6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Faisal Oddang: “Saya pikir saya tidak muda.”

tatkala by tatkala
September 22, 2023
in Khas
Faisal Oddang: “Saya pikir saya tidak muda.”

Faisal Oddang | Foto: repro

“Iya, Juli, saya juga bingung mau gimana ya. Saya pikir saya tidak muda, ternyata yang dari negara lain lebih tua dari saya!”

Itu sepotong kalimat yang dilontarkan Faisal Oddang ketika  Juli Sastrawan bertanya soal penghargaan “Sastrawan Muda Mastera”  Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) tahun 2023.

Mereka berdua, Faisal Oddang dan Juli Sastrawan, saat itu sedang berada di sebuah penginappan di wilayah Cikini, Jakarta, pada malam, Kamis, 21 September 2023. Mereka berdua sedang terlibat dalam acara Manajemen Talenta Muda yang merupakan program dari Kemendikbudristekdikti.

Juli Sastrawan adalah sastrawan dari Bali yang mengelola kolektif Lingkar Sastra Denpasar dan penerbitan Partikular.

Faisal memang baru saja mendapatkan penghargaan Sastrawan Muda Mastera itu. Barangkali karena ada embel-embel kata muda, maka ia jadi bingung, karena sudah merasa tidak muda lagi.

Mastera beranggotakan Negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Faisal Oddang mendapat penghargaan bersama Muhammad Lutfi (Malaysia), Awangku Syam (Brunei Darussalam), dan Farihan Bahron (Singapura).

Bicara soal  soal sastrawan muda, Faisal Oddang memang berkarya sejak amat muda. Sejak mahasiswa namanya sudah kerap muncul dalam papan pengumuman di sejumlah ajang penghargaan sastra nasional.

Faisal Oddang adalah sastrawan yang lahir di sebuah kampung bernama Tale, di Kabupetan Wajo, Sulsel, pada 18 September 1994. Ia menyelesaikan kuliah sarjana dan magister di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unhas.

Dua cerpennya, “Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon” dan “Kapotjes dan Batu yang Terapung” menjadi cerpen terbaik Kompas 2014 dan 2018. Saat cerpen “Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon” jadi terbaik di Kompas, usianya masih 20 tahun, dan sepertinya saat itu ia masih jadi mahasiswa.

Tahun 2014 itu ia mengalahkan cerpenis-cerpenis kawakan yang karyanya masuk dalam nominasi, antara lain Putu Wijaya dan Seno Gumira Ajidarma.

Tak lama sejak itu, ketika usianya masih tergolong amat muda dalam dunia sastra, Faisal Oddang makin produktif berkarya dan karya-karyanya selalu mendapat apresiasi dari kalangan sastra dan tentu saja juga meraih penghargaan.

Selain menulis di media cetak dan online, Faisal telah menerbitkan beberapa buku, antara lain: Puya ke Puya (KPG, 2015), salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014 dan menjadi novel terbaik pilihan Majalah Tempo 2015, dan menjadikan penulisnya sebagai Tokoh Seni Tempo 2015.

Pada tahun 2018, dua bukunya bersamaan menjadi 5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa: buku Manurung (GPU, 2017)—untuk kategori kumpulan puisi, dan Tiba Sebelum Berangkat (KPG, 2018), untuk kategori prosa. Selain itu, kumpulan cerpennya Sawerigading Datang dari Laut (Diva Press,2019) menjadi nomine penghargaan sastra Badan Bahasa 2020.

Buku-buku Faisal lainnya adalah sebagai berikut: Rain & Tears (Novel, Dive Press, 2014), Pertanyaan Kepada Kenangan (Novel, Gagasmedia, 2016), Perkabungan untuk Cinta (Kumpulan Puisi, BasaBasi, 2017), Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa (Novel, KPG, 2019), Selfiesh (Prosa, GPU 2019).

Faisal mendapatkan beberapa penghargaan dan fellowship di bidang kesusastraan sejak memulai menjadi penulis, antara lain: Penulis Cerpen Terbaik Kompas 2014 & 2018, Pemenang IV Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014, Asean Young Writers Award 2014 dari Pemerintah Thailand, Tokoh Seni Tempo 2015, Robert Bosch Stiftung Literarisches Colloquium Berlin 2018, International Writing Program USA 2018, Finalis Kusala Sastra Khatulistiwa 2018, Nomine Penghargaan Sastra Badan Bahasa 2020.

Sementara itu, ia juga diundang di berbagai festival dan seminar sastra baik di luar maupun di dalam negeri, beberapa acara yang dihadirinya sebagai pembicara di antaranya: Iowa Book Festival (USA, 2018), London Book Fair (Inggris, 2019), Agor Drysau Festival (Wales, 2019), Temu Sastra Rumah Budaya Indonesia (Jerman, 2019).

Pada tahun 2018, dia juga memberi kuliah tamu di bidang kesusastraan di beberapa kampus di Amerika Serikat sebagai berikut: Seattle University, University of Iowa, dan Kirkwood Community College. Faisal juga diundang sebagai pembicara di beberapa acara sastra di Indonesia, antara lain: Ubud Writers and Readers Festival 2014 & 2019, Salihara International Literary Biennalle 2015, Makassar International Writers Festival 2012-2023, Festival Sastra Banggai 2018, Borobudur Writers and Cultural Festival 2018, Rainy Day Literary Festival 2018.

Di Makassar, bersama beberapa orang yang lain, Faisal mendirikan sekolah penulisan kreatif, Institut Sastra Makassar, dan penerbit kecil bernama Penerbit Kabisat, ia juga menjadi kurator Makassar International Writers Festival 2022 dan 2023.

Pada tahun 2016 dan 2022, ia mengikuti residensi di Leiden, Belanda, untuk menulis sebuah buku berdasarkan naskah La Galigo pada residensi yang pertama, dan pada residensi yang kedua, Faisal menjadi salah satu tim penerjemah naskah La Galigo jilid IV

Kini ia dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan tentu saja terus menulis.

Bagaimana ia bisa mendapatkan penghargaan Mastera itu? “Kalau urusan juara itu, hanya juri tampak yang tahu,” kata Faisal sembari sibuk mengerjakan sesuatu dan tampaknya tak bisa diggangu.

Selamat, Faisal Oddang. [T][Ole]

Berbincang Tentang Buku dengan Okky Madasari: “Yang Penting Kamu Baca”
Suara-suara “Liyan” Setelah 25 Tahun Reformasi: Membaca Kembali Karya-karya Ayu Utami
Bagaimana Adham T. Fusama Merancang Cerita?
Royyan Julian: Aku Tidak Mau Meromantisasi Madura
Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi
Terpapar Umbu Landu Paranggi | Kisah Aliran Kepenyairan di Bali
Tags: Faisal OddangMasterasastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Senandung Senyap (2022): Kisah Perjuangan Mufi dan Bagaimana Seharusnya Kita Memperlakukan Teman Tuli

Next Post

PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar

PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co