6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana dan Musik Untuk Kemanusiaan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
October 30, 2023
in Liputan Khusus
Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana dan Musik Untuk Kemanusiaan

Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana Foto-foto: Dok Jembatan Movvment

MUSIK, selain menjadi hiburan, juga dapat dijadikan sebagai ajang untuk menyampaikan berbagai ekspresi. Bagi mereka yang terlibat langsung kedalam proses kreatif musik itu sendiri, musik akan lebih menarik, jika memiliki ekosistem musik yang berkelanjutan. Seperti, tumbuhnya pelaku seni musik, penikmat musik, apresiasi serta interpretasi dalam sebuah karya musik, sangat diperlukan untuk membangun ekosistem musik yang berkelanjutan.

Dalam beberapa dekade terakhir, misalnya.  Semenjak masuknya sub kultur musik barat ke Indonesia—seperti Punk, Blues, Rock n Roll dan Metal—musik, berevolusi dari sekadar hiburan massa, menjadi sebuah lifestyle baru, dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Dimana, hal itu menciptakan gelombang masyarakat baru, dengan munculnya kelompok identitas yang ditandai dari berbagai atribut yang mereka kenakan. Berbagai atribut tersebut meliputi, trend rambut gondrong ataupun model rambut mohawk, sepatu Boots tinggi, jaket kulit yang berisi berbagai emblem, dan juga kaos band sesuai dengan selera musik yang mereka sukai.

Maka, dari adanya kelompok identitas tersebut, lahir juga komunitas pecinta musik di berbagai daerah di Indonesia. Atas dasar kesamaan mereka dalam hal mencintai dan mengapresiasi musik—atau meminjam istilah sekarang, yakni anak skena—biasanya, untuk menunjukan eksistensinya, mereka kerap mengadakan festival musik dengan sebutan musik bawah tanah atau lebih dikenal dengan musik underground.

Di Jembrana, misalnya. Sebuah kabupaten di ujung Barat Pulau Bali itu, muncul sebuah komunitas yang bernama JEMBATAN MOVEMENT, sebagai wadah bagi para musisi Jembrana, untuk menuangkan ekspresi bermusiknya. Jembatan Movement merupakan akronim dari Jembrana Musisi Bawah Tanah, yang berfokus mengadakan festival musik-musik underground di Jembrana.

Seperti, Dimas Billy, misalnya. Pemuda kelahiran Kota Negara, Kabupaten Jembrana, itu, menganggap Jembatan Movement, sebagai ruang krerasi bagi musisi jembrana, atas dasar kesamaan mereka didalam industri musik di Jembrana

“Jembatan Movement itu, merupakan sebuah komunitas yang dibentuk berdasarkan kegemaran kami dalam mendengarkan musik, datang ke acara musik, termasuk main musik juga” ujarnya, kepada tatkala.co Kamis (26/10/23) malam.

Billy—sebagaimana ia akrab dipanggil—menjelaskan, kelahiran komunitas jembatan movement, merupakan suatu rasa keprihatinan mereka terhadap ekosistem skena musik di Jembrana, yang mulai redup waktu itu. Karena adanya kendala selama masa Pandemi covid berlangsung.

Benar, selama masa pandemi, semua hal yang berbau kerumunan, mengalami pembatasan kegiatan selama hampir kurang lebih satu tahun. Maka dari adanya pembatasan kegiatan tersebut, menjadikan banyaknya kegiatan kreatif masyarakat, seperti skena musik di Jembrana waktu itu mengalami vakum untuk sementara waktu.

”Selama masa pandemi covid kemarin, skena musik di Jembrana mengalami mati suri” ujarnya. Sesaat setelah mengisap rokoknya, ia menambahkan “maka dari itu, kami memberanikan diri membuat komunitas ini, yang tujuannya untuk menghidupkan skena musik kembali di Jembrana” Pungkasnya.

Sebagai salah satu pendiri komunitas Jembatan Movement, Billy, menjelaskan bahwasannya, Jembatan Movement, selain menjadi pemantik bagi pelaku seni di Jembrana untuk mulai bermusik lagi, ia menjelaskan bahwasannya komunitas tersebut merupakan sebuah ruang kreasi, bagi musisi Jembrana tanpa membeda-bedakan genre musik yang tergabung dalam satu festival musik.

