunyi, kemudian diisi pemukul yang disebut palit. Kesenian ini dimainkan secara masal, sehingga dalam satu barungan itu terdiri dari okokan yang besar dan ada yang berukuran kecil.

Okokan dimainkan dengan cara menggantungkan pada leher, lalu mengayunkan ke depan dan ke belakang, sehingga mengeluarkan suara “klok, klok, klok” yang saling bersautan antara yang satu dengan lainnya. Kalau, okokan yang kecil disebut keroncongan yang biasa dikalungkan pada hewan sapi atau kerbau.

Kesenian okokan dimainkan oleh beberapa orang dilengkapi dengan permainan kendang untuk menghasilkan suara yang lebih indah. Kesenian okokan, pada awalnya digunakan sebagai sarana hiburan saat menunggu panen padi tiba, selanjutnya dipercaya sebagai sarana untuk mengusir wabah penyakit.

Sekaa kesenian okokan lebih banyak ditemukan di Kabupaten Tabanan yang merupakan daerah agraris di Bali. Sebut saja, Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” yang berada di Banjar Dinas Kukuh Kangin, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan masih lestari hingga kini.

Sayangnya, kesenian okokan “Omelan I Kayu Bolong” mengalami kendala, sehingga perlu upaya peningkatan kualitas visual alat musik untuk menjaga kelestariannya. “Karena itu, kami melakukan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada kelompok seni okokan ini,” kata Ketua PKM Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si.

Kelompok Seni Okokan Omelan I Kayu Bolong biasa dipentaskan pada acara-acara penting, seperti lomba desa, perayaan 17 Agustus, penyambutan pejabat, serta pementasan untuk wisatawan. Okokan juga dipentaskan pada ritual mengusir wabah penyakit disebut “ngerebeg” sebuah  memainkan okokan mengelilingi desa.

Sayangnya, kondisi catnya sudah memudar, sehingga perlu penyempurnaan dan memerlukan pemeliharaan lanjutan. Sebab, umurnya sudah tua, serta intensitas kegiatan cukup tinggi. “Kami merasa perlu tindakan untuk melakukan perbaikan terutama dalam mengembalikan visual ornamen okokan yang sudah mulai meredup,” paparnya.

Apalagi, para pendukung kesenian ini, masih mengandalkan pertanian sebagai sumber kehidupan utama. “Kami memilih Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” menjadi mitra dalam usulan pengabdian ISI Denpasar kali ini,” ujar Prof. Swandi.

Okokan milik Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” | Foto: Ist

Dalam PKM ini, melibatkan mahasiswa ISI Denpasar karena terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan mahasiswa ini, untuk dapat memberikan mereka kesempatan untuk belajar di luar kampus, dan menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan pemecahan kasus (case method dan project base) yang signifikan.

Pendanaan PKM berasal dari hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2024.

PKM ini melibatkan keilmuan Desain Komunikasi Visual, terkait budaya visual dan desain merchandise, dan seni kriya untuk peningkatan kualitas visual. “Dalam PKM ini, kami berupaya mengatasi dua jenis permasalahan yang dihadapi, yakni upaya peningkatan kualitas visual alat musik, dan menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku,” ucapnya.

Dengan begitu, para pelaku dapat membiayai upaya pelestariannya tersebut secara mandiri, dan membawa citra (image) desa sebagai pelestari kesenian langka. “Pertama, kami meredesain ornamen visual pada alat musik Okokan yang kondisi existing terlihat kurang estetik.

Penerapan teknik sigar (gradasi) untuk menjadikan desain lebih estetik. Termasuk menghasilkan desain merchandise, sehingga dapat dijual. Upaya ini menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku agar dapat membiayai upaya pelestariannya secara mandiri.

“Hasil penjualan nantinya dapat digunakan sebagai modal perawatan alat musik ataupun pengadaan seragam komunitas yang lebih tematik. Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan upaya pelestarian kesenian langka yang berkelanjutan secara mandiri,” sebutnya.

Karena itu, Tim PKM melakukan rekonstruksi alat musik Okokan dengan melakukan pengecatan ulang pada dasarnya, kemudian memberikan ornamen kembali sesuai objek ornamen sebelumnya dengan teknik sigar, namun dibuat lebih detail tanpa menghilangkan unsur lamanya. Jumlah alat musik Okokan yang akan di rekonstruksi berjumlah total 30 buah.

Okokan dibuat dalam bentuk miniatur yang dapat dijadikan souvenir atau merchandise kepada wisatawan yang berkunjung ke wilayah Desa Kukuh Kerambitan. “Kami menawarkan solusi untuk membuat okokan dalam versi mini sebagai benda oleh-oleh,” tegasnya.

Souvenir okokan ditargetkan berjumlah 30 buah dari 3 varian ukuran dan ilustrasi ornamennya. Merchandise yang ditargetkan adalah 5 jenis varian dari identitas visual Okokan berdasarkan ukuran dan jenis ornamen yang diterapkan. “Masing-masing varian menghasilkan 6 buah sampel yang siap sebagai percontohan untuk dapat diproduksi secara massal,” imbuhnya.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si, yang memiliki kepakaran dibidang Budaya Visual yang berfokus pada Estetika Visual menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian. Prof. Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn yang memiliki kepakaran di bidang Kriya Produk berfokus pada penyelesaian rekonstruksi alat musik Tari Okokan dan ilustrasi ornament.

Sedangkan Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds memiliki kepakaran di bidang Desain berfokus pada Visual Branding dan Interaksi Visual, sehingga mampu menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian berbasis identitas visual Tari Okokan Desa Kukuh Kerambitan.

Proses pewarnaan alat Musik Tari Okokan disebut dengan istilah “ngodakin”, sebagai tahap pewarnaan ulang. Mulai dari pemberian warna dasar, pemberian warna pengawak, pemberian warna dradasi, lalu tahap nyawi dan manyu selanjutnya prada penggunaan warna emas sesuai karakter dan tingkatan topeng yang dibuat.

Untuk hiasan ornamen dilihat dari kepentingannya, yaitu untuk kepentingan keagamaan Hindu, kepentingan pementasan, dan untuk kepentingan masyarakat umum sebagai souvenir. “Alat musik okokan sebagai souvenir  dibuat menarik dan memiliki kekhasan,” sebutnya. [T]

Kolaborasi ISI Denpasar dengan Dollina Charlotty Resort and Spa pada Program Magang MBKM di Polandia
PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar
Drama Tari “Kesempatan Kedua” dari ISI Denpasar di Living World
Tags: Desa Kukuh KerambitanISI DenpasarKerambitanseni okokantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Percakapan Invisible” Karya Emi Suy: Berbisik dengan Bayang, Bercengkerama dengan Masa Lalu

Next Post

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails

‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

PERCAYA atau tidak, agenda malajah sambil maplalianan (belajar sambal bermain) di ajang Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 menjadi favorit...

Read moreDetails

Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

Rumah I Ketut Arnyana di Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, mendadak menjadi pusat konservasi dan digitalisasi lontar, Rabu (25/2/2026)....

Read moreDetails

Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

PEMERINTAH Provinsi Bali mewajibkan penggunaan Bahasa Bali setiap hari Kamis. Kebijakan itu sempat membuat sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) takut...

Read moreDetails

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

Konservasi, identifikasi dan digitalisasi lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII kini berlanjut ke Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Read moreDetails

Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

by Nyoman Budarsana
February 23, 2026
0
Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

Sebanyak enam lomba lintas generasi memikat perhatian pengunjung dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, Sabtu (21/2/2026). Ragam wimbakara (lomba) yang...

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co