”Sebelum adanya Jembatan Movement, skena musik di Jembrana mengalami pengkotak-kotakan genre, yang menjadikan skena musik di Jembrana mengalami sedikit konflik” terangnya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan “jadi bisa dikatakan, bahwa, Jembatan Movement merupakan komunitas musik pertama yang mengadakan festival musik lintas genre, di Jembrana” akunya sembari tertawa.

.

Namun, jauh sebelum pengkotak-kotakan genre musik di Jembrana muncul, era Orde Baru, tepatnya awal tahun 1970-an, skena musik Rock menjadi primadona, dengan munculnya band-band beringas seperti, God Bless, SAS Group, The Rollies, dan Duo Kribo yang terlibat konflik dengan skena musik Dangdut.

Dimana anak skena musik Rock menyebut anak skena Dangdut dengan sebutan kampungan. Sedangkan, anak skena Dangdut, menyebut anak skena Rock sebagai musik terompet setan.

Maka, apa yang dilakukan Billy dan kawan-kawan di Komunitas Jembatan Movement, merupakan sebuah upaya untuk memajukan industri musik di Jembrana, dengan cara memutus kultur pengkotak-kotakan genre dan merangkul band dari berbagai genre kedalam satu festival musik bersama.

Meskipun, sebagai sebuah komunitas masih terbilang baru terbentuk—satu tahun yang lalu, tepatnya awal Agustus tahun 2022—Jembatan Movement, mendapat respon yang baik dari skena musik di Jembrana. Hal itu terbukti dari antusiasmenya Band yang mengikuti festival musik mereka sangat beragam, yang terdiri dari berbagai lintas genre musik.

”Di event pertama kami yang bertajuk Pesta Djelata, pada tanggal 25 September 2022, tahun lalu, kami, memberikan ruang bagi band-band lintas genre seperti Punk, Metal, Ska, Reggae, dan Rock n Roll untuk tampil dalam satu panggung bersama” ujar pemuda berambut gondrong itu.

Sebagai sebuah komunitas, Jembatan Movement, dapat ditemui di Kedai Pilan Kopi Jln. Danau Poso, Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Sebagai tempat berkumpul mereka—untuk sekadar nongkrong ataupun membahas tentang perkembangan skena musik di Jembrana—.

Musik Untuk Kemanusiaan

Musik, merupakan sebuah bentuk penyampaian ekspresi, yang lahir dari berbagai pengalaman, kedalam rentetan nada yang berirama dan memiliki makna dan tujuan tertentu di dalamnya.

Dalam sejarahnya, musik selain sebagai hiburan dan fisioterapi, juga dapat dijadikan sebagai alat propaganda yang masih dapat dipertimbangkan hingga saat ini. Maka, tak salah jika banyak musisi yang menyampaikan isu-isu tertentu lewat lagu yang mereka ciptakan.

Seperti, misalnya, kelompok musik punk. Meskipun seakan yang terdengar hanya suara dari terikan vokalisnya, dan distorsi dari suara gitar yang terdengar bising, lagu-lagu punk kerap menyampaikan isu politik dan kemanusiaan didalamnya.

.

Selain musik Punk, banyak genre musik yang juga menyampaikan isu yang sama dengan cara yang sama pula—dengan lagu yang mereka ciptakan—. Seperti, misal, Bob Marley. Ia, dengan musik Reggae nya, berhasil menyampaikan kritik sosial dan perlawanan terhadap maraknya budaya perbudakan dan rasisme kulit putih terhadap ras kulit hitam yang terjadi di Jamaika pada saat itu.

Oleh sebab itu, maka, selain menjadi wadah untuk memberikan panggung bagi musisi-musisi di Bali, kususunya di Jembrana, Komunitas Jembatan Movement, juga menyampaikan kritik dan melakukan aksi kemanusiaan ke dalam kegiatan mereka.

Billy, mengaku, bahwasannya, pemilihan tanggal 25 september tahun lalu, sebagai event pertama mereka bukan karena kebetulan belaka, melainkan memang dengan sengaja mereka memilih tanggal tersebut, karena bertepatan dengan hari tani.

“Event pertama kami yang bertajuk Pesta Djelata itu, memang kami pas-kan di hari Tani Nasional. Sebab, selain ada acara musiknya, kami juga ada kegiatan bakti sosialnya” ujar pemuda kelahiran 1994 itu.

Dalam serangkaian event Pesta Djelata, komunitas Jembatan Movement, juga melakukan aksi kemanusiaan yang mereka sebut sebagai aksi pangan untuk rakyat. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, mereka membagikan beras di tiga titik lokasi desa di Kabupaten Jembrana. Antara lain; Desa Banyubiru, Desa Bb. Agung dan Desa Pendem.

“Total kami memberikan bantuan sebanyak 600 kg beras kepada 30 Lansia. Yang data-data penerimanya kami dapatkan dari pihak dinas terkait” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, alasan mereka melakukan aksi bagi-bagi pangan tersebut, karena, sebagai sebuah upaya yang mereka lakukan, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena pada saat itu, kondisi masyarakat masih dalam tahap pemulihan ekonomi, setelah terkena dampak dari Pandemi covid beberapa waktu yang lalu.

Di dalam event pertamanya, Jembatan Movement, mendapat apresiasi dari banyak pihak, yang melibatkan langsung kedalam berbagai kegiatan yang mereka lakukan. Seperti, adanya support dari berbagai komintas yang ada di Jembrana, dan banyaknya sponsor yang masuk dari berbagai pihak, dalam bentuk sumbangan materi maupun non materi.

Maka, dengan demikian, dapat dikatakan bahwa, keberhasilan Jembatan Movemennt, dalam event musik, dan kegiatan kemanusiaan mereka, berhasil atas dasar hubungan baik yang mereka jalin dengan berbagai komunitas, dan dari berbagai pihak yang membantu dalam bentuk sponsor, guna kelancaran kegiatan yang mereka lakukan.

Selain melakukan aksi mebagikan pangan untuk Lansia, di dalam serangkaian event Pesta Djelata, mereka juga memberikan penghargaan kepada tiga Subak terbaik se-kecamatan Negara, antara lain; Subak Pemangket Awen Barat, Subak Tegalwani Cibunguran, dan Subak Pangkung Jelepung II. Dimana dalam penyerahan penghargaan tersebut, diberikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana.  [T]

Baca juga artikel terkait LIPUTAN KHUSUS atau tulisan menarik lainnya YUDI SETIAWAN

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Terbaik pada Lomba Musikalisasi Puisi di Unud, Komunitas Budang Bading Badung Makin Kompak
Musik Pop dan Cita-cita Kami
Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali
Tags: jembranamusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sujud Bhakti Kepada-Mu”

Next Post

Buku Antologi “Perempuan Bangkit” dari Bali Writing Club: Beragam Cerita Perempuan yang Bangkit dari Situasi Pandemi

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

by Jaswanto
February 28, 2025
0
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

Read moreDetails

Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

by Made Adnyana Ole
February 13, 2025
0
Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

SUNGGUH kasihan. Sekelompok remaja putri dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan—yang tergabung dalam  Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi—harus...

Read moreDetails

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

by Jaswanto
February 10, 2025
0
Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

BULELENG-BANYUWANGI, sebagaimana umum diketahui, memiliki hubungan yang dekat-erat meski sepertinya lebih banyak terjadi secara alami, begitu saja, dinamis, tak tertulis,...

Read moreDetails

Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi | Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

by Jaswanto
February 3, 2025
0
Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi  |  Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

ADA kisah pilu pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Gadis (23) penyandang disabilitas rungu wicara diperkosa oleh kerabatnya sendiri yang berumur...

Read moreDetails

Wayang Wong Tejakula dan Kondisi Ekosistem Pendukungnya

by Jaswanto
December 31, 2024
0
Wayang Wong Tejakula dan Kondisi Ekosistem Pendukungnya

DI jaba tengah (madya mandala)---semacam ruang bagian tengah---Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Buleleng, Bali, orang-orang berkumpul, berdesak-desakan, menanti sebuah pertunjukan....

Read moreDetails

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

by Jaswanto
October 29, 2024
0
Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

PADA awal tahun, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng menggelar Lomba Inovasi Kuliner Berbahan...

Read moreDetails
Next Post
Buku Antologi “Perempuan Bangkit” dari Bali Writing Club: Beragam Cerita Perempuan yang Bangkit dari Situasi Pandemi

Buku Antologi “Perempuan Bangkit” dari Bali Writing Club: Beragam Cerita Perempuan yang Bangkit dari Situasi Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co